Edisi 14-08-2019
Menhan Ingatkan Bahaya Terorisme dan Radikalisme


SOLO – Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu mengatakan, antisipasi ancaman bahaya terorisme dan radikalisme terhadap ketahanan nasional bukan hanya menjadi urusan TNI/Polri, tapi menjadi tugas dan tanggung jawab seluruh rakyat Indonesia.

Hal itu disampaikan Men han saat memberikan kuliah umum bagi mahasiswa baru Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo di halaman depan Ge dung Rektorat dr Prakosa, Solo, kema rin. Ryamizard menyam paikan kuliah umum de ngan tema “Bela Negara sebagai Penangkal Radikalisme di Kam-pus”.

“Ancaman terhadap keta han an nasional seperti terorisme menjadi tugas dan tanggung jawab seluruh rakyat Indonesia, tidak terkecuali bagi generasi muda,” kata Ryamizard Ryacudu.

Karena itu, sebagai Menhan yang diberi mandat langsung oleh Presiden Joko Widodo, Ryamizard merasa bahwa tugas dan tanggung jawabnya untuk meningkatkan rasa nasionalisme dan patriotisme bagi maha siswa baru UNS sangat perlu untuk dilakukan.

“Contohnya saja terorisme. Tidak bisa diha dapi dengan senjata. Tidak ha-nya polisi dan tentara semata. Kemungkinan hanya 1% ke mampuan TNI dan Polri dalam meng hadapi terorisme,” papar nya. Terorisme dan radikalisme merupakan ancaman nyata dan sangat membahayakan eksis - ten si dan keutuhan bangsa dan negara.

Ancaman ini tidak ha - nya menimbulkan kerugian ma terial dan nyawa, juga men - ciptakan rasa takut di masyarakat dan mengoyak persatuan dan kesatuan. Terorisme dan radikalisme yang dihadapi kini adalah ancaman teroris gene - rasi ketiga.

Ciri khusus dari ancaman ini adalah kembalinya militan asing ISIS dari Timur Tengah. Ryamizard juga menga ta - kan, konsep arsitektur perta - han an negara yang telah diama - natkan dalam UUD 1945 dan Un dang-Undang Nomor 3/2004 harus diperkuat dengan sikap bela negara dari setiap pribadi.

Menurut dia, ideologi Pancasila merupakan anugerah yang luar biasa dari Tuhan bagi bangsa Indonesia. “Pancasila ini merupakan rahmat dan hidayah dari Tuhan Yang Maha Esa, karena kecintaan-Nya yang luar biasa bagi bangsa Indonesia,” ujarnya.

Karena itu, sudah menjadi kesepakatan dan tugas bersama untuk menjaga dan melestari - kan Pancasila sebagai identitas bangsa yang selalu tercermin dalam berbangsa dan ber ne - gara. “Pancasila adalah ideologi negara yang sudah final menjadi harga mati yang tidak boleh ditawar-tawar lagi,” tandasnya.

Jadi, setiap orang Indonesia harus bangga terhadap Pancasila. Terlebih saat ini Pancasila sedang menjadi perbincangan di dunia internasional. Sebab, dunia kini membutuhkan ideologi yang bisa menyatukan berbagai macam keragaman.

Pancasila juga terbukti ampuh mem persatukan beribu-ribu per bedaan, mulai suku, bangsa, ras, budaya, dan agama. “Jadi, tidak ada alasan bagi kita se - muanya untuk tidak menjaga Pancasila,” ujarnya. Menhan mengungkapkan, para mahasiswa baru UNS me ru - pakan putra-putri terbaik bang sa yang memiliki keistime wa an.

Bukan hanya telah terpilih sebagai duta-duta bela negara dan pembangunan bangsa ke depan, juga menunjukkan keteladanan sebagai pelajar ter pilih yang berprestasi, berdisi plin, dan bermoral serta memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi.

ary wahyu wibowo