Edisi 14-08-2019
Festival Musik Berakhir Nestapa


Gelaran festival atau konser musik lazimnya merupakan ajang bersuka ria. Namun apa jadinya apabila riuhnya konser musik harus berakhir dengan bencana. Tak hanya korban benda, sejumlah konser musik terburuk ini juga menelan korban jiwa.

Berikut 10 bencana festival musik terburuk di dunia.

FYRE FESTIVAL Kepulauan Exuma (2017)

Fyre festival akhir-akhir ini memang jadi perbincangan, bahkan sampai dijadikan film dokumenter. Semua bermula saat Billy McFarland dan rapper Ja Rule yang terpikir untuk membuat sebuah acara festival musik mewah dengan promosi yang gila-gilaan.Namun saat tiba hari diselenggarakannya Fyre Festival, para pengunjung merasa ditipu karena tidak mendapatkan apa yang dijanjikan pihak penyelenggara. Acara tersebut pun akhirnya dibatalkan setelah badai menerjang dan mengacaukan segalanya.

TOMORROW WORLD (2015)

Merupakan salah satu festival musik terbesar di Georgia. Namun festival itu berubah menjadi bencana bagi pelaksana dan penontonnya. Karena adanya hujan yang sangat lebat yang membuat tempat acara menjadi penuh lumpur. Para pengunjung yang berada di tempat itu hanya memiliki dua pilihan untuk kembali pulang, jalan kaki yang menanjak sejauh 8 kilometer atau menggunakan uber yang harganya naik hingga 5 kali lipat. Beberapa peserta yang berhasil selamat mengatakan mereka sampai patungan untuk menyewa bus yang digunakan panitia agar mau mengantar mereka pulang. Namun bagi mereka yang tidak punya banyak duit, harus berjalan kaki dan kelaparan karena tidak mendapat makanan.

ILSE OF WIGHT (2012)

Sebuah festival musik ini menjanjikan beragam penampilan dari para penyanyi tersohor. Namun semua itu harus kandas ketika hujan lebat yang membuat orang-orang harus kembali ke mobilnya, sebagian harus tertahan di jalan karena kapal yang digunakan untuk menjemput tidak bisa berlayar karena cuaca buruk. Bahkan pihak kemanan harus membuka lapangan bola agar orang-orang bisa beristirahat disana. Hujan lebat itu mengguyur selama 14 jam.

INDIANA STATE FAIR Indiana (2011)

Indiana state fair yang digelar pada tahun 2011 dengan bintang tamu Sara Bareilles dan band country lokal, Sugarland harus berakhir dengan kenahasan. Hembusan angin kencang disertai tornado membuat panggung acara tersebut runtuh hingga menewaskan 7 orang dan melukai 58 orang. Diperkirakan bahwa insiden itu disebabkan oleh "gustnado", peristiwa cuaca langka yang menyerupai tornado dan disertai dengan angin kencang lebih dari 120 mil per jam.

ALTAMONT FREE MUSIC FESTIVAL

California (1969) Dengan menghadirkan Rolling Stone dan Greateful Dead di depan 300 ribu orang, Festival Altamont diharapkan menjadi "Woodstock West", di mana digelar hanya 4 bulan setelah konser bersejarah tersebut. Festival ini menjadi kacau karena mempekerjakan gang motor Hells Angels sebagai keamanan. Mereka memukuli para pemuda yang mengancam turun dari bukit dan naik ke atas panggung. Ujungnya, ada seorang pemuda bernama Meredith Hunter yang dalam pengaruh narkoba menerobos ke panggung dengan menggenggam sebuah pistol. Ia kemudian ditusuk 2 kali sampai tewas, dan tubuhnya diinjak-injak olah para biker.

POWDER RIDGE ROCK FESTIVAL (1970)

Pada tahun 1970, ada sebuah event musik rock yang diyakini akan menjadi festival musik rock terbesar. Namun begitu tiket sudah terbeli, sebulan sebelum acara, pihak penyelenggara mendapat penolakan dari warga untuk menyelenggarakan festival itu. Namun sayangnya saat itu informasi belum secepat dan seluas sekarang, sehingga tidak semuanya mengetahui pembatalan festival itu. Mereka yang tidak mengetahui informasi tetap datang ke tempat acara. Sekitar 30.000 yang datang ke tempat itu. Mereka harus kecewa karena tidak menemukan makanan, minuman dan tidak ada festival. Justru hal ini malah dimanfaatkan menjadi tempat peredaran narkoba.

WOODSTOCK (1999)

Woodstock adalah salah satu festival multi band paling terkenal di muka bumi. Festival ini dikenal dengan pesan cinta dan damai yang dibawakannya. Namun lagi-lagi manusia hanya bisa berencana, takdir sering berkata lain. Tahun 1999 , sejumlah band papan atas seperti Korn, Limb Bizkit hingga Rage Againts The Machine mengisi line up Woodstock. Band-band tersebut seolah menjadi magnet kuat bagi pecinta musik rock. Sayangnya pesan cinta dan damai yang menjadi konsep awal Woodstock sama sekali tidak terlihat. Woodstock 1999 lebih identik dengan kekerasan, kebakaran hingga pelecehan seksual.

GLASTONBURY Inggris (2005)

Pada tahun ke-35 penyelenggaraannya, festival Glastonbury menghadapi bencana tak terduga dengan adanya badai parah. Badai tersebut membanjiri perkemahan, tempat festival, dan area parkir dengan air setinggi 4 kaki. Dua panggung tersambar petir, dan sungai lumpur akhirnya merusak perkemahan serta menjebak mobil-mobil yang terparkir. 130 ribu orang yang hadir pun terjebak dalam lokasi tersebut.

LOVE PARADE Bochum, Jerman (2010)

Love Parade di Jerman berawal dari tahun 1989. Acara tersebut merupakan festival pesta dansa yang menarik ratusan ribu orang tiap tahunnya dan merupakan pusat budaya rave di seluruh dunia. Di tahun 2010, festival tersebut diadakan di sebuah kota kecil bernama Bochum yang berakhir dengan tragis. Festival itu dihadiri 400 ribu sampai 1,4 juta pengunjung yang diharuskan untuk melewati suatu terowongan yang berujung naik ke tangga yang lebar. Dikabarkan 21 orang tewas dan 500 lainnya cedera.

Konser Musik Yang Berujung Kematian

Cromanon

Cromanon adalah sebuah klub musik rock di Kota Buenos Aires, Argentina. Saat itu klub tersebut akan menampilkan band kenamaan Callejeros. Penonton yang hadir begitu membeludak. Tercatat pada saat itu masa mencapai 3000 orang. Jumlah tersebut 3 kali lipat lebih banyak dari kapasitas klub itu sendiri. Kekacauan berawal ketika salah seorang penonton menyalakan kembang api. Keadaan yang sangat sesak membuat banyak dari penonton lain menjadi sulit bernafas. Hal itu diperparah dengan jumlah pintu keluar yang sedikit. Puncaknya 194 jiwa dilaporkan tewas di malam tanggal 30 Desember 2004 tersebut.

Mawazine Festival

Festival ini dihelat di Maroko. Menurut beberapa sumber, festival yang digelar selama 9 hari tersebut ditujukan mempromosikan reputasi Maroko sebagai negara modern. Festival menghadirkan Stevie Wonder, Kylie Minogue, dan Ennio Morricone.Namun sebuah tragedi terjadi di hari terakhir perhelatan. Saat itu polisi menutup beberapa pintu keluar. Alhasil sebagian dari penonton mencoba keluar dengan memanjat pagar. Namun sial, salah satu pagar malah roboh dan menimpa beberapa orang. Sebanyak 11 orang tewas.

The Beverly Hills Club

Tragedi ini terjadi pada 1977. Pada 28 Mei, sebuah klub di seberang jembatan Cincinnati mengadakan konser yang menampilkan John Davidson. Sayangnya kemeriahan yang terjadi saat itu berakhir dengan naas. Kekacauan saat itu dipicu oleh kebakaran di salah satu ruangan. Para penonton yang panik berusaha menghambur keluar ruangan. Kejadian tersebut memakan 165 korban jiwa.

Santika Nightclub Fire

Pada malam pergantian tahun 2009, beberapa orang di Bangkok, Thailand, memilih klub malam sebagai tujuan. Namun naas, sebagian dari mereka justru mengalami horor. Klub tempat merayakan pesta bernama Santika kebakaran. Korban yang berjumlah 66 orang dilaporkan meninggal karena alasan sesak napas.

INFOGRAFIS: KORAN SINDO/BOBBY FIRMANSYAH