Edisi 14-08-2019
Masa Depan Hong Kong Dipertaruhkan


HONG KONG – Masa depan Hong Kong dalam pertaruhan. Kondisi ini terjadi karena aksi massa kian tak terkendali dan berani.

Demonstrasi yang dimulai dengan perlawanan terhadap Rancangan Undang- Undang (RUU) ekstradisi itu, kini pun meluas menjadi permintaan ditegakannya pemilihan umum yang bebas dan adil. Perkembangan bak bola salju yang bergulir dan semakin membesar tersebut menyebabkan kondisi semakin rumit.

Di satu sisi aksi-aksi massa memperjuangkan kedaulatan negerinya. Di sisi lain, bagi Partai Komunis China, tuntutan itu merupakan tantangan karena yang berisiko kehilangan kekuasaan di Hong Kong. Sejatinya, apa yang terjadi saat ini merupakan letupan konflik yang sudah terjadi sejak China merebut Hong Kong dari Inggris pada 1997.

“Saat ini kami sedang berada di persimpangan jalan. Masa depan Hong Kong bergantung terhadap apa yang terjadi di sini dalam beberapa bulan ke depan,” ujar pendukung demokrasi di Hong Kong, Martin Lee, dikutip The New York Times.

Para pendemo sebenarnya juga menuntut Presiden China Xi Jinping memperlakukan Hong Kong layaknya kota besar di daratan utama, dengan mem - berikan insentif ekonomi dan memperhatikan kepentingan serta permasalahan rakyat.

Salah satunya seperti isu ren - dah nya upah buruh dan harga rumah yang tidak terjangkau. Namun, kedua belah pihak kini tidak lagi memperhatikan isu tersebut. Para pendemo bertindak lebih keras dalam melantangkan isu yang sensitif, yakni kemerdekaan.

Slogan “revolusi,” meluas dan dianggap pendemo sebagai ungkapan untuk memiliki suara politik, sedangkan bagi China sebagai pemberontakan negara. Pemerintah China sendiri mengutuk keras kian tak liarnya aksi massa, termasuk saat para pendemo menyerbu Bandara Internasional Hong Kong dan melumpuhkannya.

Chinamenilai disrupsi terhadap lalu lintas pe - nerbangan itu sebagai sebuah aksi terorisme. Untuk mengantisipasi per - kembangan aksi, pemerintah Tirai Bambu tersebut menam - bahkekuatanpersonilke aman an untuk mengendalikan situasi, mengingat petugas di Hong Kong terbatas.

Polisi juga dilaporkan melakukan latihan dalam skala besar di Shenzhen. Untuk diketahui, per selisih - andimulaiketikaChiefExecutive Hong Kong Carrie Lam men - dorong dibentuknya RUU eks - tra disi, meski menda pat protes keras dari masya rakat. Bagi para pendemo, keputusan itu me - rusak sistem fundamental Hong Kong.

Lam lalu menunda RUU tersebut sebelum kembali membahasnya di parlemen. Langkah yang diambil Lam menyebabkan pendemo ma rah, jumlahnya bahkan meningkat jauh lebih besar dari ratusan menjadi ribuan.

Sepekan sejak peristiwa itu terjadi, dia me - nolak melakukan konsesi lebih jauh, termasuk penyelidikan independen terkait tuduhan penanganan menyimpang polisi terhadap pendemo. Berbeda dari sebelumnya, para pendemo kini lebih agresif. Mereka melemparkan batu, melakukan pembakaran, dan merusak simbol kekuasaan China.

Partai Komunis China juga tidak mau tampak lemah. Pemerintah China menuduh AS sebagai dalang kerusuhan dan mengancam akan melakukan intervensi militer. “Kini adalah saatnya pertarungan hidup atau mati yang akan dapat menentukan masa depan Hong Kong.

Tidak akan ada tempat untuk mundur,” kata Wang Zhimin, kepala pemerintahan pusat di Hong Kong. Para pendemo juga siap menghadapi situasi itu. Mereka mengatakan akan berjuang sampai titik darah terakhir.

Bandara Kembali Normal

Garuda Indonesia memastikan penerbangan dari dan menuju Hong Kong kemarin. Keputusan tersebut diambil setelah dipastikan operasional Bandara Hong Kong kembali normal. Kendati demikian, Garuda akan terus melakukan koordinasi intensif bersama otoritas Ban dara Internasional Hong Kong untuk memastikan kelancaran layanan operasional Garuda Indonesia dari dan menuju Hong Kong.

Namun demikian, kamite tap mengimbau para penumpang untuk secara berkala mengecek dan memastikan jadwal penerbangan sesuai dengan perkembangan situasi di Bandara Internasional Hong Kong. Di sisi lain, Garuda mengimbau penumpang untuk dapat mengecek kepastian jadwal penerbangan baik melalui laman resmi Hong Kong Internasional Airport maupun informasi resmi yang disampaikan Garuda Indonesia secara langsung atau melalui layanan informasi contact center 24 jam Garuda Indonesia.

Sebelumnya, Bandara Hong Kong membatalkan semua penerbangan karena salah satu bandara tersibuk di dunia tersebut diduduki ribuan demonstran.

muh shamil