Edisi 21-07-2019
Teater Koma Pentaskan “Goro-Goro: Mahabarata 2”


Sukses mementaskan Mahabarata: Asmara Raja Dewa pada November 2018, Teater Komadidukung Bakti Budaya Djarum Foundation kembali menggelar pementasan terbarunya dengan judul Goro-Goro: Mahabarata 2.

Lakon ini merupakan produksi ke-158 dan sebagai pentas besar pertama Teater Koma pada 2019, dan akan dipen - taskan di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, mulai 25 Juli hingga 4 Agustus. “Dalam lakon terbarunya, Teater Koma kembali mengangkat kisah kehidupan para dewa dan wayang sebagai sebuah kelanjutan dari semesta Mahabarata yang telah dimulai dengan pentas Mahabarata: Asma ra Raja Dewa pada No vem - ber 2018. Semoga kelanjutan kisah klasik dari Indonesia yang dikemas secara modern oleh Teater Koma ini dapat meng ins - pirasi dan mengedukasi para penikmat seni, terutama generasi muda agar mereka semakin memaknai ajaran luhur yang tersirat dalam kisah-kisah per - wa yangan,” ucap Program Di - rectorBakti Budaya Djarum Foun dation Renitasari Adrian.

Selain mendukung pemen - tasan, Bakti Budaya Djarum Foundation juga berpartisipasi dalam program apresiasi seni pertunjukan Teater Koma. Pro - gram yang bertujuan untuk meng ajak 200 generasi muda atau milenial di Jakarta untuk menonton pertunjukan Teater Koma. Program ini diharapkan dapat memberikan ruang apre - siasi bagi masyarakat terutama generasi milenial yang belum pernah menonton karya Teater Koma sebelumnya sehingga mereka menemukan referensi mengenai sajian artistik serta konsep dramaturgi yang detail dari karya Teater Koma. Lakon Goro-Goro: Mahabarata 2ini berkisah tentang Semar dan Togog yang ditugaskan untuk turun ke Marcapada dan menghamba kepada raja-raja di sana. Semar menjadi punakawan para ksatria yang membela kebenaran.

Sedang Togog menghamba kepada para raksasa penyebar kejahatan. Kini Semar mengabdi kepada Raja Medangkamulyan, Prabu Srimahapunggung. Togog menghamba kepada Raja Raksasa Kerajaan Sonyantaka, Prabu Bukbangkalan. Di suatu masa, karena cin ta - nya ditolak, Batara Guru mengutuk Dewi Lokawati men - jadi tanaman padi, dan padi itu dianugerahkan kepada kerajaan Medangkamulyan untuk jadi bahan makanan utama Wayang Marcapada. Ketika Medang ka - mul yan panen padi melimpahruah, Sonyantaka malah dise - rang paceklik, maka Buk bangkalan sangat bernafsu merampok Medangkamulyan. Apakah Sonyantaka akan berhasil menyerang Medangkamulyan?

“Goro-Goro: Mahabarata 2 akan mengajak penonton untuk membayangkan dan memi kir - kan seperti apa pemimpin yang diinginkan, pemimpin yang mencintai perdamaian demi kenyamanan dan kemakmuran bersama atau justru yang mencintai pertikaian demi meraih kekuasaan tertinggi. Melalui proses latihan yang diselenggarakan secara rutin sejak Maret 2019 dan juga kolaborasi harmonis antara kostum, tata rias, desain artistik panggung, musik, multimedia, serta kepiawaian para pemain di atas panggung, saya harap pementasan ini dapat menjadi sebuah sajian yang unik dan menarik bagi para penikmat seni. Sehingga, ke depannya semakin banyak generasi muda yang tertarik untuk ikut berpartisipasi dan terjun ke dalam dunia seni pertunjukan,” ucap Nano Riantiarno, penulis naskah dan sutradara Goro- Goro: Mahabarata 2.

Pementasan Goro-Goro: Mahabarata 2kali ini didukung aktor-aktor kawakan seperti Slamet Rahardjo, Idries Pulungan, Budi Ros, Ratna Riantiarno, Sari Madjid, Netta Kusumah Dewi, Rangga Riantiarno, Tuti Hartati, Dorias Pribadi, Ratna Ully, Daisy Lantang, Alex Fatahillah, Raheli Dharmawan, Emanuel Handoyo, Bayu Dharmawan Saleh, Angga Yasti, Dana Hassan, Suntea Sisca, Andhini Puteri, Yulius Buyung, Sir Ilham Jambak, Zulfi Ramdoni, Andhini Puteri Lestari, Indri Djati, dan masih banyak lagi.

Tata Busana Rima Ananda bersama tata rias dan rambut garapan Sena Sukarya dibantu konsultan tata rias dan rambut Subarkah Hadisarjana dengan dukungan PAC Martha Tilaar akan berpadu dengan tata artistik garapan Idries Pulungan, tata cahaya besutan Deray Setyadi, latar animasi dan multimedia olahan Deden Bulqini, di mana tata gerak Ratna Ully serta arahan instruktur vokal Naomi Lumban Gaol akan diiringi musik komposisi dan aransemen karya Fero Aldiansya Stefanus.

Lakon ini juga mendapat sentuhan tata grafis SautIrianto Manik. Semua didukung oleh Pimpinan Panggung Ariffano Marshal, Pengarah Teknik Tinton Prianggoro, serta Pimpinan Produksi Ratna Riantiarno, di bawah arahan Co-Sutradara Ohan Adiputra dan Sutradara N Riantiarno.

Hendri irawan