Edisi 14-08-2019
BTN Berharap Bisa Maksimalkan Pencapaian Kinerja


JAKARTA –PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengimplementasikan aksi pencegahan korupsi.

Langkah ini juga diambil perseroan untuk memaksimalkan pencapaian kinerja perseroan. Direktur Utama BTN Maryono mengatakan, kerja sama ter sebut merupakan kelanjutan dari penandatanganan komit men antara perseroan dan KPK pada 2014.

Ketika itu, keduanya bermitra untuk mengimplementasikan sistem pengendalian gratifikasi di lingkungan kerja BTN. Menurut Maryono, kelanjut an penerapan program pencegahan korupsi ini menjadi lang kah penting terutama untuk memaksimalkan kinerja per seroan demi mencapai target.

Apalagi, lanjutnya, perseroan merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan perusahaan terbuka. “Kami mendukung penuh budaya antikorupsi. Untuk itu, ka mi menjadi lembaga perbankan pertama yang menggan deng KPK dan mengadopsi panduan pencegahan korupsi yang disusun KPK tersebut,” ujar Maryono dalam acara Implementasi Integrated Governance, Risk, and Compliance (iGRC) dan Penerapan Program Profit di Jakarta kemarin Melalui kerja sama ini, lanjut dia, BTN mengadopsi Program Cegah Korupsi Profesional Ber - integritas (Cek Profit) milik KPK.

Program Profit tersebut di susun KPK untuk mem ba - ngun dunia usaha yang an ti - prak tik suap. Sementara Cek me rupakan bagian dari pro - gram Profit untuk menilai ke cu - kupan prosedur antikorupsi. “Kami berharap dengan Cek Profit, praktik bisnis di Bank BTN bersih dari korupsi.

Kami juga berharap BTN ter - hindar dari dampak negatif yang dapat merugikan per usa - haan, baik risiko secara fi na n - sial, hukum, maupun re pu - tasi,” tutur Mar yono. Sementara itu, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengaku BTN merupakan bank BUMN yang pertama mengimple men - ta sikan Program Cek Profit.

Hal ini perlu ditiru oleh lembaga keuangan lainnya agar bisa tercegah dari korupsi. “Ini bisa jadi role model institusi lain agar semangat dalam menerapkan pencegahan korupsi,” jelasnya. Hingga Juni 2019, BTN men catatkan penyaluran kredit se nilai Rp251,04 triliun atau naik sebesar 18,78% secara ta - hunan (year on year /yoy) dari Rp211,35 triliun pada Juni 2018.

Kinerja penyaluran kredit Bank BTN tersebut turut me ngerek naik posisi aset perseroan menjadi Rp312,47 triliun atau tumbuh 16,58% yoy dari Rp268,04 triliun pada semester I/2018. Sementara itu, per Juni 2019, BBTN sukses menghimpun DPK senilai Rp234,89 triliun atau naik 15,89% yoy.

rakhmat baihaqi