Edisi 20-08-2019
Jakarta Memasuki Era Transportasi Massal


JAKARTA–Langkah Pemprov DKI Jakarta menggiring masyarakat meninggalkan kendaraan pribadi dan beralih ke transportasi umum melalui penerapan kebijakan ganjil-genap membawa hasil.

Hal ini terbukti dengan peningkatan penumpang bus Transjakarta dan kereta rel listrik (KRL) dalam beberapa pekan terakhir. Perkembangan yang terjadi di ha rapkan menjadi momentum untuk me wu jud - kan transportasi massal sebagai tulang pung gung utama mobilitas masyarakat di Ibu Kota. Hal ini tentu saja harus diimbangi dengan peningkatan kualitas layanan transportasi massal. Berdasar catatan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), peningkatan dua moda trans - por tasi massal tersebut sejak masa uji coba perluasan ganjil-genap pada 8 Agustus lalu cukup signifikan, yakni rata-rata naik sekitar 10-15%.

Berapa detail peningkatan bus Transjakarta dan KRL, BPTJ tidak mengungkapkan. Namun, bus Transjakarta biasanya mengangkut 663.000 penumpang per hari. Sedangkan pada periode Januari-Agustus 2019 BPTJ mencatat jumlah pelanggan bus Transjakarta mencapai 22.266.814 penumpang. Adapun pengguna KRL se banyak 1.001.438 orang setiap hari kerja dengan kekuatan armada KRL sebanyak 1.450 unit. Bahkan bisa jumlahnya mencapai 1.154.080 penumpang. Kabag Humas BPTJ Budi Rahardjo meyakini jumlah tersebut akan terus bertambah. Pasalnya, masa uji coba akan berlaku sampai 9 September mendatang sebelum dilakukan evaluasi dan diterapkan secara permanen.

“Ada kemungkinan jumlah penumpang akan terus bertambah karena saat ini tidak ada alternatif lain selain meng - gunakan transportasi massal,” ungkapnya. Penerapan sistem ganjilgenap ini berdasarkan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 66 Tahun 2019 yang diterbitkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Ganjil-genap me ru pa kan salah satu perintah Anies untuk menyelesaikan masalah polusi udara di Jakarta. Untuk mendukung program tersebut, Ditlantas Polda Metro Jaya juga melakukan sterilisasi jalur Transjakarta untuk mem ber sih kan jalur khusus tersebut dari pe nerobosan. Wakil Masyarakat Trans por - tasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno menilai pe ning kat an angkutan umum dalam penerapan ganjil-genap belum ter - lihat. Djoko bahkan cen de rung melihat ada tambahan jumlah kendaraan.

“Makanya ganjil genap yang mana. Kalau yang di Jabo de tabek di tol. Itu malah ada tam bahan jumlah ken da ra an. Ma kanya saya katakan ini tidak efektif,” tegas Djoko kemarin. Djoko kemudian melihat jum lah ini mendorong jumlah ken daraan meningkat pada kawasan ganjil-genap di tengah kota yang kini diperluas Pemprov DKI Jakarta. Mobil-mobil dari Bekasi, Bogor, dan Ta nge - rang tidak mengalami pengu rang an, bahkan menambah seiring peningkatan daya beli ma - syarakat. “Jadi orang cenderung punya mobil dua dengan plat berbeda. Ini yang kemudian men jadi tidak alami pengu rangan,” ucapnya.

Bagi Djoko, masalah yang terjadi saat ini tak lepas dari belum tersedianya transportasi hingga ke depan rumah. Pada hal, dengan kondisi itu, ma sya rakat ber tahap mengurangi peng gu - naan kendaraan pri badi. Dia pun mengungkapkan kekece wa an - nya dengan sikap Pemkot Bekasi yang cenderung tak meman faat - kan bantuan bus dari pusat hingga ter beng ke lai. “Ini kan aneh, dikasih cuma-cuma, tapi tak bisa me man faatkan. Kalau alasannya subsidi, saya pikir enggak ma suk akal,” cetusnya. Dia juga menyoroti layanan transportasi yang tidak 24 jam. Menurutnya, kondisi ini mem - buat masyarakat takut tak bisa pulang hingga malam.

“Se andainya kalau ada transportasi hingga ke depan pintu rumah, mungkin akan lebih baik. Men - dorong waktu operasional ang - kutan umum menjadi lebih panjang,” tutupnya. Pengamat transportasi Uni - versitas Tarumanegara, Leksmono Suryo Putranto mengaku sepakat perluasan ganjil-genap juga harus dibarengi dengan peningkatan layanan angkutan umum. Dengan begitu, pe - ngendara pribadi dari ru mah - nya meninggalkan ken da ra an - nya, angkutan umum sudah me layani sebagai peng gan tinya. “Kalau ruas jalan ganjil-ge - nap belum terlayani angkutan umum, meski diberlakukan ha - nya pagi dan sore, sistem ganjilgenap di ruas jalan itu tidak efektif,” ucapnya.

Sebagai informasi, Pemprof DKI Jakarta tengah melakukan uji coba sistem ganjil-genap. Se - belumnya kebijakan tersebut hanya berlaku di Jalan Medan Me rdeka Barat, Jalan MH Tham rin, Jalan Jenderal Sudir man, se bagian Jalan Jenderal S Par man (mulai dari simpang Jalan To - mang Raya sampai simpang Jalan KS Tubun), Jalan Gatot Su - bro to, Jalan Jenderal MT Har yo - no, Jalan Jenderal DI Pan jaitan. Selanjutnya, Jalan Jenderal Ahmad Yani dan Jalan HR Ra - suna Said, Jalan RS Fatmawati (dari simpang Jalan Ketimun 1 sampai simpang Jalan TB Si ma - tupang), Jalan Balikpapan, Jalan Suryopranoto, Jalan Kyai Ca ringin, Jalan Tomang Raya, Jalan Pramuka, Jalan Salemba Raya, Jalan Kramat Raya, Jalan Senen Raya, dan Jalan Gunung Sahari.

Pemprov DKI Jakarta belum puas dengan hasil uji coba ganjilgenap, terutama terkait dengan kendala pengawasan dari pihak kepolisian akibat keterbatasan sumber daya manusia (SDM). Karena itu, Pemprov DKI Ja kar - ta minta kepolisian memasang electronic traffic law enforcement (ETLE) atau kamera tilang elek - tronik di koridor perluasan gan - jil-genap. Evaluasi uji coba per - luasan ganjil-genap terkendala pengawasan. “Perluasan ganjil-genap ten - tunya membutuhkan peng awas - an pihak kepolisian yang tidak sedikit. Kami mengimbau ke po - lisian agar memperluas ETLE di koridor ganjil-genap,” ujar Kepala Dinas Perhubungan DKI Ja - karta Syafrin Liputo kemarin. Dia menjelaskan, kebijakan sistem ganjil-genap merupakan kebijakan sementara sebelum diberlakukan electronic road pricing (ERP).

Dia menyebut pe lak - sa naan ERP akan dilelang ulang de ngan teknologi terbuka se - suai rekomendasi dari pihak ke - jak saan. Sementara itu, Anggota Ko - misi B DPRD DKI Jakarta Yu ke Yurike meminta agar Pem prov DKI Jakarta berkoordinasi de - ngan pihak kepolisian dalam rangka pemasangan ETLE di ko ri - dor ganjil-genap. Apabila peng - awasannya masih manual, sistem ganjil-genap tidak akan efektif. “Untuk itulah, ERP di percaya lebih efektif dalam pengendalian lalu lintas karena pengawasannya berbasis tek nologi,” ujarnya.

Kaji Angkutan Online

Pemprov DKI Jakarta masih mengkaji angkutan umum online berplat hitam bebas beroperasi di kawasan ganjil-ge nap. Kendati demikian, Kepala Dinas Perhubungan DKI Ja karta Syafrin Liputo mengaku heran mendengar pernyataan bah wa angkut an online adalah angkutan umum. “Dulu mereka tidak mau disebut sebagai ang kutan umum, tapi perusahaan aplikasi. Nah, sekarang ini me re ka mau men - jadi angkutan umum agar boleh melintas ganjil-genap,” kata Syafrin Liputo di Balai Kota DKI Jakarta kemarin. Dia lantas menuturkan, ka - jian terhadap angkutan umum online berplat hitam berkutat da lam penandaan.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menginstruksikan agar pe nan - da an dikelola dengan baik. Begitu dikasih pengecualian, pe ng awasan terhadap angkutan online bisa teratasi. Sementara itu, Organda DKI Jakarta optimistis Pemprov DKI Jakarta tidak akan mem biar kan angkutan online berplat hitam bebas beroperasi di ka wasan ganjil-genap. Menteri Per hu - bungan Budi Karya Su madi dinilai tidak memahami masalah sebuah kota.”Pak Men teri Per - hu bungan Budi Karya tidak memahami masalah uta ma di Jakarta yang lebih besar daripada berada di bawah ken dali ap likasi,” kata Ketua Or gan da DKI Jakarta Shafruhan Si nungan.

Menurutnya, Budi Karya seharusnya membantu Pemprov DKI Jakarta untuk me ngata si masalah utama yang dampaknya sangat buruk bagi ke sehatan. Dia menyayangkan sikap Budi Karya yang justru mengusulkan angkutan umum online berplat hitam melintas di kawasan ganjil-genap. “Kami op timistis DKI tidak akan mem bebaskan ganjil-genap terhadap angkutan umum online berplat hitam,” pungkasnya. Sebelumnya ratusan pe ngendara angkutan umum online plat hitam berunjuk rasa di Kantor Gubernur DKI Ja kar ta Anies Bas wedan, Senin (19/8). Mem ba wa dukungan Men teri Per hubungan Budi Karya, mereka meminta Gubernur Anies me ngizin kan angkutan umum online plat hitam melintas ganjil-genap.

Bima setiyadi/ yan yusuf/ helmy syarief