Edisi 21-07-2019
Mahasiswa UNS Temukan Formula Hentikan Nyamuk DBD


Nyamuk Aedes aegypti atau yang lebih dikenal dengan nyamuk demam berdarah (DBD) merupakan salah satu jenis nyamuk mematikan. Hal ini terlihat dari ba nyak nya korban DBD yang mencapai 16.692 dan 169 orang me ning gal dunia pada bulan Februari lalu.

Berbagai upaya untuk mem berantas nyamuk DBD di ma sya rakat dirasa belum maksimal. Mulai dari kesadaran masya ra kat hingga pemerintah pun be lum dapat mengatasi pe nye baran nyamuk ini. Salah satu upaya untuk me ngen dalikannya adalah dengan membunuh larva dari vektor untuk memutus rantai penu laran nya. Caranya dengan meng gu nakan abate yang merupakan salah satu golongan pestisida yang digunakan untuk mem bu nuh serangga pada stadium larva. Beranjak dari kejadian di atas, mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo melakukan penelitian tentang biji pepaya dan bunga melati.

Pengolahan biji pepaya dan ekstrak bunga melati diyakini dapat memati kan larva nyamuk DBD dan menghentikan penyebarannya. Para peneliti ini terdiri atas Jevi Ramadhan Berliani, Yumna Zulfa Salsabila, dan Rindy Fidestia Anjaini. Mereka adalah mahasiswa Program Studi (Prodi) D3 Farmasi UNS. Di bawah bimbingan dosen Heru Sasongko, SFarm, MSc, Apt, mereka berhasil menemu kan formula untuk menghen ti kan penyebaran nyamuk DBD. Penelitian ini membutuhkan ketekunan dan kerja cukup ekstra dari setiap anggota. “Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek larvasida formula abate dari biji pepaya dan ekstrak bunga melati terhadap kematian larva nya muk Aedes aegypti,” kata Jevi. Menurut Jevi, bunga melati dan biji pepaya memiliki potensi sebagai larvasida alami.

Bahan-bahan ini mengandung senyawa yang ramah lingkungan, tetapi mematikan bagi perkembangan nyamuk. Selain mudah dibuat dan pengolahannya yang sederhana, larvasida alami ini mudah terurai karena residunya mudah hilang. Berbeda dengan larvasida sin - te tis yang dapat menimbul - kan efek pencemaran lingkungan. Mereka melakukan ekspe - ri men di Laboratorium FMIPA UNS dengan menunjukkan hasil bahwa formula abate menun juk kan persentase kematian pada larva nyamuk DBD. Penelitian ini mendapatkan sponsor dari pro gram Pembelajaran dan Ke ma ha siswaan (Belmawa) Ristek Dikti. Kemudian pengaplikasian abate ini merupakan suatu usaha untuk menghindarkan masyarakat dari penyakit demam berdarah.

Produk ini dapat dibuat sendiri di rumah karena terbuat dari bahanbahan yang mudah didapat. Untuk industri, Javi menga takan dapat mengembangkan produk abate ini agar menam bahkan varian abate yang menarik sehingga tidak kalah saing dengan abate di pasaran. “Kelebihan produk abate kami yaitu harga terjangkau, tidak menimbulkan efek toksisitas, aman digunakan, dan mengurangi risiko pence - maran lingkungan karena bahannya terbuat dari ekstrak tumbuhan,” tambah Jevi.

Jevi berharap hasil penelitian ini dapat digunakan dalam pe - ngembangan produk abate se - ba gai inovasi bahan larvasida alami. Selain itu hal ini juga memberi kan kontribusi dalam peman faat an sumber daya alam biotik di Indonesia yang melimpah, khususnya sumber daya biji pe pa ya dan bunga melati.

Fandy