Edisi 13-08-2019
Benahi Pertahanan


JAKARTA –Satu tiket semifinal Piala AFF U-18 sudah dalam genggaman skuad Garuda Nusantara. Namun, pencapaian ini bukan tanpa catatan mengkhawatirkan. Rizky Ridho dkk cukup lemah dalam mengantisipasi serangan balik dan terlalu mudah kebobolan.

Tim nasional Indonesia U-19 harus bekerja keras untuk memastikan satu tiket ke babak knock-outsaat menghadapi Laos, kemarin. Sempat tertinggal lebih dulu lewat gol Alounnay Lounlasy di menit ke-69, anak asuh Fakhri Husaini akhirnya mengklaim keme nangan 2- 1 setelah Anoulack Vannalath melakukan gol bu-nuh diri. Sebelumnya Amiruddin Ba - gus Kahfi membuat gol penya - ma kedudukan pada menit ke- 72. Tambahan tiga angka ini memantapkan posisi Indonesia di puncak klasemen sementara Grup A dengan 12 poin. Peroleh an ini sudah tidak mungkin terkejar oleh Laos di urutan ketiga. Sementara Myanmar menempel di urutan kedua dengan poin yang sama, namun kalah produktivitas gol.

Namun, laga yang menjadi penentu tiket semifinal kema - rin kembali mengekspos kele - mahan utama timnas U-19. Ga - wang Ernando Ari Sutaryadi bo bol akibat pemain di barisan pertahanan memberikan ruang kepada pemain Laos untuk memainkan bola dan melepaskan ten dangan dari luar kotak penalti. Sepakan Lounlasy menjadi gol ketiga yang bersarang di gawang skuad Garuda Nusan - taradalam empat laga penyisihan grup. Pada laga perdana kon - tra Filipina, kiper Ernando juga harus kebobolan satu gol akibat lengahnya barisan pertahanan mengantisipasi pergerakan Ali - mar Ambong yang masuk di babak kedua.

Kesalahan serupa terulang pada laga kontra tim lemah lain nya, Brunei Darussalam. Indonesia yang mendominasi sepanjang pertandingan gagal mencatatkan clean sheetsetelah Mohammad Hilmi Sidik mem - bo bol gawang Muhammad Adysatrio. Kesalahan ini tidak lepas dari buruknya konsen tra - si pemain yang keasyikan menyerang lantaran sudah unggul lima gol. Padahal, sebelumnya Indonesia mampu menjaga keperawanan gawangnya pada laga melawan Timor Leste. Pada laga kemarin kesalahan tersebut kembali terjadi. Buruknya koordinasi barisan pertahanan skuad Garuda Nusan taradimanfaatkan pemain Laos untuk mencetak gol. Ami - ruddin Bagas Kaffa dkk memberi kan ruang kepada pemain lawan memainkan bola dan ter - lambat menutup ruang Lounlasy dalam melepaskan tembakan.

Kelemahan ini sebelumnya sudah menjadi sorotan Fakhri jelang laga kontra Laos. Dia me - nilai kebobolan dari dua tim le - mah menunjukkan jika ada ke - le mahan pada strategi berta - han anak asuhnya. “Pemain harus terus fokus dan konsentrasi sepanjang pertandingan. Jangan merasa nyaman karena sudah mence tak gol banyak lebih dulu. Saya berharap mereka bisa cepat belajar dari kesalahan,” ucapnya. Kelemahan ini patut menja - di fokus pembenahan Fakhri. Pasalnya, pada laga selanjut nya, Indonesia akan mengha dapi Myanmar pada laga pere butan juara grup, besok.

Tidak hanya itu, buruknya koordinasi pertahanan rawan diekspos la - wan pada babak semifinal nanti. Apalagi, calon lawan dari Grup B yang potensial lolos ke babak semifinal cukup produk - tif. Sebut saja Australia yang kini nyaman di puncak klase - men sudah mencetak 12 gol. Dua tim kuat, Vietnam serta Thailand, bahkan ditaklukkan dengan skor 4-1 dan 3-1. Sementara Malaysia di posi - si runner-upsudah mencetak enam gol disusul Vietnam dengan lima gol. Selain itu, timnas U-19 wajib membenahi sektor penyerangan.

Pelatih Fakhri harus memikirkan variasi serangan jika anak asuhnya mengalami kebuntuan seperti dalam laga kontra Laos. Selain itu, penyelesaian akhir juga harus menjadi prioritas mengingat dalam pertandingan tersebut tiga pemain bertipikal menyerang langsung diturunkan Fakhri, yakni Bagus Kahfi, Supriadi, dan Sutan Zico.

Abriandi