Edisi 13-08-2019
Bank Mantap Perkuat Penetrasi Pembiayaan Produktif


BANDUNG - Bank Mandiri Tas pen (Bank Mantap) bakal memperkuat penetrasi pembiayaan produktif bagi pensiunan abdi negara melalui skema kombinasi kredit usaha rakyat (KUR).

Skema tersebut di harap kan meringankan debitur dengan suku bunga lebih ter jangkau. Direktur Utama Bank Mantap Josephus K Triprakoso mengatakan, perseroan telah menda pat persetujuan menjadi salah satu bank penyalur KUR sehingga dalam waktu dekat pembiayaan tersebut bisa se gera direalisasikan. Nantinya skema yang akan dikembangkan Bank Mantap untuk menya lurkan pembiayaan ini adalah KUR kombinasi, yaitu pinjaman KUR dan program pinjaman pro duktif Bank Mantap, Mantap Sejahtera. Skema kombinasi ini akan memberi peluang bagi debitur mendapatkan pinjaman lebih besar.

”Nanti di situ kami akan tawarkan KUR kombinasi. Karena kalau hanya dari KUR plafonnya maksimal Rp25 juta. Kalau misalnya untuk pin ja m - an usaha hidroponik, setidaknya perlu Rp60 jutaan,” kata Josephus pada acara penyerahan bingkisan kepada perwakilan masjid dan lansia di Kantor Bank Mantap Bandung, Jalan Dipone goro, Bandung, kemarin. Menurut dia, KUR pens iunan akan memiliki arah ke bi jakan hampir sama dengan KUR mikro. Salah satunya bunga pinjaman 7% per tahun dan plafon maksimal Rp25 juta.

Pinjaman KUR diberikan untuk usaha mikro dan kecil produktif. Josephus menekankan, pem biayaan KUR kombinasi Ban k Mantap akan diarahkan ke sektor produktif. Hal itu menjadi tantangan tersendiri, melihat profil debitur Bank Mantap yang mayoritas pada pensiunan yang sebagian be - sar debiturnya meminjam un - tuk kepentingan kon sumtif. ”Pen siunan biasanya di gu - nakan kons umtif. Nah, ini ka - mi akan arahkan untuk meng ubah mind set dulu. Kita akan dorong ke usaha pro - duktif ba gi para pensiunan,” ucapnya. Penyaluran KUR Bank Man - tap tahun ini belum bisa mak - simal lantaran terbatasnya sisa periode 2019. Sisa waktu se ki - tar 4 bulan ke depan ini, akan dimanfaatkan untuk uji coba.

Sementara ini, pihaknya juga belum mendapat alokasi penyaluran KUR untuk periode 2019 di Bank Mantap. ”Secara po tensi, pem biayaan untuk pen siunan itu memang besar, tapi bagaimana ini diarahkan untuk hal produktif. Ya, harapan kami pembiayaan dari KUR ini tahun depan bisa mencapai angka Rp500 miliar hingga Rp600 mi liar,” ungkap Josephus. Pemerintah terus berusaha meningkatkan penyaluran KUR. Pada 2015 pemerintah me nyubsidi KUR hingga Rp22,75 triliun. Nilainya di tam - bah pada 2016 sebesar Rp94,4 triliun, dan 2018 men jadi Rp120 triliun. Tahun ini pemerintah menargetkan da pat mengu curkan KUR Rp139,01 triliun.

Sementara itu, Bank Mantap menyalurkan daging kurban kepada puluhan warga lanjut usia (lansia), terutama dari kalangan tak mampu. Selain menyalurkan heran kur - ban, Bank Mantap juga mem - berikan sumbangan Alquran. Kegiatan pemberian hewan kurban Bank Mantap dilakukan bersama Pemerintah Kota Bandung Bidang Perlindungan dan Hak Lanjut Usia, serta Ko mu - nitas Pensiun Mantap. Hewan kurban diberikan kepada se ki - tar 50 lansia dari 4 kecamatan di Kota Bandung.

Josephus mengatakan, kegiatan pem be ri an daging kurban merupakan bentuk ke pedulian sosial Bank Mantap kepada generasi lansia. Program ini juga kegiatan lanjutan yang sebelumnya diadakan pada Idul Fitri 1440 H. Sebelumnya Bank Mantap memberikan bingkisan kepada masyarakat, khususnya pen - siunan PNS dan TNI/Polri yang telah mendukung dan mem - berikan kepercayaan Bank Man tap.

Arif budianto