Edisi 13-08-2019
Pendalaman Pasar Modal Perlu Ditingkatkan


JAKARTA – Pendalaman pasar modal menjadi sangat penting, baik dari sisi supply, demandmaupun penyempurnaan infrastruktur. Dari sisi supply, yakni variabilitas instrumen yang customized dengan profil investor.

“Seperti variabilitas instrumen sekuritisasi, syariah based dan juga green/blue financing (SDGs), dan meningkatkan basis jumlah emiten,” kata Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso di Jakarta kemarin. Dari sisi demand, dengan pertumbuhan jumlah investor pasar modal melalui kerja sama antarsektor keuangan dan edu - kasi/sosialisasi, dan perkembangan investor institusi. Dari sisi penyempurnaan infrastuktur, mengadopsi teknologi yang lebih reliable , mudah, cepat, dan transparan. “Upaya-upaya tersebut tentu harus dilengkapi dengan sinergi yang baik dengan ber - bagai pihak, serta penguatan fundamental emiten melalui penerapan manajemen risiko dan juga tata kelola yang baik,” kata Wimboh.

Dia pun meyakini untuk memiliki industri pasar mo - dal yang kredibel, berdaya saing, dan relevan bagi pe - nyediaan pembiayaan pro - gram peme rintah dan dunia usaha serta pe ningkatan ke - sejahteraan ma sya rakat akan dapat terwujud. Sementara itu, di tengah tingginya ketidakpastian per - ekonomian global, indeks har - ga saham gabungan (IHSG) ma sih mencatatkan kinerja po sitif dengan kemarin di - tutup menguat 1,41% ytd dan rata-rata yield SBN masih meng-alami penurunan 69 bps. Kondisi ini tentunya dito - pang oleh kondisi ekonomi ma - kro yang masih solid di mana pertumbuhan ekonomi dapat dijaga di atas 5%. Sementara itu, inflasi terjaga rendah pada Juli 3,32% (yoy) dan cadangan devisa juga terus tumbuh USD125,9 miliar sejalan ma - suknya dana investor asing.

Sampai dengan akhir pekan lalu, net buy investor asing di pa sar saham cukup besar men - capai Rp64,9 triliun year to date (ytd) dan di pasar SBN sebesar Rp113,4 triliun (ytd). Selain itu, sampai dengan akhir pekan lalu, penghimpunan dana dari pasar modal mencapai Rp109,2 triliun dengan emiten baru tercatat sebanyak 29 per - usahaan, sedangkan total dana kelolaan investasi mencapai Rp802,4 triliun atau tumbuh 7,2% (ytd). Namun, menurut Wimboh, tantangan masih besar baik dari global maupun domestik.

“Kita jangan terlena karena kondisi perekonomian global diperkirakan belum akan mem - baik. Tensi trade war anta ra Amerika dan China diperki ra - kan masih berlanjut dan bah - kan sudah mengarah ke cur - rency war ,” urainya. Proyeksi perlambatan eko - nomi global semakin nyata. Kondisi itu mengakibatkan prediksi perlambatan pertum - buhan.ekonomi global yang diperkirakan berbagai lembaga internasional menjadi sema - kin nyata dan memberikan te - kan an pada perdagangan inter - nasional. “Berbagai negara melakukan rate cut suku bunga acuannya, termasuk Indo ne - sia,” imbuh dia.

Hal ini mengindikasikan tan tangan dari perlambatan eko nomi global ini masih akan mewarnai perkembangan eko - nomi domestik dan juga ten tu - nya kinerja pasar modal kita ke depan. “Untuk itu, kita semua harus merespons dinamika ini dengan cepat dan tepat,” tan - dasnya. Dia melanjutkam, menyi - kapi berbagai tantangan tadi, Indonesia memerlukan New Engine of Growth dari sektorsektor unggulan yang diha - rapkan dapat meng-address tan tangan ekonomi, di antaranya mendorong pertum buhan dan pemerataan kese jahteraan, mendorong ekspor dan substitusi impor, membuka lapangan kerja dan mem berdayakan UMKM, mening katkan tax based , dan juga ramah lingkungan mendukung pencapaian SDGs.

Analis MNC Sekuritas Edwin Sebayang mengatakan, ada beberapa cara untuk memperdalam pasar finansial di Indonesia. Di antaranya membuka serta mem per besar instru men derivatif untuk kebutuhan hedging seperti transaksi derivatif di saham, suku bunga, currency, dan dibuat likuid. “Selanjutnya mem per banyak jumlah emiten yang listing di bursa Indonesia dan obligasi. Kemudian meningkatkan trans paransi dalam regulasi, aturan main dan lainnya,” kata Edwin kemarin.

Kunthi fahmar sandy