Edisi 13-08-2019
98 Detik Pengubah Hasil


LEICESTER- Betul, penggunaan video assistant referee (VAR) di sepak bola tak langsung menghapus kontroversi di sebuah laga.

Ada satu momen di mana VAR bisa menjadi teman yang menguntungkan. Tapi, di lain waktu justru menjadi pengubah dari sebuah peruntungan. Inilah sepak bola di era sekarang. Era di mana seorang pemain sepak bola tidak bisa serta merta me raya - kan golnya setelah dia merasa men - jebol gawang. Saat di mana pemain sepak bola, harus menunggu be be - rapa detik untuk memastikan bola yang dilesakkan ke gawang lawan, sah disebut gol atau justru berbeda. Seperti saat laga Leicester City melawan Wolverhampton Wanderers, Minggu (11/8), di King Power Stadium.

Kubu Wolverhamp ton harus menunggu 98 detik untuk memberi waktu wasit memeriksa keabsahan gol Leander Dendoncker. Gelandang tim ber - juluk Wolves itu merasa dirinya sudah mencetak gol karena bola sundulannya menjebol gawang Leicester yang dikawal Kasper Schmeichel. Masalah muncul karena bola tersebut secara tidak sengaja menyentuh lengan rekan satu timnya, Willy Boly. Insiden yang membuat wasit tengah Andre Marriner setelah berkonsultasi dengan wasit VAR memutuskan gol tersebut dianulir pada menit ke-51. Keputusan yang membuat Pelatih Wolverhampton Nuno Espirito Santo geram bukan kepalang.

“Semua orang akan membicarakannya. Pertandingan demi pertandingan akan selalu menjadi masalah. Anda merayakan dan kemudian tidak merayakan. Penggemar Leicester merayakan gol tanpa gol. Itu bukan sisi dari per - mainan. Anda tidak bisa merayakan keputusan,” kata Espirito. Merayakan gol tanpa gol yang dimaksud Espirito adalah saat keputusan VAR menyatakan gol Dendoncker tidak sah, pen dukung The Foxes langsung berdiri ber nya - nyi seolah-olah tim mereka telah mencetak gol. Kapten Wolves Co - nor Coady lebih sarkas lagi. “Di masa depan, kami harus bermain tanpa tangan. Jika itu bukan gol, pasti ada masalah. Mereka telah membawa VAR untuk mem perbaiki semua masalah itu. Tapi, saya pikir itu sudah terlalu jauh ke arah lain sekarang,” tandas Coady.

Kekecewaan kubu Wolves sebenarnya bisa dipahami jika me - lihat bagaimana keputusan ter se - but membuat mereka harus ke hilangan kesempatan tiga poin. Kesempatan itu hilang hanya dalam waktu 98 detik. Tapi, apa keputusan Marriner salah? FA memberikan jawaban. Melalui e-mail yang dikirim ke media seperti dirilis Daily Mail , gol Dendoncker dianulir karena sesuai putusan baru yang digunakan musim ini. Regulasi baru menyatakan yang dimaksud handball jika seorang pemain mendapatkan kepemilikan atau kendali bola setelah menyentuh tangan atau lengan mereka dan kemudian mencetak gol di gawang lawan atau menciptakan peluang mencetak gol.

Replay menunjukkan Boly mengendalikan bola dengan lengannya, meskipun tidak berniat melakukannya. Sengaja atau tidak sengaja, itu handball . Pelatih Leicester Brendan Rodgers mengakui tidak ada jaminan VAR akan selalu menguntungkan. “VAR itu akan bekerja untuk Anda beberapa pekan dan bekerja melawan Anda pada kesempatan lain,” tandas Rodgers.

Ma’ruf