Edisi 13-08-2019
Ekspor Batubara Diminta Dihentikan Bertahap


JAKARTA – Pemerintah di - min ta untuk menghentikan eks por batubara secara bertahap. Langkah tersebut guna memperkuat ketahanan pasokan energi nasional.

“Rata-rata volume ekspor batubara mencapai 300 juta ton per tahun, mengalahkan Rusia ataupun Australia. Batubara sebagai energi yang tidak dapat diperbarui sebaiknya bertahap dihentikan untuk mencukupi ke butuhan domestik,” ujar W akil Ketua Komisi IV DPR RI Viva Yoga Mauladi saat diskusi di Gedung DPR, Jakarta, kemarin. Menurut Viva, pemerintah bisa lebih ketat dalam melakukan pembatasan produksi batu - bara. Pembatasan produksi diperlukan supaya tidak terus di - eksploitasi penambang. “Se bagi an besar produksi batubara yang diekspor mencapai 85%, sisanya untuk mencukupi kebu - tuhan domestik. Karena itu, perlu adanya pembatasan lebih ketat supaya ke depan tidak banyak impor,” desaknya.

Hal senada dikatakan Direk - tur Eksekutif Center for Indo - nesia Resources Strategic Stu - dies (Ciruss) Budi Santoso. Budi meminta supaya pemerintah le - bih hati-hati dalam memberi - kan izin kepada pengusaha da - lam mengeruk hasil tambang batubara untuk diekspor. Budi menyarankan supaya produksi batubara secara opti - mal untuk mencukupi kebu tuh - an domestik. Pemerintah dapat mendorong badan usaha mela - ku kan gasifikasi batubara. “Apa bila produksi batubara ber - lebih, sebaiknya dibatasi bukan di ekspor atau badan usah di do - rong melakukan gasifikasi batu - bara sehingga bermanfaat lebih di dalam negeri,” katanya.

Dia menandaskan pengem - bangan proses konversi batu - bara ke dalam bentuk synthetic natural gas (syngas) dipastikan mampu mengurangi subsidi elpiji. Di mana subsidi elpiji se - tiap tahun sebesar 6,2 juta ton atau mencapai Rp75 triliun per tahun. “Manfaat gasifikasi ba tu - bara besar sekali. Batubara itu termasuk energi murah dan kita kaya akan batubara. Itu seha - rus nya secara optimal bisa di - man faatkan untuk dalam nege - ri,” kata Budi.

Nanang wijayanto