Edisi 21-07-2019
Kaca Film Korea Sapa Indonesia


MASYARAKATsemakin dimanjakan dengan banyaknya kaca film yang ada saat ini. Tidak hanya dari dalam negeri, tetapi juga dari luar negeri. Kini kaca film dari Korea, Pavise, mencoba masuk ke bisnis kaca film di Indonesia.

Memanfaatkan ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019, Pavise yang dipasarkan PT Kawan Berkarya Mandiri menawarkan teknologi kaca film terbaru yang mampu menolak sinar UVA 100%. Menurut Cheah Wai Hong, Presiden Direktur Pavise Indonesia, saat ini banyak kaca film yang mengklaim mampu menolak sinar UVA. Namun, mereka tidak berani menjamin kemampuan penolakan itu mencapai 100%. “Kami brand kaca film dari Korea Selatan pertama yang masuk ke Indonesia, yang menawarkan banyak keunggulan. Salah satu yang utama adalah kaca film Pavise mampu menghalau sinar UV dan garansi yang sangat panjang,” ujar Cheah Wai Hong.

Dia menambahkan, kaca film Pavise memiliki beberapa keunggulan. Pavise 100% mampu menangkal sinar UV-A, UVB, dan UV-C. “Pavise mampu menghalau sinar UV dan memiliki garansi hingga 10 tahun. Itu menjadi keunggulan kami dibandingkan kaca film lainnya,” bebernya. Perlindungan dari paparan sinar UV-A tentu dirasa penting bagi masyarakat. Sebab, dampak sinar UV mengakibatkan proses penuaan kulit yang cenderung lebih cepat. “Kami (Pavise) menjual kualitas dengan harga kompetitif sehingga dapat terjangkau masyarakat luas di Indonesia,“ kata Choi Dae Sok, President of Pavise Car Korea Selatan. Untuk pasar automotif Tanah Air, kaca film Pavise hadir dalam enam model yang ditawarkan.

Misalnya, Entry PV Economy dipasarkan dengan harga paket pemasangan per mobil (kecil, sedang, besar) Rp1,3 juta. Selama GIIAS 2019, konsumen berkesempatan meraih diskon 20% dan cukup membayar Rp1,040 juta. Model termahal dipasarkan dengan harga Rp4,6 juta. Spesial di ajang GIIAS, kaca film ini ditawarkan dengan diskon 30% menjadi hanya Rp3,22 juta. Sekadar informasi, garansi 10 tahun untuk kaca film Pavise yang bisa didapat konsumen antara lain jika selama 10 tahun penggunaan kaca film mengalami perubahan warna serta pemasangannya mengalami pengelupasan, bukan karena insiden.

Wahyu sibar