Edisi 14-08-2019
Investigasi Blackout Harus Menyeluruh


JAKARTA – Peristiwa padamnya listrik secara massal diwilayah Jabodetabek, Jawa Barat dan sebagian Jawa Tengah harus diinvestigasi melibatkan ahli dari luar PLN.

Hal itu untuk mengetahui penyebab blackout yang terjadi pada 4 Agustus lalu. Ketua Conseil Int er na tio nal des Grands Reseaux Elec tri ques (CIGRE) Indonesia atau Dewan Internasional untuk Sistem Listrik Besar Herman Darnel Ibrahim mengatakan, blackout merupakan sebuah mu sibah bagi PLN. Kendati de mikian, kejadian itu tidak hanya terjadi di Indonesia.

Di negara maju se - perti Amerika dan Eropa pun per nah terjadi blackout. “New York telah mengalami tiga kali blackout, yaitu pada 1977, 2003, dan 14 Juli 2019. Kemudian California juga pernah mengalami blackout pada 1996, 2001, 2011, 2018, dan 2019,” kata Herman dalam ke - terangan tertulisnya kemarin. D

ia menambahkan, ber da - sar kan catatannya, negeri jiran Ma laysia juga pernah meng ala - mi blackout pada 1992, 1996, 2003, 2005, dan 2013. Ter anyar, padam listrik massal juga terjadi pada Sabtu (10/8) di Wales, Inggris di mana se kitar satu juta orang terkena dam paknya.

“Musibah blackout itu la yak - nya kecelakaan pesawat atau kematian orang sehat se cara mendadak yang sewaktu-wak tu dapat terjadi di luar ke mam puan manusia untuk meng hin dari - nya,” kata Herman. Dia menuturkan, sebuah sis - tem tenaga listrik yang kuat di - siapkan untuk beroperasi se ca ra andal, aman, dan tahan gang gu - an, tetapi bisa men g alami gang - guan meluas atau blackout.

Menurut Herman, untuk me ngetahui akar penyebab black out harus dilakukan in ves - tigasi yang melibatkan para ah - li dari luar PLN. Semua data re - corders, data peralatan, data ope rasi, data urutan-urutan ke jadian dikumpulkan dan di - analisis oleh tim penyelidik yang dibentuk.

“Kemudian, dibahas ke mung - kinan-kemungkinan pe nyebab lalu disimpulkan pe nye babnya, yang mungkin bisa berupa ke le - mahan peralatan, cacat pada komponen, kele mah an sistem proteksi atau setting-nya atau juga tak ter tu tup kemungkinan karenafak tor SDM, akibat ke ku - rangan kompetensi maupun ke - sa lah an tindakan (human error),” tam bahnya.

Sementara itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla mendesak PT PLN (Persero) memperbaiki sistem jaringan kelistrikan de ngan mempercepat pembangun an infrastruktur ketenagalistrikan melalui program 35.000 megawatt (MW).

Hal itu sebagai solusi jangka pan jang supaya kejadian pe ma - daman total ( blackout ) di se - paruh Jawa baru-baru ini ti dak terulang sehingga me ru gikan masyarakat, bisnis, dan in dustri. “Blackout itu terjadi karena ke terlambatan proses pem ba - ngunan infrastruktur.

Untuk itu, tambah power, tambah transmisi, dan perbaiki sis tem,” ujar Kalla saat membuka acara Indonesia International Geothermal Con ven tion & Ex hibition 2019 ber ta juk ‘Making Geothermal the Energy of Today ’ di JCC, Jakarta, kemarin.

Menurutnya, pem ba ngun - an infrastruktur baik pem bang - kit, transmisi, dan gardu in duk tujuannya untuk memperkuat sistem jaringan listrik tetap sehat. Selain itu, pem ba ngun - an infrastruktur ke te na ga lis - trikan juga bertujuan untuk mem-backup jalur lain jika ter - jadi kerusakan atau perawatan.

“PLN perlu menjaga kesehatan listrik dan pem ba ngunan secara terus-menerus tidak ada akhirnya. Itu kenapa tidak ada akhirnya karena pen duduk terus bertambah dan alasan lain ialah pertumbuhan ekonomi,” katanya.

nanangwijayanto