Edisi 14-08-2019
Kunci Juara Grup


JAKARTA – Duel Indonesia versus Myanmar memang sudah tidak berpengaruh pada tiket kedua tim menuju semifinal.

Namun, laga ini krusial dalam perebutan gelar juara untuk menghindari pemuncak Grup B pada babakknock-outyang diperebutkan tiga tim. Laga pamungkas Grup A di Thong Nhat Stadium sore ini sejatinya hanya seremonial bagi kedua tim.

Indonesia dan Myanmar sudah memastikan satu tiket ke semifinal setelah mengemas empat kemenangan. Perolehan 12 poin sudah tidak mungkin terkejar Laos di urutan ketiga. Saat ini skuad Garuda Nusantaraberhak mengklaim posisi pemuncak grup berkat keunggulan produktivitas gol.

Indonesia unggul agregat delapan gol atas Myanmar yang baru mencetak 10 gol dan dua kali kebobolan. Sementara Rizky Ridho dkk sudah mengemas 19 gol dan kebobolan tiga kali. Sejatinya, hasil imbang sudah cukup bagi tim Merah Putihuntuk memastikan gelar juara grup.

Jika skenario ini terjadi, Indonesia akan menghadapi runner- up - Grup B. Saat ini, tiga tim masih berpeluang lolos ke babak semifinal yakni Malaysia, Vietnam, dan Australia. Hingga berita ini ditulis, Malaysia mengklaim posisi puncak setelah menang telak 3-0 atas Australia.

Sementara, pertandingan Vietnam vs Thailand, masih berlangsung. Pelatih Fakhri Husaini mengaku tidak bisa memilih lawan pada babak semifinal nanti. Menurut dia, tim mana pun yang akan dihadapi Indonesia, wajib diwaspadai mengingat persaingan Grup B cukup ketat. “Kami akan lihat calon lawan dari Grup B.

Tapi, kami tak bisa pilih lawan,” katanya. Indonesia sendiri enggan bermain aman pada laga nanti mengingat karakter permainan Myanmar dikenal keras dan menekan sepanjang pertandingan. Pola ini terbukti menyulitkan skuad Garuda Nusantaradalam mengembangkan permainan seperti pada laga kontra Laos.

Indonesia bahkan meraih kemenangan setelah pemain lawan Anoulack Vannalath melakukan gol bunuh diri. Fakhri menyatakan laga kontra Myanmar akan menjadi ujian berat bagi anak asuhnya sebelum melakoni laga semifinal.

Dia berharap dalam laga nanti penampilan Rizky Ridho dkk bisa lebih baik, terutama dalam memecah kebuntuan dan mengantisipasi permainan menekan lawan. “Saya berharap anak-anak bisa memetik pelajaran dari laga sebelumnya.

Pemain harus bisa beradaptasi dan merespons cepat karakteristik bermain lawan di atas lapangan. Target kami tentu bisa meraih poin penuh sekaligus juara peringkat teratas di grup ini,” tandasnya. Menghadapi Myanmar, mantan kapten timnas Indonesia itu kembali mewacanakan melakukan rotasi untuk menjaga kebugaran pemain.

Menurutnya, ada sejumlah pemain yang membutuhkan pemulihan fisik lebih lama. Mereka diharapkan sudah kembali bugar pada laga semifinal yang digelar Sabtu (17/8). “Persiapan sama seperti sebelumnya.

Saya membagi tim menjadi dua, para pemain yang bermain dari awal hingga digantikan, menjalani latihan pemulihan fisik berupa berenang di fasilitas hotel kami dengan beberapa aktivitas lain yang menyenangkan. Sementara satu tim lain kami berikan materi latihan seperti biasa.

Kami mempertajam pertahanan, kerja sama tim, dan lainnya,” paparnya. Bek timnas U-19 Alfeandra Dewangga menyatakan optimistis anak-anak Indonesia kembali melanjutkan tren positif saat melawan Myanmar. Menurut dia, karakter bermain calon lawan mirip dengan Laos yang notabene menjadi laga terberat sepanjang fase Grup A.

Dia menilai permainan serupa kemungkinan akan diusung lawan untuk mencuri kemenangan dalam laga nanti. Namun, menurut dia, timnas U-19 sudah belajar dari pertandingan sebelumnya saat menghadapi tim yang menerapkan permainan keras dan menekan.

Karena itu, dia mengingatkan rekan-rekannya agar bisa menjaga fokus terutama saat bertahan. Dewangga menyebut permainan kompak dan fokus akan bisa mengantarkan Indonesia meraih posisi pemuncak grup. “Semoga kami bisa terus bermain konsisten di laga berikutnya. Kami akan terus fokus dan konsentrasi sepanjang laga nanti,” katanya.

abriandi