Edisi 21-07-2019
Proses Produksi Kopi Terbaik


KORAN SINDO berkesempatan untuk mengikuti Nespresso Origins Trip 2019 yang diadakan di Ciwidey, Bandung. Di kegiatan ini, KORAN SINDO mengetahui lebih lanjut mengenai produksi kopi dengan menggunakan AAA Sustainable Quality Program atau Program AAA .

Menurut Sustainability Project Manager Nestle Nespresso SA Manu Jindal, pihaknya bermitra dengan Rainforest Alliance pada tahun 2003 untuk mengembangkan Program AAA . Program ini telah berkembang dengan melibatkan lebih dari 75.000 petani kopi di seluruh dunia. Petani AAA bekerja dengan tim yang terdiri lebih dari 400 ahli agronomi. “Kerja sama ini untuk memastikan bah - wa petani meng gunakan praktik pertanian terbaik untuk menghasilkan kopi berkualitas tinggi, meningkatkan produktivitas, dan mengelola pertanian,” ujar Manu saat ditemui di Ciwidey, Bandung, Selasa (2/7). Manu menambahkan, pihaknya bekerja secara lang - sung dengan petani melalui sistem agronomi yang lebih efektif. Tak hanya itu, pihaknya membayar harga premium untuk biji kopi.

“Kami men dorong hubungan jangka pan jang berdasarkan keamanan, profitabilitas, dan loyalitas. Hal ini memung kinkan kami untuk mengenal petani kami dan jenis kopi yang tumbuh,” ujar Manu. Kegiatan utama acara ini dimulai pada hari kedua, tepatnya pada 2 Juli lalu. Perjalanan ditempuh selama kurang lebih dua jam dari pusat Kota Bandung menuju perkebunan kopi yang mene - rap kan Program AAA pertama di Tenjolaya Ciwidey. Perke - bun an ini dimiliki oleh Pak Ayi dan Pak Cecep. Keduanya mempelajari tentang pendekatan Program AAA untuk perkebunan kopi. “Awalnya kami adalah petani sayuran, namun jika bertanam sayuran, maka kami harus membuka lahan di hutan. Karena itulah, kami beralih menanam kopi karena tidak harus merusak hutan,” ujar Pak Ayi.

Pak Ayi merupakan salah satu petani kopi yang menerapkan Program AAA yang diinisiasi Nespresso di Jawa Barat sejak 2015. Program ini mendapat dukungan dari Olam Specialty Coffee, sebuah organisasi pemasok yang memproduksi, mencari dan memperda gang - kan kopi dengan Panguyuban Sunda Hejo Klasik Beans. Pak Ayi menyebutkan bahwa penanaman benih kopi dilakukan dengan cara gene ratif, yakni dengan cara me nyemai benih atau biji. Benih kopi yang ditanam adalah dari biji kopi merah atau yang biasa disebut cherry .

“Cherry untuk pembibitan diambil dari pohon kopi berusia enam tahun ke atas yang telah berwarna merah, besar, dan tidak cacat. Hal ini untuk memastikan pohon kopi tumbuh dengan baik,” tutur Pak Ayi. Tak hanya menjelaskan mengenai cherry terbaik untuk pembibitan pohon kopi, Pak Ayi juga menjelaskan mengenai cara pemetikan cherry . KORAN SINDO dan media lain pun ber - kesempatan memetik cherry yang sudah benar-benar ma - tang. Menurut Pak Ayi, cherry yang dipetik adalah cherry yang berwarna merah gelap. “Cara petik yang benar adalah de - ngan diputar sedikit, hingga cherry terlepas dari ranting. Jangan ditarik karena hal ini akan menyebabkan ranting menjadi rusak dan memengaruhi pertumbuhan cherry selanjutnya,” ujar Pak Ayi.

Setelah menjelajahi kebun kopi, perjalanan dilanjutkan ke selter kopi milik Olam. Di selter ini para petani akan menimbang cherry yang telah dipetik. Hasil timbangan ini kemudian dikonversikan ke dalam sebuah kupon yang jika sudah terkumpul banyak dapat ditukarkan dengan uang tunai. Menurut fasilitator dari Olam, Abyatar, cherry yang sudah dikumpulkan kemudian dikupas kulitnya dengan menggunakan mesin dan air. Mesin ini memisahkan antara biji kopi dan kulit yang berwarna merah. “Proses berlanjut dengan perendaman untuk membersihkan lendir. Biji kopi yang sudah bersih kemudian akan dijemur di tempat khusus selama 3-4 hari tergantung terik matahari dan cuaca,” ujar Aby.

Aby menyebutkan, saat proses pengeringan pertama, biji kopi harus terus dibolakbalik agar biji kopi benar-benar kering. Proses penyortiran pun terus dilakukan mulai dari pe - nge lupasan hingga tahap akhir pengeringan. Hal ini untuk mendapatkan biji kopi terbaik. Selanjutnya biji kopi yang su - dah kering dikirim ke dry mill. “Di tempat ini biji kopi akar disortir kembali berdasar kan ukuran, kepadatan, dan warna. Selanjutnya biji kopi terbaik akan dikirim ke Swiss untuk dipanggang, digiling, dikemas, dan kemudian dijual secara global oleh Nespresso,” ujar Aby.

Dwi nur ratnaningsih