Edisi 14-08-2019
Tantangan Gelar Minions di Kejuaraan Dunia


JAKARTA– Ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon kembali menjadi tumpuan Indonesia pada ajang Kejuaraan Dunia Badminton di St Jakobshalle Basel, - Swiss.

Beban berat ini men jadi tantangan bagi pasangan berjuluk Minionsitu yang per nah meraih gelar di ajang tersebut. Trofi kejuaraan dunia memang menjadi salah satu gelar yang belum diraih pasangan Kevin/Marcus dalam perjalanan mereka menapaki peringkat 1 dunia.

Tahun lalu, tampil sebagai unggulan pertama, mereka justru dihentikan wakil Jepang Takeshi Kamura/Keigo Sonoda pada babak 8 besar. Mundur ke tahun 2017, Kevin/Marcus juga gagal di babak perempat final.

Saat itu wakil China Chai Biao/Hong Wei yang menjadi aral setelah memaksakan rubber gamedan menang 11-21, 21-19, dan 22-20. Kini, kesempatan untuk mengobati rasa penasaran di kejuaraan dunia kembali menghampiri Kevin/Marcus di Basel mulai Senin (19/8).

Mendapat byedi babak pertama, pasangan peringkat 1 dunia itu akan menghadapi laga perdana melawan pemenang antara wakil Hong Kong Chung Yonny/Tam Chun Hei versus Choi Soi Gyu/Seo Seung Jae. Jika menang, kemungkinan Kevin akan menghadapi rekannya di pelatnas, Fajar Alfian/Muham mad Rian Ardianto, termasuk berpeluang menghadapi Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan di semifinal.

Pelatih Ganda Putra Indonesia Herry IP menyebut meski berat, peluang Kevin/Marcus untuk mempersembahkan gelar bagi tim Merah Putih di ajang kejuaraan dunia terbuka lebar. Performa mereka dalam beberapa turnamen terakhir menjadi tolok ukur dalam menetapkan target tersebut.

Namun, dia meminta agar anak asuhnya tidak terlalu percaya diri dalam turnamen nanti. Herry mengingatkan agar Minionsbisa menjaga fokus selama di lapangan. Menurut dia, kontrol emosi sangat di butuhkan untuk bisa mengendalikan pertandingan. Dia menyebut rasa penasaran akan gelar kejuaraan dunia tidak boleh menjadi bumerang bagi pasangan andalan Indonesia tersebut.

“Harus kontrol emosi. Mereka kan mau juara, jadi harus bisa mengontrol diri sehingga targetnya tercapai. Saat bermain juga jangan terlalu percaya diri, anggap saja seperti turnamen biasa. Karena, ini kanpencapaian yang belum mereka raih,” tutur Herry.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Susy Susanti menyebut sektor ganda putra yang memang paling berpeluang merealisasikan target satu gelar yang dicanangkan federasi. Menurut dia, pencapaian pada dua turnamen yang berhasil mencip takan all Indonesian finalpada Blibli Indonesia Open dan Japan Open 2019 melalui Kevin/ - Mar cus dan Hendra /Ahsan men jadi tolok ukur.

“Peluang paling besar me mang ada di ganda putra. Semo ga mereka nanti bisa kasih ke jut an dan prestasinya lebih stabil lagi. Karena, kita sudah dekat dengan Olimpiade, segala kemungkinan bisa terjadi,” kata Susy. Melihat kiprah di kejuaraan dunia sebelumnya, sejauh ini Hendra/Ahsan sudah dua kali berhasil menjadi juara dunia, yaitu pada tahun 2013 dan 2015.

Sementara Kevin/Marcus sejak tahun 2015 berpasangan belum bisa meraih gelar tersebut. Sesuai jadwal, tim Indonesia yang berkekuatan 27 pemain dijadwalkan bertolak ke Swiss, malam ini. “Di ganda putri, kami ber ha rap bukan cuma kepada Grey sia/ Apriyani. Di kejuaraan dunia ini kami pun berharap mereka bisa lebih baik dan maksimal,” tandasnya.

abriandi

Berita Lainnya...