Edisi 14-08-2019
Mentan Copot Seluruh Pejabat Eselon II-IV


JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman bergerak cepat setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah salah satu ruangan dirjen di Kementan kemarin.

Mentan pun mencopot seluruh pejabat eselon II hingga eselon IV dari jabatannya yang diduga terkait dengan kasus dugaan suap pengurusan RIPH. Inspektur Jenderal Kementan Justan Siahaan menyatakan, Mentan Andi Amran Sulaiman telah mengambil langkah tegas dan ekstrem atas kasus dugaan suap pengurusan Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) dari Kementrian Pertanian (Kementan) dan Surat Persetujuan Impor (SPI) dari Kementrian Perdagangan (Kemendag) tahun 2019 atas kuota impor 20.000 ton bawang putih.

Apalagi kemudian tim KPK melakukan penggeledahan beberapa ruang di kantor Direktorat Jenderal Hortikultura pada Senin (12/8) siang. ”Bapak Mentan mengambil langkah tegas dengan mencopot seluruh pejabat Eselon II, III, dan IV yang terkait dalam kasus impor bawang putih, terkait dengan verifikasi wajib tanam bawang putih di Ditjen Hortikultura.

Beliau ingin Kementan jelas sikapnya terkait kasus ini dan memberikan ruang yang luas bagi KPK untuk melakukan penyidikan,” ungkap Justan dalam siaran pers yang diterima KORAN SINDO kemarin.

Dia menggariskan, langkah tegas Mentan Amran ini dimaksudkan untuk menjaga marwah Kementan sebagai lembaga yang telah mendapatkan penghargaan antigratifikasi dua kali, yakni pada 2017 dan 2018 dari KPK. Menurut Justan, Mentan Amran sangat jelas tidak ingin kasus dugaan suap ini berujung fitnah dan merusak nama baik kementerian yang dipimpinnya.

Justan memaparkan, sejauh di Kementan setidaknya ada sekitar 400 orang pegawai yang telah dipecat karena terindikasi korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Secara keseluruhan di Kementan sudah ada 1.432 pegawai telah didemosi dan mutasi karena diduga ”bermain- main”.

”Ini adalah tanggung jawab moril kami, para eselon I sebagai pimpinan tinggi, dan tidak ingin terjadi pembiaran terhadap isu yang berkembang. Ini adalah langkah antisipasi saja. Kami mendukung KPK sepenuhnya dalam menjalankan proses hukum,” ujarnya.

Lebih lanjut Justan menandaskan, Kementan sangat terbuka bagi KPK untuk mengumpulkan informasi dan mengungkap kasus dugaan suap pengurusan RIPH impor bawang putih secara terang benderang. Dengan begitu, maka publik akan clear melihat masalah ini secara utuh.

Sekretaris Jenderal Kemen tan Momon Rusmono me negaskan, seluruh jajaran Kementan sangat mendukung penuh langkah tegas dan berani Mentan Amran itu. Momon menyatakan, dukung an ini merupakan bentuk tanggung jawab moril para eselon I kepada Mentan yang selalu menggaungkan anti-KKN dan antimafia pangan.

”Mereka dianggap lalai dalam pengawasan dan pelaksanaan proses rekomendasi impor bawang putih. Ini untuk menjaga kepercayaan publik dan menjaga integritas seluruh pegawai Kementan,” tandas nya.

sabir laluhu