Edisi 13-08-2019
KPK Geledah Ruang Kerja Dhamantra


JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kemarin menggeledah ruang kerja I Nyoman Dhamantra di DPR serta ruang kerja dua direktur jenderal di dua kementerian.

Pelaksanaan harian Kepala Biro Humas KPK Chrytelina GS membenarkan kemarin tim penyidik KPK turun ke tiga lokasi untuk serangkaian penggeledahan. Pertama, ruang kerja tersangka penerima suap yang juga anggota Komisi VI DPR dari Fraksi PDIP I Nyoman Dhamantra (sudah dipecat dari PDIP). Kedua, ruang kerja Di rektur Jenderal Holtikul tura Kementerian Pertanian (Kementan) Prihasto Setyanto. Ketiga, ruang kerja Direktur Jen deral Perdagangan Luar Ne geri Kementerian Perdagang an (Kemendag) yang saat ini dijabat Indrasari Wisnu Wardhana. Di antara tiga lokasi ter sebut, ada yang sudah selesai dan ada juga yang masih digeledah.

Chrytelina mengatakan, penggeledahan di tiga lokasi ini untuk kepentingan pengem bangan penyidikan kasus dugaan suap pengurusan rekomendasi impor produk hortikultura (RIPH) dari Kementerian Per - tanian (Kementan) dan Surat Persetujuan Impor (SPI) dari Ke menterian Perdagangan (Kemendag) 2019 atas kuota im por 20.000 ton bawang pu tih. “Dari tiga lokasi tersebut sejauh ini baru disita sejumlah dok umen yang terkait impor yang menjadi kewenangan dari Ke - mentan dan Kemendag dan ba - rang bukti elektronik. Uang nya sampai saat ini belum ada kon - fir masi. Dokumen-doku men yang kami sita untuk mem per - kuat kasus tentunya,” ung kap Chrytelina di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, tadi ma lam.

KPK telah menetapkan enam orang sebagai tersangka ka sus dugaan suap peng urus an RIPH dari Kementan dan su rat persetujuan impor (SPI) Ke - mendag tahun 2019 atas ku ota impor 20.000 ton bawang putih. Mereka terbagi menjadi dua golongan. Sebagai tersang - ka penerima suap adalah ang - go ta Komisi VI DPR dari Fraksi PDIP I Nyoman Dhamantra, orang kepercayaan Dhaman - tra sekaligus Presiden Direktur PT Asiatech Integrasi Mirawati Basri, dan Elviyanto (swasta). Sebagai tersangka pemberi suap adalah pemilik PT Cahaya Sakti Agro (CSA) Chandry Suan da alias Afung, pengusaha bernama Zulfikar, dan Doddy Wahyudi (swasta).

Suap yang diberikan Afung dkk untuk I Nyoman Dha mantra dkk sebesar Rp2,1 miliar. Uang diberikan lebih dulu melalui mekanisme transfer antar-rekening dan berujung pen transferan Rp2 miliar ke rekening kasir perusahaan money changer milik Dhamantra. Sisanya, Rp100 juta, tetap dipe gang Doddy Wahyudi dalam rekeningnya—kelak akan digunakan untuk operasional pengurusan izin. Angka Rp2,1 miliar tersebut merupakan bagian dari keseluruhan ko mitmen fee Rp3,6 miliar yang diminta Dhamantra dan disetujui Afung. Chrytelina melanjutkan, ku run Jumat (9/8) hingga Sabtu (10/8) ada serangkaian peng geledahan yang telah dila - ku kan tim KPK.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Per dagangan Fajarini Puntodewi dan Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Kementerian Pertanian Arief Cahyono belum memberikan respons saat dihu bungi KORAN SINDO. Bebe rapa kali panggilan masuk dari KORAN SINDO tidak diangkat oleh Fajarini dan Arief. Arief hanya membaca pesan sing kat via WhatsApp, sedang - kan Fajarini membalas pesan singkat, tetapi dia meminta agar tidak dikutip.

Sabir laluhu