Edisi 14-08-2019
Ujian Petenis Terbaik


CINCINNATI – Naomi Osaka akan menjalani ujian perdana pada Cincinnati Terbuka 2019 menghadapi Aliaksandra Sasnovich di Lindner Family Tennis Center Cincinnati, Amerika Serikat, hari ini.

Laga tersebut menjadi pertandingan perdana sejak dia kembali menjadi petenis nomor satu dunia menggusur Ashleigh Barty. Osaka kembali menjadi petenis nomor satu dunia WTA (women tennis association) untuk kedua kali dalam kariernya setelah lolos ke perempat final Piala Rogers 2019.

Kepastian Osaka menjadi nomor satu dunia seiring kekalahan mengejutkan Barty, petenis Australia, di babak kedua Rogers Cup. Juara Grand Slam Prancis Terbuka 2019 itu di luar dugaan dising kirkan petenis Amerika Serikat Sofia Ke nin dalam rubber game 7-6(5), 3-6, 4-6.

Di atas kertas, Osaka berpeluang besar menang atas Sasnovich. Petenis Jepang tersebut secara head to headunggul. Dari tiga pertemuan, tak sekali pun petenis Belarus itu mengalahkan Osaka. Apalagi secara peringkat, bagaikan langit dan bumi.

Saat ini Sasnovich berada di peringkat 42 dunia, sementara Osaka bertengger di puncak WTA. “Ketika saya bermain bagus, ini pada dasarnya adalah naluri. Sepertinya saya secara otomatis tahu apa yang harus dilakukan di lapangan,” ujar Osaka, dilansir WTA Tennis.

Soal kembalinya menjadi petenis nomor satu dunia, Osaka mengaku lebih antusias. Di samping itu, dia ingin kariernya di masa depan lebih stabil. Osaka membahas kecenderungan untuk tidak memikirkan dirinya sendiri dalam pertandingan. “Saya ingin memperluas pikiran saya dan tahu bahwa ini bukan tentang lapangan tenis.

Para pemain tenis cenderung berpikir semuanya akan berakhir pada pertandingan yang satu itu atau hanya di dalam garis pengadilan. Kemudian, Anda mengerti bahwa hidup lebih penting dari sekadar tenis dan Anda memiliki dampak yang lebih besar daripada yang Anda pikirkan.

Saya hanya menyadari hal-hal seperti itu,” kata Osaka. Sementara itu, mantan petenis nomor satu dunia Andy Murray gagal cameback di Cincinnati Terbuka 2019. Petenis veteran asal Inggris itu melakoni pertandingan perdana dalam 210 hari terakhir dengan kekalahan.

Murray disingkirkan petenis Prancis Richard Gasquet, 4-6, 4-6. Gasquet mengklaim kemenangan keempat dari 12 pertemuan melawan Murray dan mematahkan lima kekalahan beruntun dari Murray. Murray terakhir kali melakoni laga nomor tunggal pada 14 Januari lalu di Australia Terbuka, dan kalah dari Roberto Bautista Agut dengan lima set.

Saat itu, Murray berpikir mungkin itu akan menjadi pertandingan nomor tunggal terakhir dalam kariernya. Pada 8 Januari 2018, Murray telah menjalani operasi pada pinggulnya dan setelah itu berpikir pensiun atau menjalani operasi pinggul lainnya.

Setelah menjalani operasi, begitu menyelesaikan Australia Open, dua bulan lalu, Murray kembali ke dunia tenis dengan turun di nomor ganda bersama Feliciano Lopez dan memenangkan gelar di Queen’s Club, London. Secara bertahap Murray mulai berlatih untuk melakoni nomor tunggal.

Dia pun merasa cukup nyaman untuk meminta wildcarddemi berpartisipasi di Turnamen Masters 1000 ketujuh musim ini, Western & Southern Open yang telah dia menangkan sebanyak dua kali, walau akhirnya harus menelan kekalahan pahit.

Sementara Gasquet selanjutnya akan bertemu petenis unggulan keempat Dominic Thiem yang mengincar gelar Turnamen Mastres 1000 kedua dalam kariernya setelah menjadi juara di Indian Wells. Gasquet sendiri harus berhadapan dengan meja operasi pada 18 Januari lalu demi memulihkan cedera selangkangannya sehingga memaksa Gasquet melewatkan empat bulan pertama dari musim ini.

“Setelah operasi, Anda tidak pernah tahu apakah bisa kembali atau tidak. Secara mental, hal itu akan cukup berat. Secara fisik, akan sangat sulit untuk kembali ke lapangan, terutama bermain di level yang tinggi, berlari, berlari dari satu sisi ke sisi lain, ataupun melakukan servis,” kata Gasquet.

“Sekarang, saya merasa prima. Tentu saya berjuang keras di sepanjang musim ini untuk kembali beraksi. Jadi, sekarang saya merasa luar biasa. Saya berharap hal yang sama akan terjadi kepada Murray,” ujarnya.

sazili mustofa