Edisi 14-08-2019
BULL Diversifikasi ke Bisnis Batu Bara


JAKARTA - Emiten pelayaran pengangkutan minyak dan gas (migas) PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) berencana melakukan diversifikasi usahanya dengan masuk ke lini bisnis pengangkutan batu bara.

Aksi korporasi tersebut ditargetkan dapat terealisasi pada akhir 2019 ini. Direktur Utama Buana Lintas Lautan Kevin Wong mengatakan, perseroan telah menyiapkan sejumlah opsi dalam rencana diversifikasi bisnis tersebut.

Di antaranya melalui pembelian kapal khusus untuk pengangkutan batu bara, kemudian menggandeng mitra strategis (joint venture) dan terakhir perseroan juga berencana untuk mengakuisisi satu perusahaan pengangkutan batu bara.

Diversifikasi bisnis usaha ini, kata Kevin, dilakukan dengan adanya aturan pemerintah yang mewajibkan penggunaan kapal nasional untuk ekspor batu bara dan minyak sawit serta untuk impor beras pada 2020. ”Ekspor batu bara lebih dari 400 juta ton, saat ini diangkut oleh kapal yang tidak ada hubungan dengan perusahaan perkapalan, tapi biasanya pakai pembelinya pihak asing.

Namun, aturan mulai Mei 2020 harusnya diangkut kapal Indonesia,” kata Kevin di Jakarta kemarin. Aturan yang dimaksud Kevin, yakni Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) PM No 48/2018 yang isinya mengubah beberapa ketentuan dalam PM 82/2017.

Perubahan yang substansial adalah penundaan waktu penerapan kewajiban kapal nasional dari 1 Mei 2018 menjadi 1 Mei 2020. Sebelumnya, perseroan berencana menambah 8 kapal sepanjang tahun ini dan meningkatkan kapasitas armada lebih dari 50-60%.

Hingga semester I/2019, BULL telah menambah 4 kapal tanker dengan kapasitas 297.000 DWT yang meningkatkan armada BULL 39,4% dari 850.000 DWT pada akhir 2018 menjadi 1,15 juta DWT saat ini.

”Dengan keberhasilan semester pertama, termasuk realisasi pembelian 4 kapal dan penambahan kontrak lebih dari 50% dalam periode itu, kami yakin akan dapat meneruskan momentum tersebut dan menambah 4 kapal tanker lagi sampai akhir tahun dan mencapai total 8 kapal tanker sampai akhir 2019,” ujar Kevin.

Perseroan menargetkan pertumbuhan minimal 50-60% pada 2019 yang didorong oleh penambahan kontrak dan dari kontribusi kapal-kapal baru ini. ”Karena kami membeli kapal secara bertahap, penambahan kapal-kapal tersebut akan mendorong peningkatan kinerja keuangan BULL dari kuartal ke kuartal. Jadi, peningkatan kinerja 50-60% itu baru target tahun ini, yang mana tahun depan dampaknya akan lebih besar lagi karena semua kapal yang kami beli pada 2019 akan beroperasi maksimal ditambah kapal-kapal yang akan kami beli pada 2020,” imbuh Kevin.

Untuk pertumbuhan selama 2019, BULL mempersiapkan dana sekitar Rp1-1,5 triliun untuk belanja modal. Sebagian dana akan berasal dari HMETD yang sudah disetujui OJK ditambah arus kas dari operasi dan pinjaman.

heru febrianto