Edisi 14-08-2019
OJK Catat 127 Fintech Terdaftar


JAKARTA –Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan hing ga 7 Agustus 2019, total jumlah penyelenggara finansial teknologi (fintech ) terdaftar dan berizin adalah 127 perusahaan.

Terdapat penam bah - an 15 penyelenggara fintech terdaftar yaitu Qazwa.id, Bsa - lam, One hope, LadangModal, Dhana pa la, Restock, Solusiku, Pin jam disini, AdaPundi, Tree+, Asset kita, Edufund, Finan ku, Tunas aku, dan Uatas.

“OJK mengimbau masya - ra kat untuk menggunakan ja - sa pe nyelenggaraan fintech peer to peer lending yang sudah ter daf tar atau berizin dari OJK,” kata Juru Bicara OJK Sekar Putih Dja rot di Jakarta kemarin. Pe nyelenggara peer to peer lending (P2P) yang su - dah terdaftar dan berizin OJK harus memenuhi aturan dan ketentuan POJK No mor 77/ POJK.01/2016.

Jika fintech yang sudah ter daf tar dan ber - izin OJK melanggar aturan ter sebut, OJK akan mem beri - kan sanksi hingga pen cabutan izin sesuai aturan yang ada. Sementara itu, penye leng - gara P2P yang tidak berizin atau fintech yang ilegal me - miliki ba nyak risiko.

Seluruh masya ra kat dihimbau agar hanya ber transaksi di fintech yang sudah terdaftar di OJK. OJK bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Polri, dan anggota satgas lain nya akan te rus berupaya untuk mem be - rantas investasi ilegal.

“Bila na sabah sudah ada yang telanjur dibohongi oleh produk fintech ilegal maka dapat segera lapor kan ke polisi,” ungkap Ke tua Satgas Waspada Investasi Ton gam L Tobing.

Satgas Waspada Investasi su dah banyak menutup kegiatan fintech peer to peerlending tanpa izin OJK, namun tetap saja banyak aplikasi baru yang muncul pada laman dan Google Playstore, sehingga ma syarakat diminta untuk tidak mengakses atau meng guna kan aplikasi fin tech P2P lend ing yang tidak ber izin. Apa bila ingin meminjam secara daring, masyarakat ha rus melihat daftar aplikasi fintech P2P lending yang telah terdaftar di OJK.

kunthi fahmar sandy