Edisi 21-07-2019
Jamaah Haji Diminta Jaga Fisik dan Hati


JEDDAH – Jumlah jamaah haji yang memadati Kota Mekkah, Arab Saudi, kian meningkat mendekati puncak haji pada Agustus nanti. Mereka tidak hanya datang dari Madinah, tetapi juga dari Jeddah. Bahkan jamaah haji gelombang II asal Indonesia pun telah tiba di Tanah Suci kemarin.

Jamaah haji kelompok terbang (kloter) 18 Embarkasi Ujung Pandang (UPG) menjadi yang pertama mendarat di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, untuk fase pemberangkatan gelombang II. Mereka tiba dengan selamat pada Sabtu (20/7) pukul 03.12 waktu Arab Saudi (WAS). Rombongan jamaah haji berjumlah 455 orang tersebut disambut Wakil Duta Besar Republik Indonesia untuk Arab Saudi Dicky Yunus dan sejumlah pejabat lain seperti Konjen RI Jeddah Hery Saripuddin, Konsul Haji dan Umrah KJRI Jeddah Endang Jumali, Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara Jeddah- Madinah Arsyad Hidayat, dan Kepala Daker Mekkah Subhan Cholid.

Berdasarkan pantauan di lapangan, jamaah haji yang tiba di Bandara Jeddah telah mengenakan kain ihram. Mereka juga telah diajak untuk berniat ihram saat melintas di atas wilayah Ya Lam Lam atau sekitar 20-15 menit sebelum mendarat di Jeddah. Turun dari pesawat jamaah langsung menuju paviliun sebentar untuk mengikuti upacara penyambutan dan kemudian langsung diberangkatkan ke Mekkah dengan bus. Salah satu jamaah haji asal Serui, Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua, Salmiah, 48, mengaku bahagia telah sampai di Arab Saudi. Dia tiga kali naik pesawat terbang untuk sampai ke Jeddah.

“Dari Serui naik pesawat kecil ke Biak. Dari Biak naik pesawat ke Makassar. Dari Embarkasi Ujung Pandang naik pesawat lagi ke sini (Jeddah),” kata Salmiah yang mengaku harus menunggu 8 tahun untuk berhaji setelah tiba di Bandara King Abdul Aziz Jeddah kemarin. Karena lokasi rumah dengan embarkasi yang cukup jauh, Salmiah mengaku telah berada di Makassar dan menginap di rumah saudaranya sejak 2 Juli 2019. Hal yang sama juga disampaikan Fatima Daeng Caya, 68, warga Pangkep, Sulawesi Selatan. Dia senang akhirnya bisa berhaji setelah menunggu 7 tahun. Dia terpaksa mendaftar haji melalui Papua karena daftar tunggu naik haji di Kabupaten Pangkep lebih dari 30 tahun.

“Saya naik haji sendirian, suami saya sudah meninggal dunia,” kata Fatima yang jalan - nya sudah agak bungkuk ini. Sementara itu Wakil Dubes RI untuk Arab Saudi Dicky Yunus menyampaikan selamat datang kepada jamaah sesaat setelah tiba di Arab Saudi. “Selamat kepada bapak ibu mendapatkan kesempatan menunaikan rukun Islam kelima. Ini patut disyukuri karena tidak semua mendapat kesempatan ibadah haji,” kata Dicky. Dicky berpesan kepada jamaah haji untuk menjaga kondisi fisik karena masih cukup lama di Tanah Suci sekitar 39 hari lagi. Cuaca di Arab Saudi berbeda dengan Tanah Air. Suhu di Tanah Suci sangat panas bila dibandingkan dengan di Tanah Air.

“Jangan lupa untuk minum dan makan sesuai dengan yang dijadwalkan sehingga saat wukuf dalam keadaan sehat dan semua rukun haji terlampaui,” katanya. Selanjutnya jamaah diminta menjaga hati. Saat puncak haji akan terdapat jutaan orang melakukan ritual yang sama. Jika terjadi senggolan atau terinjak direlakan saja agar menjadi penambah kemabruran hajinya. Yang ketiga menjaga nilainilai persatuan. Sejak dulu jamaah Indonesia dikenal tertib, teratur, damai, dan gotong-royong. Karakter ini bisa ditularkan kepada jamaah lain. “Utamakan ibadah wajib. Sebab wukuf masih ada beberapa hari ke depan. Semoga menjadi haji mabrur,” ucapnya.

Kepala Daker Bandara Jeddah-Madinah Arsyad Hidayat mengatakan, proses kedatangan jamaah haji perdana gelombang II cukup lancar. Seluruh jamaah telah mengenakan kain ihram sejak dari embarkasi. Mereka juga telah berniat ihram saat melintas di wilayah Ya Lam Lam. “Sehingga jamaah haji bisa didorong cepat keluar dari bandara menuju bus untuk langsung diberangkatkan ke Mekkah,” katanya.

Jamaah Meninggal Dunia di Pesawat

Sementara itu kabar duka datang dari jamaah haji asal Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, yang tergabung dalam kloter 41 Embarkasi Jakarta- Bekasi (JKS). Salah satu jamaah, Soepardjo Rata Ilyas, mengembuskan napas terakhirnya saat berada di dalam pesawat. Penyebab kematian menurut keterangan tim kesehatan akibat sakit paru-paru. “Info yang kami dapatkan dua jam sebelum pesawat landing di Bandara King Abdul Aziz, jamaah Suparjo meninggal,” kata Arsyad. Setelah pesawat mendarat, jenazah almarhum kemudian dibawa ke klinik Bandara King Abdul Aziz Jeddah. Hingga kemarin proses dokumen pengurusan pemakaman masih berlangsung. Rencananya almarhum akan dimakamkan di kompleks pekuburan di Jeddah.

“Di sini ada pemakaman khusus untuk jamaah haji yang ditetapkan oleh wukala,” kata Arsyad. Dengan adanya kejadian ini, jumlah jamaah haji Indonesia yang meninggal dunia bertambah menjadi sembilan orang. Mereka adalah Khairil Abbas Salim, jamaah haji kloter 23 Batam; Sumiyatun Sowikromo Sutardjan, kloter 2 Solo; Mudjahid Damanhuri Mangun, kloter 44 Solo; Subli bin Muhammad Nasri, kloter 32 Batam; Artapiah Armin Musahab, kloter 86 Jakarta- Pondok Gede. Kemudian Soeratno G Mangun Wiyoto, kloter 45 Surabaya; Ahmad Suparman bin Jubed, kloter 1 Jakarta-Bekasi; Rabiun Daliman Arsyad, kloter 6 Lombok; dan Soepardjo Rata Ilyas, kloter 41 Jakarta- Bekasi.

ABDUL MALIK MUBARAK
Laporan Wartawan KORAN SINDO
MEKKAH