Edisi 13-08-2019
Ini Masih Awal


MANCHESTER–Publik Old Trafford larut dalam euforia dengan kesuksesan Manchester United (MU) berpesta gol ke gawang Chelsea pada laga perdana Liga Primer, Minggu (11/8). Masalahnya, apa iya fans The Red Devils harus berpesta?

Jika hanya melihat hasil laga pembuka, mungkin wajar jika pendukung MU berpesta. Setelah musim lalu gagal total, wajar jika kemenangan di awal musim melambungkan ekspektasi tinggi. Membelanjakan dana 159 juta euro, termasuk memecahkan rekor transfer bek termahal Harry Maguire, menjadi wajar jika kepercayaan diri langsung meninggi. Tapi, tunggu. Ada baiknya tidak usah terlena lebih dulu lantaran awal manis tidak selalu menguntungkan The Red Devils . Apalagi, euforia serupa pernah dirasakan MU ketika Ole Gunnar Solskjaer ditunjuk menjadi caretaker menggantikan Jose Mourinho, 19 Desember 2018.

Pada laga pertamanya, juru taktik asal Norwegia itu juga sukses mempersembahkan ke me nang - an 5-1 atas Cardiff City. MU bahkan sempat tidak terkalahkan dalam 14 laga beruntun Liga Primer. Sayang, setelah itu grafik MU justru menukik. Dari sembilan laga tersisa, Ashley Young dkk hanya meraih dua kemenangan, dua imbang, dan lima kekalahan. Imbasnya, mereka finis di urutan keenam Liga Primer musim lalu. Jadi, MU jelas tidak boleh cepat puas, apalagi ini baru awal kompetisi. Namun, kemenangan atas Chelsea jelas sebuah modal menga rungi kerasnya musim ini. Terlebih MU sukses menorehkan rekor. Starting line-up MU merupa kan yang termuda di laga pem buka Liga Primer dengan rata-rata usia 24 tahun dan 227 hari.

Selain itu, untuk pertama kali dalam 11 tahun, tiga pemain MU di bawah usia 24 tahun mencetak gol. Mereka adalah Marcus Rashford dan Daniel James, 21; serta Anthony Martial, 23. Mereka menyamai Luis Nani, 21; Wayne Rooney, 22; dan Cristiano Ronaldo, 23, yang mencetak gol ke gawang West Bromwich Albion pada 2008. Karena itu, Solskjaer mengapresiasi kinerja para pemain mudanya yang tampil luar biasa, bergairah, dan penuh energi. Dia menilai keberhasilan MU me ngalahkan Chelsea karena timnya berani dan mampu menge sampingkan ego demi kepentingan bersama.

“Seperti yang kami katakan kepada para pemain se belum laga, kami telah me ne mukan cara bermain yang sesuai dengan keinginan. Anda hanya harus keluar dan melakukan hal yang sama,” kata Solskjaer, dikutip Daily Mail . Agresivitas MU memang terlihat di la pangan. Gencar melakukan serang an, The Red Devils mem buat Chelsea berada di bawah tekanan. Rashford menyum bangkan dua gol di menit ke-18 (pen) dan 67). Dua gol lainnya dicetak Martial (65) serta James (81). “Kami mengambil risiko, tapi Anda harus melakukannya. Se lalu ada risiko dan hadiah dan hari ini (Minggu) kami men dapat kan hadiah berupa ke menangan,” ujar pelatih asal Norwegia itu.

Solskjaer boleh menepuk dada karena tiga pemain anyarnya menjalani debut manis. Kehadiran Maguire dan Wan-Bis saka mem buat lini pertahanan MU solid. James bah kan me nyum bangkan gol. “Mereka mengisi tempat dengan baik. Maguire men jalani tiga atau empat laga pra - mu sim bersama Leicester City, tapi penam pil an nya sangat profe sional. Wan-Bissaka sangat cepat dan agresif. Saya senang dengan performa mereka,” tuturnya. Kendati demikian, Solskjaer me nyadari jika Liga Primer musim ini masih sangat panjang. Dia berharap dengan seringnya bermain bersama skuadnya bakal terus meningkatkan penampilan sehingga bisa menunjukkan performa lebih baik di setiap laga.

Selanjutnya, MU akan menghadapi Wolverhampton, Selasa (20/8) dini hari. Sementara kekalahan dari MU mengindikasikan Chelsea ke sulit an dengan larangan berakti vitas di bursa transfer. Kritik di alamatkan kepada pemain-pemain muda The Blues yang dianggap kurang maksimal. Sorotan tajam tertuju kepada Frank Lampard. Dia menjadi pelatih Chelsea kedua yang mengalami ke ka lahan terbesar di laga pembuka Liga Primer setelah Danny Blanch - flower yang kalah 2-7 dari Middles brough, Desember 1978. Tapi, Lampard tidak mau ambil pusing. Dia beralasan pemain muda membutuhkan waktu berkembang sehingga harus bersabar.

Dia menilai penampilan Chelsea sebenarnya tidak terlalu buruk yang mana dua peluang mereka membentur tiang dan mistar gawang. Selain itu beberapa pemain utama seperti Marcos Alonso, Nígolo Kante, dan Olivier Giroud tidak menjadi starter. Man tan pelatih Derby County ter sebut yakin Chelsea akan bangkit. Lampard berkonsentrasi menyiapkan timnya untuk melakoni final Super Eropa melawan Liverpool, Kamis (15/8) dini hari.

“Perasa an saya pada laga ini para pemain muda kami memiliki kemungkinan untuk bermain dengan lebih banyak pengetahuan. Saya tidak perlu terlalu khawatir tentang apa yang orang lain katakan. Tapi, yang jelas kami memiliki skuad yang bagus dan saya percaya dengan kemampuan mereka,” tandas Lampard.

Alimansyah