Edisi 13-08-2019
Ganjil-Genap, Pengendara Cari Jalan “Tikus”


JAKARTA –Pengendara kendaraan pribadi mencari jalan “tikus” atau alternatif untuk menghindari kawasan perluasan ganjilgenap yang mulai diujicobakan kemarin. Area ganjil-genap bertambah menjadi 16 titik dari sebelumnya sembilan titik.

Uji coba dilaksanakan hingga 6 September dan pada 9 September mendatang dilakukan penegakan hukum. Pada uji coba polisi hanya menegur, ti - dak melakukan pemberian surat bukti pelanggaran (tilang). Meski demikian, banyak pengendara yang menghindari area ganjil-genap. Menurut Rizki, salah satu pengendara, kebijakan ini mem buatnya tidak bebas berge rak. Dia harus mencari jalanjalan “tikus” yang pastinya lebih padat dari jalan yang biasanya. “Jalan-jalan tikus pasti lebih macet karena pengen dara ba nyak yang akan meng - gunakan jalan-jalan itu buat hindari ganjil-genap,” ujarnya kemarin.

Ridwan, pengendara yang se hari-harinya bekerja di Po n - dok Labu, Jakarta Selatan, me - ngaku bingung karena setiap harinya melewati kawasan Fat - mawati yang merupakan jalur ganjil-genap. ”Apalagi saya se - kalian antar anak sekolah,” kata nya. Dia pun bakal mencari jalur alternatif lain karena diper ki - rakan jalur itu pun pasti padat. “Kita mau ke Pondok Indah pasti macet. Ya, lewat mana lagi jalur ‘tikus’ pasti macet,” ucapnya. Masih banyak juga pengen - dara yang baru mengetahui per - luasan area ganjil-genap seperti di ruas Jalan Fatmawati, Ja kar - ta Selatan. ”Baru tahu pas lihat ramai-ramai gini dan bagikan selebaran dari petugas,” ujar Iwan.

uku Dinas Perhubungan Ja karta Selatan membagikan brosur dan memasang spanduk terkait pelaksanaan kebijakan perluasan ganjil-genap di ka - wasan Jalan Fatmawati. “So sia - lisasi ini akan kita terus la k sa - nakan hingga kebijakan mulai diberlakukan,” kata Kasudin Perhubungan Jakarta Selatan Christianto. Selama sosialisasi instan si - nya mengerahkan 125 personel setiap harinya. “Kami tem pat - kan di 26 titik di mana lokasi ini titik masuk kawasan ganjil-ge - nap,” ucapnya. Selama kegiatan ini pihaknya fokus menyam pai - kan informasi kepada masya - rakat. Di Jakarta Timur, so sia - lisasi dan uji coba dilakukan di Jalan Pramuka, Jalan Perintis Ke mer dekaan, Pulo Mas, dan Pe muda.

Menurut Kasi Lalu Lin tas Suku Dinas Per hu - bungan Jakarta Timur An - dreas Eman, banyak warga su - dah me nge tahui kebijakan yang mulai di terapkan pada 9 September men datang. Mas - ya rakat me nge tahui dari pem - beritaan di media massa mulai dari media online, cetak, dan televisi. Pengendara yang me lang - gar hanya ditegur. Hal ini untuk mem biasakan mas ya ra - kat de ngan kebijakan ter - sebut. ”Bia sa nya kalau pagi di Jalan Pra muka macet. Se ka - rang be gitu lowong,” kata Andreas. Dia ber harap sistem ini terus mem be rikan nilai positif di be berapa ruas jalan yang terkena per luas an ganjilgenap. Kasubdit Pembinaan dan Penegakan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP M Nasir mengatakan, sosialisasi dan uji coba tidak hanya di Jakarta Timur dan Jakarta Selatan, tapi di seluruh wilayah Ibu Kota.

“Sudah ada perintah kepada seluruh Kasatwil Lantas di seluruh wilayah hukum Polda Metro Jaya, terutama yang ter kena imbas perluasan kebijakan ganjil-genap,” ucapnya. Selama sosialisasi polisi ha - nya menegur, belum ada penindakan tilang. Namun, sete - lah 9 September pihaknya akan melakukan penindakan berupa tilang. “Kita berharap kebijakan ini juga mengurangi kemacetan di Jakarta,” ucapnya. Area per - luasan kebijakan dilakukan di wilayah yang sudah memiliki kepadatan lalu lintas cukup parah.

Helmi syarif/ yan yusuf