Edisi 13-08-2019
Brasil dan Meksiko Konsumen Utama


VOLVOberencana mengirimkan mobil SUV antipeluru mereka ke kawasan Amerika Latin. Kenyataannya negara Amerika Latin seperti Brasil adalah konsumen utama mo bil jenis itu.

Diikuti oleh Meksiko yang memang juga memiliki masa lah yang sama dengan Brasil yakni tingkat kriminal yang sangat tinggi. Berdasarkan catatan Mexican Auto motive Armor Association, total mobil antipeluru yang ada di negara mereka mencapai 3.284 unit pada tahun 2018. Permintaan ini me ning - kat 10 persen dibanding tahun 2017. Namun, hal itu menurut mereka ti - dak sebanding dengan tingkat kri - minalitas yang terjadi di Meksiko yang pada 2017 mencapai 25.000 peristiwa. Namun angka penjualan mobil antipeluru di Meksiko masih kalah jauh dengan di Brasil yang pada 2017 mencapai 15.145 unit.

Tentunya peningkatan ini terjadi karena tingkat kriminalitas di Brasil jauh lebih mengkhawatirkan ketimbang di Meksiko. Siapa saja bisa jadi korban kri minalitas di Brasil. Tidak terkecuali figur terkenal seperti pembalap terkenal Inggris, Jenson Button, yang mengalami peristiwa kriminal pada 2010. Saat itu mobil Jenson Button diserang oleh gerom bolan kriminal. Untungnya Jenson Button selamat dari tindakan itu. Peningkatan penjualan mobil anti peluru di Brasil juga terjadi karena produsen mobil memberikan asuransi bagi konsumen. Jadi ketika terjadi tindakan kriminal, perbaikan mobil masih bisa diberikan.

Selain itu harga mobil antipeluru tidak terlalu meroket karena beberapa produsen mobil dunia membangun pabrik di Meksiko guna memenuhi kebutuhan mobil antipeluru di Brasil. Contohnya Audi yang membangun pabrik di Mek siko untuk mebuat Audi Q5 anti-peluru. Mobil ini bahkan lebih murah dari harga Audi Q5 di luar Bra sil yang mencapai USD95.000. Di Bra sil mobil itu bisa dijual di harga USD87.000 dengan spek dan sistem proteksi yang sama.

Wahyu sibarani