Edisi 13-08-2019
Harga Properti Residensial Melambat


JAKARTA – Bank Indonesia (BI) mengindikasikan bahwa kenaikan harga properti residensial di pasar primer pada kuartal II/2019 melambat dibandingkan kuartal sebelumnya.

Hal ini tecermin dari kenaikan Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) secara kuartalan pada kuartal II/ - 2019 sebesar 0,20% (qtq), lebih rendah dibandingkan 0,49% (qtq) pada kuartal se be - lumnya. Direktur Eksekutif Depar - te men Komunikasi BI Onny Widjanarko mengatakan, ter - ja dinya kenaikan harga pro - perti residensial pada kuartal II/2019 terutama disebabkan oleh adanya kenaikan harga bahan bangunan dan kenaikan upah pekerja bangunan. Se - cara kuartalan, melambatnya kenaikan harga properti residensial terjadi pada semua tipe rumah.

Pada kuartal II/2019, kenaikan harga rumah tipe kecil melambat dari 0,72% (qtq) pada kuartal sebelumnya menjadi 0,37% (qtq), kemudian pa - da rumah tipe menengah me - lambat dari 0,60% (qtq) men - jadi 0,18% (qtq), dan pada ru - mah tipe besar melambat dari 0,20% (qtq) menjadi 0,03% (qtq). “Berdasarkan wilayah, melambatnya kenaikan harga properti residensial terjadi pada sebagian besar kota dan penurunan harga terjadi di Kota Batam (-3,01%) dan Ban - dar Lampung (-0,01%),” kata Onny di Jakarta kemarin. Secara tahunan, kenaikan harga properti residensial juga melambat dari 2,04% year on year (yoy) pada kuartal sebelumnya menjadi 1,47% (yoy).

Perlambatan kenaikan harga rumah properti residensial terjadi pada semua tipe rumah. Kenaikan harga rumah tipe kecil melambat dari 3,18% (yoy) pada kuartal sebelumnya menjadi 2,18% (yoy) pada kuar tal II/2019. Kemudian pada rumah tipe menengah me lambat dari 1,82% (yoy) menjadi 1,32% (yoy), dan pada rumah tipe besar melambat dari 1,16% (yoy) menjadi 0,92% (yoy). Sementara berdasarkan wi - layah, kenaikan harga properti residensial tertinggi terjadi di Kota Medan diikuti oleh Ban - jarm asin. Pada kuartal II/ - 2019, melambatnya kenaikan IHPR secara kuartal sejalan de - ngan perlambatan kenaikan biaya yang dikeluarkan oleh rumah tangga untuk tempat tinggal.

Hal Ini tecermin dari kenaikan Indeks Harga Konsu men (IHK) subkelompok biaya tempat tinggal sebesar 0,18% (qtq), lebih rendah dan 1,13% (qtq) pada kuartal se - belumnya. Secara kuartalan, kenaikan harga properti residensial pada kuartal III/2019 diperkirakan kembali menguat. Hal ter indi - kasi dari kenaikan IHPR kuar - tal III/2019 sebesar 0,76% (qtq), lebih tinggi di banding - kan 0,20% (qtq) pada kuartal sebelumnya. Kenaikan ter sebut disebabkan oleh me ning katnya kenaikan harga rumah yang terjadi pada seluruh tipe rumah, tertinggi pada rumah tipe kecil yang meningkat dari 0,37% (qtq) menjadi 1,74% (qtq).

Pengamat properti Ali Tranghanda mengatakan, perlambatan kenaikan harga pro - perti pada kuartal II/2019 di - nilai wajar sebab saat ini pengembang masih berhati hati dalam menaikkan harga. Namun untuk di segmen harga Rp500 juta hingga Rp1 miliar, relatif terlihat pergerakannya. “Di kuartal II/2019 itu ada momen lebaran dan tahun ajar an baru, jadi relatif me lam bat. Data kami malah terjadi penurunan penjualan 11,2%,” ujarnya


Kunthi fahmar sandy