Edisi 14-08-2019
Pertamina Isolasi Penuh Tumpahan Minyak Sekitar Anjungan


JAKARTA – Pertamina Hulu Energi Offshore North Java (PHE ONWJ) terus mengintensifkan penanganan tumpahan minyak (oil spill) dengan melakukan isolasi penuh di sekitar anjungan sehingga seluruhnya sudah dikelilingi static oil boom, kecuali pintu untuk lalu lintas kapal penyedot minyak.

VP Relations PHE ONWJ Ifki Sukarya menyatakan, perseroan telah meningkatkan jum lah static oil boom hingga dua kali lipat lebih dari sebe lum nya 2.450 meter menjadi 3.500 meter dan kini mencapai 5.850 meter.

Jum lah ini terdiri atas static oil boom untuk mengha dang di sum ber utama dan move able oil boom untuk meng hadang tum - pahan mi nyak yang lepas dari sumber uta ma. “Dalam penanganan oil spill, kita fokus agar semaksimal mungkin seluruh oil spillbisa di - sedot dan diatasi di lautan sehingga tidak ada oil spill yang men cemari pantai.

Atau, walau - pun ada yang lolos, jumlahnya di tekan seminimal mungkin,” kata Ifki dalam keterangan rilis - nya di Jakarta kemarin. Untuk menangani tumpah - an minyak di lautan, lanjut Ifki, PHE ONWJ terus menyiagakan empat unit oil skimmer dan 44 kapal untuk combat oil spill, pe - nampungan sementara, patrol and standby fire fighting.

Menurut Ifki, dengan pena - nganan yang intensif ini, total kumulatif oil spill yang berhasil di angkat mencapai 876.430 liter. “Rata-rata jumlah oil spill per hari sekitar 400-500 barel. Jum lah ini jauh lebih kecil dari asumsi produksi awal yang di - per kirakan maksimal 3.000 ba - rel,” imbuh Ifki.

PHE ONWJ terus berupaya optimal menangani tumpahan minyak dengan melakukan pro - teksi berlapis untuk menahan tumpahan minyak agar maksi - mal tertangani di lautan. Sementara itu, PT Perta mi - na (Persero) terus melakukan penyerapan minyak mentah dan kondensat dalam negeri se - cara optimal.

Hingga 2 Agustus 2019 total kesepakatan pembelian minyak mentah dan kon - densat dari Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) men capai 123,6 ribu barel minyak men tah per hari (MBCD) dari 39 KKKS. Dengan upaya ini, Pertamina telah menekan impor minyak mentah sampai 35% jika di bandingkan dengan tahun se - belumnya yang mencapai 339.000 barel per hari (MBPD).

VP Corporate Communi cation Pertamina Fajriyah Usman menjelaskan, total kesepakatan pembelian minyak mentah dan kondensat dari KKKS dalam ne - geri ini meningkat sangat signi - fi kan dibanding 2018. “Dari to - tal volume tersebut, kami me - ng optimalkan pasokannya se - suai dengan kebutuhan, jenis dan volume, serta kesepakatan bisnis yang dicapai,” jelasnya.

Fajriyah menambahkan, delivery untuk total volume minyak mentah dan kondensat yang disepakati akan dilakukan sesuai dengan jadwal yang sudah disepakati dan bisa berbeda-beda untuk setiap KKKS.

Begitu pula dengan jenis crude yang diserap Pertamina juga bisa berbeda-beda karena disesuaikan dengan kebutuhan peng olahan di Kilang. Menurut Fajriyah, penyerapan ini berdampak pada penurunan impor minyak mentah Pertamina. Seperti terlihat pada periode Januari-Juni 2019, impor minyak mentah Pertamina tercatat sebesar 220 MBPD.

nanang wijayanto/ Okezone