Edisi 13-08-2019
Bekali Siswa Hadapi Revolusi Industri 4.0


SEBANYAK600 siswa setingkat SMA/SMK akan mengikuti program tahunan XL Axiata Youth Leadership Camp (XYLC ) 2019 di enam kota. Acara pertama bekerja sama dengan Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah Indonesia berlangsung di Bogor pada 9-10 Agustus 2019, dengan peserta dari wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat.

“Kami menerapkan kurikulum agar pelajar SMA/SMK bisa menghadapi revolusi industri 4.0, khususnya pengembangan soft skill yang belum banyak diajarkan di sekolah formal,” ujar Group Head People Services XL Axiata M Hira Kurnia. Hira menyebutkan, soft skill atau yang dikenal dengan transversal skill merupakan kualitas yang dibutuhkan di semua bidang kerja. Kemampuan ini mencakup kreativitas, imajinasi, intuisi, emosi, dan etik yang sangat bermanfaat dalam membangun interaksi sosial. Guna menghadapi revolusi industri 4.0, ada beberapa kompetensi dasar yang sudah harus dipersiapkan generasi muda Indonesia.

Selain hard skills di sekolah, juga soft skills yang akan membantu proses interaksi sosial di semua keahlian. Hal ini sesuai rumusan World Economic Forum mengenai soft skills seperti kemampuan menyelesaikan permasalahan, berpikir kritis, kolaborasi dan koordinasi, komunikasi, serta kognitif baik. Hira menyebut, tujuan utama XYLC adalah menciptakan generasi muda dengan kualitas daya saing tinggi yang adaptif terhadap perubahan yang sesuai dengan tuntutan era revolusi industri 4.0.

XL Axiata telah menyiapkan serangkaian topik pelatihan yang sesuai, yaitu berpikir krisis dan kreatif, public speaking, digital collaboration, media sosial yang menginspirasi, pemecahan masalah, emotional intelligence, dan kepemimpinan.

Danang arradian