Edisi 14-08-2019
Komersialisasi Teknologi Bakal Jadi Kebutuhan


JAKARTA–Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IAITB) meminta pemerintah memberikan dukungan optimal untuk pemberdayaan teknologi yang aplikatif secara bisnis.

Upaya untuk menumbuhkan ekosistem teknopreneur juga harus digalakkan karena komersialisasi teknologi akan segera menjadi kebutuhan. “Saya ingin mengajak semua kalangan berpikir serius, sejenak saja. Bangsa ini punya ba nyak potensi, sumber daya alam berlimpah, sumber daya manusia juga sangat mumpuni.

Se ka rang saatnya kita me langkah, memanfaatkan tek nologi un tuk kepentingankepentingan bisnis dan ko - mersial, dan tidak lagi maluma lu untuk me-ngo mer sial kan teknologi,” ujar Ke tua Umum IA-ITB Ridwan Dja ma lud din usai acara pem bu kaan “Indo ne - sia nisme Summit 2019” di Ja - karta kemarin.

Menurut Ridwan, seka rang - lah saatnya Indonesia mem ber - da yakan teknologi untuk men - ja dikan semua aset berdaya se - cara masif. Semua kalangan bisa dan harus memanfaatkan tek no logi. Jika tidak, ratusan juta jiwa penduduk Indonesia akan terus jadi penonton yang me nyaksikan semua potensi dan kekayaannya di man faat - kan dan dipanen oleh asing.

“Ini ti dak main-main. Se ka rang saat nya untuk mulai dan bang - kit secara lebih serius. Ini bukan jar gon-jargon kosong yang ha - nya pantas untuk di te riak kan. Kita harus berbuat. Karya di atas kata-kata,” kata Ridwan.

Ridwan mengajak semua ka - la ngan untuk tidak lagi sung kan membisniskan tek no logi dan meneknologikan bis nis. Jus tru, sinergi antara ke dua nya men - jadi sangat men de sak un tuk dilakukan. “S u pa ya ha sil nya benar-benar op ti mal dan ber - manfaat. Supaya asing ti dak lagi bisa menguasai kita.

Kita punya potensi, kita man faatkan de - ngan tekno logi,” je lasnya. Sementara Direktur Re- Industrialisasi IA-ITB Achmad Rizal menjelaskan, masih ba - nyak yang tidak menyadari tec - h no preneurship adalah sebuah hal yang seharusnya mendapat perhatian lebih besar.

“Tech no preneurship perlu digalakkan pada mahasiswa dan alumni uni versitas yang bergerak di bidang teknologi,” katanya. Menurut dia, teknopreneur harus mampu menumbuhkan ekosistemnya dan regulator, da - lam hal ini pemerintah juga perlu mendorong tumbuhnya eko sistem teknopreneur. “Bu - kan zamannya lagi teknologi hanya teronggok di per pus ta - kaan se ba gai literatur.

Aplikasinya ha rus dipacu. Para praktisi tek no logi, para teknopreneur harus di dorong agar berperan lebih ag resif. Mereka adalah orang yang diharapkan mampu meneknologikan bisnis, sekaligus mem bis niskan tek nologi,” kata Rizal. Menurut Rizal, pemerintah tidak memberikan perlakuan yang pantas untuk pe ngem b - angan teknologi sehingga pe - ngua saannya masih lemah.

“Da lam setiap periode peme - rin tah an, penguasaan tek no - logi selalu dipandang sebelah mata,” ujarnya. Dia berharap, pemerintah, in dustri, dan institusi pen di - dikan (perguruan tinggi) bisa bersinergi. Pasalnya, selama ini ketiga sektor tersebut se olah berjalan sendiri-sendiri.. “Pemerintah harus mem - buat kebijakan yang dapat me - lin dungi tumbuhnya industri da lam negeri memasuki era per dagangan bebas.

Kalau di - lepas begitu saja, jelas industri kita akan kalah bersaing dengan produk-produk luar,” kata Rizal. Rizal mengingatkan semua kalangan bahwa ekonomi masa depan adalah ekonomi digital. Para teknopreneur juga harus me lek digital. Aplikasi tek nologi untuk kepentingan bisnis su dah harus berorientasi di - gital.

“Muncul teknologi baru yang mengakibatkan perubah - an luar biasa di semua disiplin ilmu, ekonomi, dan industri. Se - kitar 75% pekerjaan me li bat kan ke mampuan sains, tek no logi, tek nik dan matematika, ser ta int er net of things, oleh ka re nanya lu lus an perguruan ting gi harus siap untuk digital challe nge dan me miliki digital talent ,” jelasnya.

Di sisi lain, Rizal mengu rai - kan betapa bangsa Indonesia di hadapkan pada banyak tant - a ng an serius. Salah satunya energi akan menjadi ko mo di - tas yang sangat mahal. “Saya ka ta kan serius karena ini ber - kait an dengan ketahanan ener - gi In do nesia, salah satu isu sa - ngat strategis,” katanya.

Menurut dia, Indonesia ha - rus segera melakukan berbagai upaya pengembangan serta pe - manfaatan energi baru ter ba - ru kan (EBT). Indonesia me mi - liki potensi serta kandungan EBT yang sangat besar, yakni sumber energi biofuel, sumber energi panas bumi, sumber ener gi matahari, sumber ener - gi air, sumber energi ge lom - bang laut, dan sumber energi biomassa.

“Hadirnya kendaraan listrik dalam beberapa tahun belakangan menjadi pertanda jelas bahwa telah terjadi perubahan dalam tatanan energi dunia,” katanya. Dia menuturkan, kendaraan listrik telah diyakini sebagai kendaraan masa depan.

Konsekuensinya, kebutuhan lis trik akan sangat besar. Ironisnya, kebanyakan pembangkit listrik justru masih menggunakan batu bara yang justru me nyumbangkan kenaikan emisi karbon. “Optimalisasi ener gi terbarukan untuk memenuhi ke butuhan listrik sektor trans portasi di masa mendatang su dah sangat mendesak,” pung kasnya.

rakhmat baihaqi