Edisi 21-07-2019
Mulai Habis Kesabaran


MONTE CARLO - Alexander Zverev mengaku kesabarannya mulai habis terhadap Ivan Lendl, sang pelatih. Pasalnya, petenis Jerman berusia 22 tahun ini merasa Lendl sudah tidak serius melatih dirinya.

Buktinya, dia belum juga menunjukkan peningkatan permainannya sepanjang ATP Tour musim ini. Padahal, Zverev merupakan salah satu petenis muda yang diprediksi menggantikan para senior, seperti Rafael Nadal, Novak Djokovic, dan Roger Federer. Dia dinilai punya talenta luar biasa. Zverev telah bekerja sama dengan Lendl sejak Agustus 2018. Sejak itu, dia berhasil memenangkan dua gelar juara, termasuk trofi terbesar dalam kariernya sejauh ini di ATP Finals, London musim lalu. Namun, Zverev mendapatkan hasil beragam dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan, dia langsung tersingkir dari babak pertama setelah kalah dari Jiri Vesely di Wimbledon 2019.

Kekalahan itu menjadi yang pertama terjadi di babak pertama grand slamsejak Prancis Terbuka 2017. Kini, jelang turun di Hamburg Terbuka, pekan depan, Zverev mengonfirmasi dirinya meminta Lendl untuk menunjukkan komitmennya sebagai pelatih pribadinya. Pasalnya, petenis berusia 22 tahun ini mengaku ada yang “aneh” saat menjalani latihan. “Kadang-kadang kami pergi ke lapangan latihan dan sesi latihannya berakhir lebih dari 2 jam dan selama 30 menit dia membicarakan tentang golfnya,” kata Zverev dilansir tennistonic. “Kami membicarakannya dan saya mengatakan kepadanya bahwa dia seharusnya lebih fokus dengan tenis,” sambungnya.

Selain Lendl, Zverev juga terlibat kasus di luar lapangan dengan mantan manajernya. Dia berpisah dengan Patricio Apey pada saat off-seasonakhir musim lalu. Namun, sejak saat itu keduanya terlibat kasus hukum setelah Apey melaporkan bahwa kontrak di antara keduanya valid sampai musim 2023. Zverev sebelumnya mengakui bahwa kasus hukum tersebut berdampak negatif terhadap permainannya. “Saya harap kasus itu tidak akan menjadi masalah lagi,” tukas Zverev.

“Hal itu akan lebih jelas dalam beberapa waktu ke depan. Perlahan, semuanya akan lebih jelas sehingga saya bisa sepenuhnya berkonsentrasi lagi dengan tenis,” ucap Zverev. Sejauh ini, petenis peringkat 5 dunia itu telah mencatatkan 25- 14 sepanjang ATP Tour 2019. Pada Februari lalu, dia melenggang ke final di Acapulco sebelum kalah dari Nick Kyrgios. Lalu pada Mei lalu, petenis kelahiran Hamburg, Jerman, ini merebut gelar pertamanya pada musim ini usai menjadi juara di Jenewa. Di Hamburg pekan depan, Zverev akan menjadi petenis unggulan kedua dan menjadi salah satu dari tiga petenis peringkat 10 besar dunia, selain Dominic Thiem dan Fabio Fognini, yang akan turun di turnamen tersebut.

“Saya ingin berada di rumah tahun ini, bermain di Hamburg. Di mana saya tahu saya akan bermain di rumah, masyarakat sekitar pasti akan berada di belakang saya, dan saya tahu saya akan didukung penuh di sana,” ungkap Zverev. lraikhul amar Rebut Etape 13, Alaphilippe Cetak Sejarah PAu– Julian Alaphilippe tampil luar biasa pada etape 13 Tour de France 2019. Bukan hanya menjuarai etape tersebut, dia juga mencetak sejarah. Alaphilippe menjadi pembalap sepeda Prancis pertama yang memenangkan - individualtimetrial( ITT) sejak 1984. Hebatnya lagi, prestasi itu dia raih pertepatan pada peringatan 100 tahunyellow jersey Tour de France.

Alaphilippe membuat orang geleng-geleng kepala. Tidak ba - nyak yang menyangka pemba - lap Prancis itu bisa meraih yellow jersey. Turun terakhir di lin tasan 27,2 km di Kota Pau, Pran cis, Alaphilippe mampu mem - bungkam semua yang me ra - gukan. Etape 13 pada Jumat (19/7) waktu setempat atau Sab - tu (20/7) WIB, pembalap ber usia 27 tahun ini mampu men catat waktu 35 menit, ber ke cepatan rata-rata 47,3 km/jam. Alaphilippe mampu menga - lahkan salah satu unggulan etape ini, yakni Geraint Thomas (Team Ineos) dengan jarak 14 detik. Sementara Thomas de Gendt (Lotto- Soudal) finis di posisi ketiga. Dengan hasil ini, Alaphilippe akan terus menge na kan yellow jersey.

Dia bahkan menambah jaraknya di atas Thomas yang berada di posisi kedua general classification(GC). Sekarang, Alaphilippe bu - kan lagi dianggap sebagai pema - kai yellowjersey sementara. Dia tidak boleh lagi diremehkan da - lam perebutan juara overall. “Sa - ya tahu bisa tampil baik di rute sedikit menanjak di awal. Saya memberikan segalanya,” ujar Alaphilippe, dilansir Eurosport. Menanggapi performa Alaphi lippe yang luar biasa, Tho mas mengatakan pembalap Prancis itu bisa menjadi ancam - an signifikan dalam upayanya memenangkan Tour de France berturut-turut.

“Tentu saja, dengan cara dia berkuda. Jika terus melakukannya, dia akan menang,” kata Thomas. Para unggulan GC tampil beragam di etape ITT. Steven Kruijswijk (Jumbo-Visma) tam - pil baik dan naik ke posisi ketiga menyalip Egan Bernal (Team Ineos). Rigoberto Uran (EF Edu - cation First) juga masuk pering - kat 10 besar. Kecelakaan menyeramkan juga membumbui etape 13 ini. Bintang muda sekaligus juara nasional ITT Belgia Wout van Aert menabrak pagar pengaman secara mengerikan.

Ada bagian pagar yang merobek pahanya sehingga Van Aert harus mendapatkan perawatan di sisi lintasan, kemudian diangkut pakai ambulans. Pembalap Jumbo- Visma ini harus mundur dari Tour de France 2019.

Sazili must







Berita Lainnya...