Edisi 14-08-2019
Pembantaian Diduga Bermotif Dendam


SERANG - Pembantaian satu keluarga di Kabupaten Serang, Banten diduga dilatarbelakangi sakit hati yang mendalam.

Dalam aksi sadis itu bapak dan anak tewas, sementara sang ibu mengalami kritis. ”Penyebabnya bisa karena harga diri, dendam, cemburu, atau karena motif lain seperti faktor adanya harta berharga yang diperebutkan, perampokan, waris, dan sebagainya,” ujar psikolog Universitas Pancasila Aully Grashinta kemarin.

Biasanya pembunuhan satu keluarga bertujuan menghilangkan saksi. Keluarga menjadi pelampiasan si pelaku agar tidak ada saksi tersisa. Hal itu dilakukan pelaku lantaran anggota keluarga korban dianggap sebagai ancaman sehingga dengan menghabisi satu keluar ga, pelaku beranggapan rekam jejaknya tidak diketahui.

”Saksi kan merupakan ancaman bagi pelaku. Apalagi jika pe laku berada pada kondisi panik. Mungkin awalnya tidak berencana membunuh semua, ta pi karena takut jejaknya diketahui, akhirnya dibunuh semua,” kata Shinta.

Dia meyakini pelaku telah memiliki dorongan besar kemudian dilakukan perencanaan hingga akhirnya tega menghabisi nyawa satu keluarga. Satu keluarga di Kampung Gegeneng, Desa Sukadalem, Kecamatan Waringinkurung, Kabupaten Serang, Banten, diduga menjadi korban pem bantaian.

Aksi penganiayaan itu mengakibatkan bapak dan anak tewas, sedangkan ibu kritis. Korban tewas yakni Rus tadi, 33, dan Al, 4, serta Siti Sa diyah, 24, di temukan dalam kon disi kritis dengan luka tu sukan di pinggang dan se jum lah sayatan di leher.

Korban ditemukan pertama kali oleh tetangganya Asgari sekitar pukul 07.40 WIB kemarin. Saksi curiga karena pintu rumah korban terbuka. Saat dipanggil, tak ada respons dari pemilik rumah. Kecurigaan Asgari memuncak saat mencium bau amis dari dalam rumah.

Saat masuk, alangkah kagetnya melihat para penghuni sudah tergeletak di ruang tamu dan bersimbah darah. Asgari yang sehari-hari bekerja sebagai tukang bangunan melaporkan hal itu kepada warga lainnya. ”Terakhir ke temu korban itu kemarin atau Senin (12/8), masih kerja sama saya,” katanya.

Penyidik Polres Serang Kota telah memasang garis polisi di rumah korban kemudian me la kukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Jasad dua kor ban dibawa ke RS Dr Drajat Prawiranegara, Serang. Kasat Reskrim Polres Serang Kota AKP Ivan Adhitira mengungkapkan, terdapat luka tusukan di tubuh korban.

Korban diperkirakan dianiaya dan dibunuh sekitar pukul 00.00 hingga 05.00 WIB. ”Korban ditemukan terdapat luka tusukan di bagian kepala, ada tiga tusukan. Sementara anaknya tidak terdapat luka tusukan kemungkinan karena benda tumpul atau pukulan atau bantingan,” ujarnya.

Sementara Siti mendapatkan perawatan di RSUD Cilegon. ”Kita berdoa sang ibu agar bisa kembali sehat dan di mintai keterangan,” ucapnya. Polisi masih melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi untuk mengetahui apakah kasus ini murni pembunuhan atau perampokan. ”Keterangan dari keluarga terdekat korban untuk mengetahui apakah ada barang-barang hilang,” kata Ivan.

r ratna purnama/ sindonews