Edisi 21-07-2019
Gudeg Sinuwun ala Kampung Jelok


Selain menawarkan keindahan alam berupa panorama pantai yang eksotik, Gunungkidul juga kaya akan aneka hidangan yang mampu menggoda lidah, seperti nasi sayur lombok ijo, nasi merah, thiwul, hingga kuliner ekstrem belalang yang sangat terkenal.

Namun, selain makanan-makanan tersebut, Gunungkidul juga masih memiliki kuliner yang jarang ditemui. Makanan perdesaan tersebut, yaitu gudeg sinuwun. Adalah Kampung Jelok Resto, sebuah rumah makan bernuansa perdesaan, yang rutin menyaji kan - nya. Rumah makan ini terletak di Dusun Jelok, Desa Beji. Sebuah kampung yang awalnya terisolasi, tapi kini berubah menjadi area rumah makan khas perdesaan dengan menu andalan gudeg sinuwun. Menurut pemilik Kampung Jelok Resto, Tinus Tri Sulistyo, pihaknya sengaja mengajak pengunjung untuk kembali ke masa lalu. Salah satunya melalui menu tradisional gudeg sinuwun yang bercita rasa khas perdesaan dengan bahan utama jantung buah pisang.

Dengan memberdayakan warga dusun tersajilah sebuah menu yang cukup lezat dengan berbahan dasar jantung buah pisang tersebut. Sajian akan lebih nikmat saat dipadu dengan ikan bakar atau ayam kampung goreng plus sambal khas Kampung Jelok. Tidak heran, setiap Sabtu dan Minggu, kuliner satu ini selalu diburu pengunjung. Mereka pun biasanya akan berlama-lama menikmati sajian sekaligus pemandangan alam nan sejuk. Hamparan sawah serta Sungai Oya yang mengelilingi dusun menambah syahdu suasana. Bisa dibayangkan, kita menyantap gudeg makan siang atau sore hari di sebuah resto perdesaan dengan pemandangan alam yang indah serta rumah-rumah unik perdesaan. Belum lagi dengan eksotisme lampu pada petang hari, menjadikan suasana berkumpul dan makan terasa layaknya terjadi pada zaman dulu.

“Gudeg sinuwun menjadi menu andalan kami ka rena ini ikon perdesaan. Kami memang sengaja meng ajak pengunjung kembali ke masa lampau di desa, dengan nostalgia makanan perdesaan,” ung kap Tinus kepada KORAN SINDO belum lama ini. Bagi Tinus, upaya mengangkat gudeg sinuwun menjadi menu khas merupakan bagian dari kebanggaannya sebagai orang desa. Apalagi, rasa gudeg ini tidak kalah dengan gudeg nangka yang menjadi andalan Yogyakarta. “Dari segi cita rasa, kami berani diadu, bahkan lebih nikmat gudeg sinuwun,” ulasnya. Untuk membuat menu gudeg sinuwun ini ada beberapa bahan yang harus disediakan. Di anta ra nya jantung pisang sebagai bahan utama ke mu di an ikan nila. Jantung pisang dicincang agar lebih ke cil layaknya sayuran.

Kemudian disiapkan bum bu-bumbu dapur, seperti gula jawa, garam, lengkuas, daun salam, ketumbar, jahe, serta ba wang putih dan bawang merah. Semua bumbu di tumbuk, kemudian dimasak dengan air santan kelapa asli. Setelah beberapa saat jantung pisang yang sudah dicincang dimasukkan dan terus diaduk. Ikan nila yang sudah bersih juga dima suk - kan untuk menambah cita rasa. Setelah masak, biasanya api dikecilkan hingga kuahnya sedikit.

“Nah, gudeg ini disajikan dalam keadaan sedikit kering,” ungkap Tinus. Jika hendak menikmati menu perdesaan yang unik dan menggugah selera ini, kita tidak harus menge luarkan biaya yang mahal. Dengan membayar Rp35.000, kita sudah bisa menikmati sepaket menu lengkap dengan lauk ayam kampung serta minuman khas perdesaan. Mirna, salah satu pengunjung dari Yogyakarta, mengakui kelezatan gudeg sinuwun di Kampung Jelok Resto. Perjalanan cukup melelahkan dari Yogyakarta dan harus menyeberangi Sungai Oya terobati setelah menyantap sajian tradisional di lokasi yang memiliki pemandangan alam serta desain rumah makan nan eksotik.

Suharjono