Edisi 18-08-2019
Kado Terindah untuk Indonesia dan Dunia


Film dokumenter Bali : Beats Paradise karya sutradara muda bertalenta asal Indonesia yang bermukim di Hollywood Livi Zheng, akhirnya tayang serentak di seluruh bioskop Tanah Air, pada Kamis (22/8) nanti.

Film yang mempromosikan destinasi pariwisata Indonesia terutama Bali, ini bentuk persembahan dari seorang anak bangsa untuk merayakan 74 tahun kemerdekaan Indonesia. Bali: Beats of Paradise berkisah tentang perjalanan karier bermusik komposer gamelan Nyoman Wenten, yang mengejar mimpi sebagai seniman Bali di Amerika Serikat, lewat musik gamelan Bali. Film yang merepresentasikan kekayaan budaya tradisional alat musik gamelan yang perlahan mulai ditinggalkan anak-anak muda di Indonesia ini, telah meraih sukses besar lewat sambutan positif masyarakat penonton film dunia terutama di Amerika Serikat dan Korea Selatan, bahkan dipromosikan masuk dalam ajang Piala Oscar 2019.

Livi Zheng tak menampik bahwa film karyanya ini memang jadi kado istimewa bagi Indonesia yang tengah merayakan Hari Kemerdekaan ke-74 tahun. Sebagai seorang sineas, Livi pun berjanji akan terus membuat dan menghasilkan karya film yang bercerita tentang keindahan alam budaya dan masyarakat Indonesia. “Dari film ini kita bisa saksikan perjuangan Pak Nyoman dan istrinya yang berasal dari Bali. Mereka punya niat tulus dan keinginan untuk lebih mengenalkan Bali yang merupakan bagian dari negara Indonesia, ke kancah dunia,” ujar Livi Zheng kepada KORAN SINDO belum lama ini. Livi Zheng begitu getol mempromosikan sesuatu yang berbau Indonesia, terutama budaya tradisional, wisata, dan hal positif lainnya. Ke depan, dia juga telah mempersiapkan sejumlah proyek film yang mengangkat sekaligus mengenalkan potensi berbagai daerah lain di Indonesia.

“Sebelumnya, saya pernah bercerita tentang masyarakat di Madura dan Garut, sekarang Bali. Dan tidak menutup kemungkinan daerah lain akan menjadi destinasi saya dalam membuat film. Karena bagi saya, film merupakan media yang bagus untuk mengenalkan potensi alam di Indonesia ke mata dunia,” tandasnya. Menteri Pariwisata Arief Yahya mengakui film merupa - kan alat atau medium yang bagus untuk mempromosikan keindahan Bali dan Indonesia pada umumnya. Keindahan alam yang ditampilkan lewat film dapat menggugah penonton untuk mendatangi destinasi tersebut. Belum lagi dengan keunikan budaya dan tradisi yang dimiliki Indonesia, mem buat wisatawan luar cepat jatuh hati dan makin penasaran untuk bisa melihatnya lang sung.

“Saya berharap Livi dan semua sineas muda di Indon e sia mau bekerja sama dengan pe - merintah dalam upaya me ngenalkan Indonesia di mata internasional,” ungkap Arief Yahya. Patut diakui, bagi yang telah menonton film Bali: Beats of Paradise pasti akan sangat kagum. Pesona alam Bali, destinasi terbaik dunia versi TripAdvisor 2018, dieksekusi dengan keren dalam film ini. Pesan inspiratif pemain dan komposer gamelan Nyoman Wenten yang mengejar mimpi sebagai seniman Bali di Amerika Serikat juga tersampaikan. Audiens seperti diajak larut ke jalan cerita yang berujung ke musik gamelan Bali.

Menariknya, lokasi yang digunakan syuting oleh Livi menghadirkan pemandangan yang enak dipandang mata, sekaligus sebagai bentuk promo destinasi wisata Indonesia, salah satunya Pura Besakih di Kecamatan Rendang, Karangasem, yang merupakan situs peribadatan tertua di Bali. Ada juga Pura Taman Ayun Mengwi di Badung, yang dibangun Raja Mengwi, I Gusti Agung Putu pada 1634 M, dan merupakan situs warisan budaya UNESCO. Lalu, Pura Tanah Lot muncul dalam Beats of Paradise saat senja. Siluet gagah pura tampak makin indah dengan senja yang jingga. Ada juga desa wisata Penglipuran yang dinobatkan sebagai satu dari tiga desa terbersih di dunia versi majalah asal Amerika Serikat, CN Travel.

Tak hanya itu, sawah terasering Bali yang dialiri dengan sistem Subak, juga diceritakan sehingga memberikan efek teduh dan menenteramkan. Dengan seabrek keindahan yang dihadirkan dalam film ini, wajar jika sejumlah prestasi ditorehkan oleh film ini. Selain masuk nominasi Oscar dalam hal visual dan telah diputar di teater dengan layar terbesar dunia di Korsel. Kabar terbaru dan mem - banggakan film Bali: Beats of Paradise akan didistribusikan oleh iQiyi, perusahaan online streaming terbesar di dunia, yang berbasis di Beijing, China. Perusahaan milik taipan China Baidu ini memiliki 96,8 juta pelanggan di dunia.

Terlepas dari semua kekurangan dan kelebihan yang ada dalam film ini, tentu sebagai sesama anak bangsa kita perlu support karya Livi Zheng, dengan menonton langsung film ini di seluruh bioskop, mulai 22 Agustus.

Thomas manggala