Edisi 21-07-2019
Kopi dari Lima Negara Tropis


DIbelahan bumi ini terdapat negara, khususnya negara tropis, yang menghasilkan kopi seperti Etiopia, Kolombia, Indonesia, Nikaragua, dan India. Setiap negara tersebut menghasilkan kopi dengan profil rasa khas yang berbeda-beda.

Saat mengikuti Master Class Coffe di Butik Nespresso Plaza Indonesia, KORAN SINDO diajarkan mengenali profil rasa kopi dari lima negara. Head of Coffee di Nespresso Karsten Ranitzsch menyebutkan, setiap kopi di Etiopia, Kolombia, Indonesia, Nikaragua, dan India memiliki proses produksi dan cita rasa yang berbeda-beda. Di Etiopia, biji kopi disisir setiap jam dengan tangan secara cermat untuk memastikan pengeringan yang merata. Para petani lokal di Etiopia telah menyempurnakan teknik proses pengeringan kering kuno selama bertahuntahun, mengeringkan seluruh biji kopi di matahari dataran tinggi untuk mengolah rasa buah yang lembut. “Karena itulah, kopi Etiopia memiliki profil rasa flowery & bright karena mengalami proses pengeringan alami,” ujar Ranitzsch di Plaza Indonesia, Jakarta, beberapa waktu lalu .

Sementara itu, kopi di Kolombia memiliki waktu panen yang didorong hingga maksimal. Setiap cherry kopi dibiarkan di pohon, hingga terjadi fermentasi dan warna cherry berubah hingga ungu gelap untuk kemudian dipetik. “Kopi dibiarkan matang di cabang pohon karena itulah kopi jenis ini memiliki profil rasa fruity & vibrant ,” ujar Ranitzsch. Menurut Sustainability Project Manager Nestle Nespresso SA Manu Jindal, adapun di Indonesia, tepatnya di Sumatera, petani menggunakan metode penggilingan basah. Lebih lanjut dia mengatakan, kelembapan yang konstan di Sumatera telah membuat petani menggiling biji kopi ketika masih basah, menciptakan tekstur yang kaya, lembut, dan halus seperti kayu. Tak heran kopi ini memiliki profil rasa rich & woody .

Di Nikaragua, para petani setempat menggunakan metode black honey . Biji kopi dalam metode ini dibiarkan dalam lapisan buah alami sambil dikeringkan. Hal ini untuk membiarkan biji kopi yang menyerap gula alami. “Profil rasa Nikaragua adalah sweet & harmonious ,” ujar Ranitzsch. Adapun kopi yang bersumber dari tanah di India mengalami teknik monsoon kuno yang meniru teknik zaman dahulu. Biji kopi dalam teknik ini diangkut menggunakan kapal dan menyerap kelembapan dari laut dan membuat biji kopi membengkak hingga menghasilkan rasa baru yang unik. “Proses kuno ini dibawa ke abad ini dengan menggunakan jenis robusta daripada menggunakan jenis yang lebih khas, arabika.

Profil rasa kopi dari India, yakni intense & spicy ,” ujar Ranitzsch. Kelima kopi tersebut dihadirkan dalam koleksi Master Origin baru dari Nespresso. Setiap kopi dari Master Origin telah melalui perjalanan dalam penemuan yang unik. Para ahli kopi Nespresso menjelajahi dunia untuk menemukan daerah sumber kopi terbaik.

“Teknik yang digunakan dalam proses pembuatan ini memainkan peran yang sangat penting dalam menciptakan profil kopi akhir dan dengan kopi Master Origin. Kami ingin memainkan ide ini dan melihat bagaimana kami dapat menggunakan campuran tradisional, baru, serta metode yang diadaptasi untuk menghasilkan lima kopi yang berbeda dan orisinal,” ujar Ranitzsch.

Dwi nur ratnaningsih