Edisi 14-08-2019
Kawasan Berikat Hortikultura Dibentuk


JAKARTA–Pemerintah mendorong pengem bangan hortikultura dengan me - man faatkan fasilitas kawasan berikat plasma.

Ada 13 kabupaten yang disiapkan menjadi kawasan berikat plasma hortikultura. “Kita sedang merintis kerja sama dengan 13 kepala daerah yang berkomitmen mengembangkan pola ini.

Semua kementerian/lembaga terkait kita minta duduk bersama,” ujar Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono dalam keterangan tertulisnya di Jakarta kemarin. Ke-13 daerah tersebut di an - taranya Kabupaten Lingga (Kepulauan Riau), Bener Meriah (Nanggroe Aceh Darussalam); Kabupaten Mandailing Natal dan Humbang Hasundutan (Su matera Utara); Kabupaten Ponorogo, Blitar, Bondowoso, dan Nganjuk (Jawa Timur); dan Kabupaten Jembrana (Bali).

Menurut Susiwijono, sela - ma ini fasilitas yang diberikan untuk kawasan berikat seperti pembebasan fiskal dan non fis - kal lebih banyak dinikmati para pe laku usaha perseroan. Mela - lui model kawasan berikat plas - ma hortikultura, kata dia, pe - tani juga bisa mendapatkan in - sentif sebagaimana diterima pe laku usaha.

“Syaratnya, pro - duk yang dihasilkan harus un - tuk ekspor,” terangnya. Sejatinya, model kawasan berikat plasma hortikultura ini sudah dilakukan Ditjen Bea Cu - kai Kementerian Keuangan (Ke menkeu) bekerja sama de - ngan PT Great Giant Pineapple (GGP) Lampung.

Dalam kerja sama ini, petani dimitrakan de - ngan pelaku usaha yang men - jadi off-taker atau pihak yang membeli hasil panenan petani. Direktur Jenderal Bea dan Cu kai Heru Pambudi menje las - kan, fasilitas kawasan berikat plasma petani mengom bi na si - kan antara teknologi dan modal dari perusahaan dengan kepe - mi likan lahan dan tenaga kerja mi lik petani.

Secara tidak langsung, petani akan mendapatkan insentif berupa peralatan, bibit, alat teknologi, dan pupuk yang disalurkan melalui kawasan berikat tersebut.

“Dengan demikian, petani bisa menikmati pasar global, per usahaan induk bisa me me - nuhi suplai kontrak-kontrak - nya, pemerintah daerah juga di - untungkan,” kata Heru. Direktur Jenderal Horti kul - tura Kementerian Pertanian (Ke - mentan) Prihasto Setyanto me - ngatakan, kawasan berikat plas - ma hortikultura sejalan de ngan grand design Ditjen Hor ti kul tura yang kini sedang di su sun.

Kedepan pihaknya akan me ngem - bangkan kawasan hor ti kultura se suai skala ekonomi, agro kli - mat, dan kesesuaian la han. “Contoh manggis, kalau me - mang skala ekonominya 400- 500 hektare (ha) dan sesuai agroklimatnya, kami akan beri - kan bantuan ke satu daerah se - ba nyak itu, lengkap dengan du - kungan lainnya seperti benih ung gulnya, pengendalian hama penyakit, hingga pemasaran - nya,” ujar Prihasto.

Deputi Menko Per eko no mi - an Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian Musdalifah Mah - mud mengatakan, selama ini hor tikultura kurang di per ha ti - kan. Padahal, kontri bu si nya ter - ha dap ekspor dan pe nye rapan te naga kerja sangat me non jol.

“Meski anggarannya ter bi lang paling kecil dibanding subsektor lainnya, kinerja eks por nya cu - kup signifikan. Ini yang akan kita pacu,” kata Mus dalifah. Direktur Government Relations and External Affair PT Great Giant Pineapple (GGP) Lampung Welly Soegiono mene kankan pentingnya peme ta - an pasar dan kemitraan dalam pengembangan hortikultura na sional.

“Kita produksi apa yang dibutuhkan pasar, bukan me maksa pasar membeli apa yang kita produksi,” ujarnya. GGP telah mengembangkan ke mitraan berbasis create share va lue (CSV), di mana perseroan tidak hanya berperan sebagai offtaker, tetapi juga melakukan pendampingan bagi petani ber samasama Kementan, mulai pe na - nam an, perawatan, panen, pe - nge pakan, distribusi, hingga pe - ma sarannya.

“Kami berikan bi bit kepada petani, panduan budidaya tanamnya, dan su per visi dilapangan. Ini untuk men ja min produk yang dihasilkan pe tani se suai standar ekspor,” beber Welly. Welly mengatakan, pihaknya bersama Ditjen Bea Cukai su dah mengembangkan sistem aplikasi e-Grower yang mampu memonitor pergerakan hasil pro duksi, baik yang dijual di pasar lokal maupun untuk keperluan ekspor.

sudarsono