Edisi 13-08-2019
Ketika Neymar Diusir Suporter


PARIS– Neymar Jr mungkin berharap proses kepindahannya ke klub lain segera terealisasi. Apalagi, kekecewaan fans Paris Saint-Germain (PSG) terhadap bintang asal Brasil tersebut semakin besar.

Desakan kepada Neymar segera angkat kaki terlihat di Parc des Princes saat PSG menghadapi Nimes Olympique pada laga pembuka Ligue 1, Senin (12/8). Meski tidak masuk skuad, dia menjadi sasaran fans ultras Les Parisiens yang mem bentangkan spanduk-spanduk bertuliskan “Neymar Segera Pergi”. Beberapa spanduk bahkan bertuliskan kata-kata ejekan yang tidak pantas. Kekecewaan fans sebenarnya bisa dimak lumi. Neymar berulang kali mengutarakan keinginannya hengkang. Hal itu membuat petinggi klub PSG berang. Mereka mempersulit jalan sang bintang untuk pergi di bursa transfer musim panas ini.

Terbukti, mereka me mentahkan tawaran dari Barcelona yang mencoba memu langkannya ke Camp Nou. Namun, kans Neymar berganti klub belum sepenuhnya tertutup. Mempertahankan pemain yang sudah setengah hati jelas tidak bagus bagi PSG. Kesiapan tanpa Neymar tersirat dari pernyataan Pelatih PSG Thomas Tuchel. Meski menilai sangat sulit mencari pengganti yang memiliki kemampuan hebat seperti Neymar, Tuchel yakin PSG tetap kompetitif meski akhirnya pemain bernomor 10 tersebut memilih hengkang.

“Ini sesuatu yang sulit. Saya tentu ingin dia tetap bersama kami. Tapi, kami harus menemukan solusi jika harus tanpa Neymar. Saya telah mencoba meyakinkannya untuk bertahan. Tapi, itu adalah masalah personal. Itu adalah permasalahan antara Neymar dan klub,” kata Tuchel, dilansir Daily Mail . Selain Tuchel, Kylian Mbappe juga angkat bicara. Menurut dia, Neymar me - mang pemain hebat. Tapi, PSG adalah tim sehingga tidak bo - leh tergantung hanya kepada satu pemain. “Saya tidak ingin berbohong dan kami akan melihat apa yang akan terjadi dengan Neymar. Akan sangat berbeda tim tanpa dirinya. Tapi, semuanya harus dilanjutkan dan kami mencoba memberikan kemampuan terbaik bagi kami dan semua orang yang mencintai klub ini,” tandasnya.

Pernyataan Tuchel dan Mbappe menggambarkan performa PSG. Tanpa Neymar, Thiago Silva dkk sukses meraih tiga poin pertamanya di Ligue 1 musim ini dengan mengalahkan Nimmes 3-0. Gol-gol Les Parisiens disumbangkan Edinson Cavani (24 pen ), Mbappe (56), dan Angel di Maria (69). Lampu hijau yang diberikan klub diharapkan memulus kan Neymar untuk pergi. Setelah Barcelona, raksasa Primera Liga lainnya, Real Madrid, santer diisukan menjadi pelabuhan selanjutnya. Madrid hanya perlu menjual pemain bintangnya. Gareth Bale digadang-gadang segera hengkang. Nantinya, dana dari penjual an Bale bakal digunakan untuk memboyong Neymar ke Santiago Bernabeu.

Kans Neymar pulang ke Spanyol didukung penutupan transfer, baik Ligue 1 maupun Primera Liga yang batas akhirnya pada 2 September. Kebutuhan Madrid atas pe - nyerang berkualitas didukung kurang meyakinkannya kinerja mereka di pramusim. Terbaru, Los Blancos kalah 4-5 dari AS Roma melalui drama adu penalti, Senin (12/8). Dua gol mereka di waktu normal dicetak pemain-pemain dari posisi bertahan seperti Marcelo dan Casemiro. Meski membuka kesempatan pemain baru bergabung, Pelatih Madrid Zinedine Zidane mengungkapkan memiliki kepercayaan besar terhadap skuad yang ada. Dia bertekad mempersiapkan tim agar berada dalam bentuk terbaik terutama jelang laga perdana Primera Liga kontra Celta de Vigo, Sabtu (17/8).

“Kami hanya memiliki skuad yang ada saat ini. Kami ingin memulai musim baru dengan bagus. Dalam pikiran saya adalah kami bermain bagus saat menghadapi Celta, bukan yang lain. Tapi, dalam beberapa pekan terakhir penutupan bursa transfer, segalanya bisa terjadi,” tandasnya.

Alimansyah