Edisi 21-07-2019
Megawati dan SBY Raih Penghargaan KPAI 2019


JAKARTA –Presiden RI Ke-5 Megawati Soekarnoputri dan Presiden RI Ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) secara bersamaan mendapat penghargaan khusus dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Keduanya dianggap berperan dalam meningkatkan perlindungan anak melalui kebijakan yang dibuatnya selama menjadi orang nomor satu di Tanah Air. Penghargaan untuk Megawati dan SBY merupakan bagian dari penghargaan KPAI 2019 yang diberikan kepada individu, lembaga pemerintah, daerah, rumah sakit, media massa, yayasan, dan institusi yang dianggap mempunyai kontribusi atau melakukan terobosan untuk mendukung dan meningkatkan perlindungan anak. Di antara institusi yang menerima penghargaan adalah Mahkamah Konstitusi (Kementerian/Lembaga Peduli Anak), Pemprov DKI Jakarta (Pemerintah Daerah Provinsi Peduli Anak), Musi Rawas Utara (Pemda Kabupaten dan Kota Peduli Anak), RSUD Kota Bekasi (Layanan Kesehatan Peduli anak), Mira Lesmana (Tokoh Inspiratif Peduli Anak), dan lainnya.

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto menyatakan, Megawati dan SBY mempunyai peran penting dalam melindungi anak di Indonesia karena dua tokoh itu mengeluarkan kebijakan penting ketika menjabat presiden. Dia mencontohkan, Megawati dahulu menerbitkan Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 77 Tahun 2003 tentang Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Adapun SBY mengeluarkan Inpres tentang Gerakan Nasional Anti- Kejahatan Seksual terhadap Anak (GN AKSA), perubahan Kementerian Pemberdayaan Perempuan menjadi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, hingga UU Pornografi. Menurut dia, seluruh kebijakan yang dicetuskan oleh mereka sangat berpengaruh dalam melindungi anak di Indonesia.

“Apa yang telah dicetuskan oleh presiden ke-5 dan ke-6 memiliki dampak luar biasa bagi ikhtiar perwujudan dan pemajuan penyelenggaraan perlindungan anak di Indonesia,” ucapnya dalam sambutannya di acara KPAI Award di Gedung iNews Center, Jakarta Pusat, Jumat (19/7). Pemberian penghargaan itu diwakili Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto yang mewakili Megawati. Sementara SBY diwakili oleh Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). “Mudahmudahan anugerah KPAI memberikan inspirasi sekaligus menjadi pemacu dan pemicu kemajuan kualitas anak Indonesia menjadi lebih baik,” katanya.

Susanto menuturkan, proses penilaian penerima penghargaan KPAI sesuai dengan indikator yang telah ditentukan. Lewat penghargaan ini, KPAI menaruh harapan lebih kepada seluruh pihak untuk dapat melindungi perempuan dan anak-anak. “Ini bagian dari ikhtiar kita meyakinkan publik bahwa banyak contoh baik dari penyelenggara negara,” katanya. Untuk Pemprov DKI Jakarta, penghargaan KPAI sebagai Pemerintah Provinsi Peduli Anak diterima langsung Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan. Menurut dia, penghargaan ini diperoleh berkat kerja keras dari seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD).

”Penghargaan ini merupakan hadiah untuk seluruh keluarga besar Pemprov DKI yang bekerja keras dalam membangun kota dan merupakan komitmen kita terhadap perlindungan perempuan dan anak,” ucap Anies saat menerima penghargaan di Gedung iNews, Jakarta Pusat, Jumat (19/7). Anies melanjutkan, melalui penghargaan ini, pihaknya akan terus berusaha meningkatkan program perlindungan bagi kaum perempuan dan anakanak.

“Alhamdulillah, pusat pelayanan terpadu pemberdayaan perempuan dan anak itu sudah berstandar dan unit reaksi cepat dengan layanan 24 jam juga berjalan dengan baik. Kita punya pos pengaduan dari 19 lokasi di seluruh Jakarta, ada Rumah Aman, juga dan Jakarta Siaga, telepon 112, tahun lalu sudah tersambungkan dengan polda,” ungkapnya. Untuk mendapatkan pelayanan secara maksimal, dia meminta kepada seluruh warga Ibu Kota untuk mengunduh aplikasi yang bernama Jakarta Aman. Nanti bisa saling melindungi bila terjadi sesuatu di daerahnya.

”Kita berharap bagi masyarakat bisa men-download aplikasi Jakarta aman sehingga kalau ada masalah, bisa langsung melaporkan sehingga orang-orang terdekat bisa langsung mengetahui. Makin banyak yang gunakan aplikasi ini, maka makin berkurang tingkat kejahatan,” katanya.

Okezone/komaruddin bagja arjawinangun