Edisi 18-08-2019
Operasi Kecantikan Tren Masyarakat Kota


JAKARTA – Tingginya keinginan menyempurnakan wajah dan postur tubuh mulai menjadi tren di Indonesia. Permintaan bedah plastik maupun prosedur nonbedah kecantikan meningkat tajam dalam lima tahun terakhir.

Tingginya permintaan bedah estetika itu turut disambut sejumlah rumah sakit di kota-kota besar di Indonesia yang menyediakan layanan operasi plastik seperti di DKI Jakarta, Surabaya, Bandung, Bali. Dokter bedah plastik Rumah Sakit Onkologi Surabaya Beta Subakti mengungkapkan, dalam sebulan pasien yang ditangani mencapai 10-16 orang dengan rata-rata setiap pekan melakukan tindakan bedah plastik sebanyak empat pasien. Meningkatnya pasien bedah plastik menurutnya menjadi pilihan bagi banyak orang yang ingin memperbaiki struktur wajahnya.

”Lima tahun terakhir faktor produk domestik bruto (PDB) Indonesia yang naik ikut berpengaruh sehingga banyak orang yang semakin mampu untuk melakukan perawatan estetika. Operasi plastik di Indonesia juga biayanya terjangkau bagi kelas menengah bila dibandingkan dengan di luar negeri,” tutur Beta kepada KORAN SINDO baru-baru ini. Dari sekian banyak operasi kecantikan, mayoritas pasien menurut Beta rata-rata melakukan prosedur operasi bedah seputar memancungkan hidung, melebarkan kelopak mata, liposection, dan memperbesar payudara.

”Banyak yang berkeinginan untuk mengubah bentuk hidung dan mata. Permasalahan yang hampir sama di sekitar wilayah Asia Timur yang memiliki hidung kecil dan mata sipit,” tuturnya. Pakar kecantikan Olivia Ong mengungkapkan, tren yang akan digemari masyarakat ke depan bukan sekadar operasi bedah plastik saja, tetapi juga tindakan nonbedah seperti botok, filler, dan ultherapy yang masuk dalam penanganan kedokteran estetika. Tren nonbedah ini menurutnya saat ini sedang populer karena tidak merepotkan pasien dan tanpa masa pemulihan yang cukup panjang.

Tindakan seperti ini dilakukan hanya untuk pasien yang ingin mempercantik bentuk bibir, meremajakan wajah hingga terlihat lebih berisi dan padat atau untuk menghilangkan kerutan pada wajah. Suntik botok merupakan salah satu cara perawatan kecantikan dengan memasukkan protein yang dimurnikan khasiatnya untuk merelaksasi kerja otot yang berlebihan saat ekspresi. Misalnya saat seseorang berpikir di beberapa titik wajah sering terdapat kerutan. Suntik botok tersebut akan menghilangkan kerutan-kerutan yang biasan ya terdapat di kening sekitar area mata. ”Kini perawatan estetika memang digunakan untuk pencegahan penuaan dini.

Dari segi biaya juga terjangkau masyara - kat dan masyarakat Indonesia juga sudah terbuka sehingga tidak ada lagi tanggapan bahwa jika kita pergi ke klinik kecantikan untuk di-filler dan botok berarti sudah tidak alami,” tutur Olivia yang juga founder Jakarta Aesthetic Clinic. Pengamat kesehatan Hasbullah Thabrani menilai teknologi kesehatan di Tanah Air kini sudah maju dan menjadi pelengkap bagi rumah sakit bedah dan klinik kecantikan untuk membuat wajah serta tubuh lebih menarik. Teknologi kesehatan ini sudah seharusnya dapat dipahami dengan benar oleh masyarakat.

Menurut Hasbullah, banyak orang yang rela merogoh kocek lebih dalam hanya untuk urusan penampilan dan kecantikan serta menjadikan dunia kesehatan dan kecantikan sebagai bisnis yang menggiurkan. Kualitas dokter bedah plastik di Indonesia pun menurutnya tidak kalah dengan di luar negeri sehingga devisa negara tidak masuk ke negara lain. ”Bagi masyarakat yang ingin melakukan tindakan perawatan harus mengetahui dampak positif dan negatif teknologi kecantikan yang digunakan saat ini. Juga harus diperhatikan dokter yang menangani,” tuturnya.

Senada dengan Hasbullah, Direktur Yayasan Pemberdayaan Konsumen Kesehatan Marius Widjajarta mengatakan perawatan nonbedah yang sifatnya menanam sesuatu ke tubuh pasien juga seharusnya dilakukan dokter bedah. Pemerintah dalam hal ini dinas daerah yang harus tegas mengawal klinik kecantikan yang bukan dilakukan oleh dokter bedah dan dokter kulit.

Ananda nararya