Edisi 18-08-2019
5.553 Jamaah Haji Tiba di Tanah Air Hari Ini


JEDDAH–Jamaah haji Indonesia mulai kembali ke Tanah Air kemarin. Sebanyak 5.553 jamaah dari 13 kelompok terbang (kloter) diterbangkan ke Indonesia melalui Bandara King Abdul Aziz Jeddah mulai pagi hingga tadi malam waktu Arab Saudi (WAS).

Pemulangan jamaah haji sesuai jadwal, yakni sejak pukul 08.15 WAS dan berlangsung secara bertahap hingga malam pukul 22.40 WAS. Kloter 1 embarkasi Jakarta- Bekasi (JKS) menjadi jamaah haji pertama yang terbang menuju Indonesia. Sedangkan kloter 1 Embarkasi Batam (BTH) menjadi penutup pemulangan hari kemarin. Kepala Seksi (Kasie) Kedatangan dan Pemberangkat Daerah Kerja (Daker) Bandara Jeddah- Madinah Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Cecep Nursyamsi mengatakan, terdapat 13 kloter yang diterbangkan pada hari pertama pemulangan jamaah haji Indonesia kemarin.

Masing-masing kloter 1, 2, 3, 4 embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS); kloter 1, 2, 3 Surabaya (SUB); kloter 1 Lombok (LOP), kloter 1 Batam (BTH), kloter 1 Palembang (PLM), kloter 1 Padang (PDG), dan kloter 1 embarkasi Ujung Pandang (UPG). ”Sejauh ini proses pemulangan lancar,” kata Cecep kepada tim Media Center Haji (MCH) kemarin. Setelah tiba di bandara, jamaah beristirahat sekitar satu jam di plaza sambil menikmati makanan yang sediakan oleh PPIH. Di tempat itu petugas maskapai juga mengingatkan jamaah hanya membawa pulang tas kabin dan tas paspor resmi yang diberikan oleh pemerintah. Tas dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) atau tas tentengan lain harus ditinggalkan.

Petugas juga meminta jamaah untuk mengeluarkan air zamzam dari koper sebab bawaan tersebut akan tetap terdeteksi oleh x-rayketika akan masuk ke dalam pesawat. ”Jika tetap membawa air zamzam akan dibongkar,” kata petugas dari Maskapai Saudi Arabia Airlines melalui pengeras suara. Meski sudah diingatkan, tetapi masih banyak jamaah yang enggan meninggalkan tas tentengan mereka. Mereka bahkan menggunakan tas paspor milik KBIH. Namun, aturan maskapai Saudi Arabia Airlines cukup ketat.

Sebelum masuk ke ruang Imigrasi, kembali menyortir barang bawaan jamaah. Tas atau barang tentengan selain yang diperbolehkan harus ditinggalkan. Beberapa barang yang ditinggalkan antara lain air minum dalam kemasan botol, sandal, tas paspor KBIH, air zamzam, kecap, rice cooker, pemanas air listrik, dan lainnya. Barang-barang ini kemudian diambil oleh para pekerja Bandara King Abdul Aziz Jeddah. Setelah meninggalkan barang-barang bawaan yang melebihi aturan, jamaah kemudian diperbolehkan masuk ke ruang Imigrasi untuk menjalani pemeriksaan terakhir. ”Jika telah lolos Imigrasi, jamaah masuk lalu masuk ke ruang tunggu sambil menanti jadwal pesawat take off,” kata Cecep.

”Indonesia Raya” Menggema di Bandara Jeddah

Sementara itu, suasana HUT Ke-74 RI terasa di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah. Petugas daerah kerja (daker) Bandara Jeddah- Madinah PPIH Arab Saudi mempersiapkan acara sederhana untuk menyambut Hari Kemerdekaan Ke-74 Republik Indonesia yang jatuh pada Sabtu kemarin. Mereka membuat bendera Merah Putih berukuran kecil dan dibagikan kepada jamaah haji Indonesia yang akan pulang ke Tanah Air.

PPIH lalu mengajak jamaah menyanyikan lagu Indonesia Raya sambil berjalan dari plaza menuju ruang pemeriksaan Imigrasi. Salah satu jamaah asal kloter 1 embarkasi Surabaya (SUB), Wihdaniyatun mengatakan, dirinya cukup terharu diajak menyanyikan lagu kebangsaan. Ini momentum yang langka, dirinya pulang dari Tanah Suci bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus. ”Biasanya saya ikut upacara di sekolah. Ini adalah tahun terakhir, tahun besok saya sudah pensiun,” kata guru SD di Kabupaten Ponorogo ini. Kepala Seksi (Kasie) Media Center Haji (MCH) Daker Bandara Jeddah-Madinah PPIH Arab Saudi Husni Anggoro mengatakan, bendera yang dibuat akan diberikan kepada jamaah haji yang pulang ke Indonesia hari ini.

”Ini adalah bagian dari cara sederhana memperingati Hari Kemerdekaan Ke-74 RI pada 17 Agustus yang kebetulan berbarengan dengan pemulangan perdana jamaah haji ke Tanah Air,” katanya. Peringatan HUT Ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia juga berlangsung khidmat dan meriah di Wisma Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Jeddah kemarin. Ratusan warga negara Indonesia (WNI) yang berdomisili di Jeddah dan sekitarnya hadir dalam Perayaan 74 Tahun Indonesia Merdeka.

Di tempat ini, Menteri Agama Lukman Hakim Saefudin yang juga Amirul Hajj didaulat untuk memotong tumpeng dan diberikan kepada Konjen RI Mohammad Hery Saripudin dan istrinya, Zulfah Nahdliyati.

Abdul malik mubarok