Edisi 20-08-2019
RI Berharap Saudi Perluas Layanan Eyab


JEDDAH–Pemerintah Indonesia mengapresiasi program layanan Eyab yang digulirkan Pemerintah Arab Saudi untuk jamaah haji Indonesia. Indonesia berharap inovasi layanan ini bisa dilanjutkan tahun depan dengan jumlah penikmat layanan lebih banyak.

Eyab berasal dari kata dalam bahasa Arab, yakni “iyaban “ yang berarti “pulang”. Program ini layanan khusus dalam proses pemulangan jamaah haji ke Tanah Air. Hanya tiga negara yang mendapatkan fasilitas ini, yakni Indonesia, Malaysia, dan India. Indonesia mendapat 16 kloter yang bisa menikmati layanan Eyab. Banyak layanan yang diberikan dalam program Eyab ini. Di antaranya tas jama - ah ditempeli dengan barcode (QR) yang berisi informasi jama ah haji seperti nama, kloter, nomor paspor, dan lainnya. Barcode terhubung dengan sejumlah instansi, termasuk Imigrasi. Ke dua, jamaah tidak lagi menun jukkan paspor, hanya perlu me lewati pemeriksaan sidik jadi untuk memastikan bahwa dia betul-betul jamaah haji Indo nesia.

Ketiga, Pemerintah Arab Saudi ingin memperli hatkan budayanya kepada jamaah haji dari negara lain di tenda khu sus. Yang paling mencolok ada - lah tenda atau lounge tempat tunggu jamaah haji Eyab yang berada di kompleks Terminal Saudi Arabians Airlines Ban da ra King Abdul Aziz, Jeddah. Mes ki bukan bangunan per manen, tapi tenda sepanjang 200 meter itu mirip lounge VIP. Jamaah haji duduk nyaman di sofa dan kursi empuk khas Saudi sambil menunggu kebe rang - katan pesawat. Di tempat ini, jamaah juga bisa berbelanja oleholeh atau membeli makan dan minuman. Direktur Jenderal Penyeleng garaan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Ke menag) Nizar Ali menga takan, layanan Eyab yang di beri - kan kepada jamaah haji Indonesia sangat istimewa.

Lounge jamaah sangat nyaman berbeda dengan situasi di Terminal Haji yang terbuka. Jamaah me nung - gu take off pesawat di plaza ter - minal yang panas dan situa sinya kurang kondusif. “Kami sa - ngat berterima kasih atas nama bangsa dan negara kepada Peme rintah Arab Saudi yang mem berikan fasilitas luar biasa. Tenda Eyab begitu luks, fasilitas nya mewah, bahkan mele - bihi VIP Room. Tentu manfaat - nya adalah jamaah haji Indo nesia bisa menunggu sambil ber - san tai ria, menikmati hiburanhi buran, dan kuliner,” kata Nizar seusai memantau layanan Eyab di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, kemarin.

Nizar berharap uji coba Eyab tahun ini berjalan lancar sehing ga tahun depan dan seterus nya dapat dilaksanakan. Jika memungkinkan, Nizar berha rap seluruh jamaah haji bisa menikmatinya atau paling tidak separuh jamaah yang mere presentasikan embarkasi jamaah haji. Sementara yang menerima layanan ini adalah jamaah haji yang diangkut dengan Saudia Arabian Airlines. Nizar memper tanyakan bagaimana dengan jamaah yang naik mas ka - pai Garuda Indonesia. “Tentu akan kita usulkan agar sama-sama perlakuan ini karena per la - ku an ini betul-betul istimewa, bisa menjadikan jamaah haji yang lain kalau tidak dilayani akan menjadi iri,” ucapnya. Jamaah haji kloter 11 em - bar kasi Jakarta-Bekasi (JKS), Retno Siswati mengaku sangat senang kloternya dipilih men - jadi yang menikmati fasilitas Eyab.

Menurutnya, ruang tung - gu jamaah sangat seru dan ramai sekali. “Saya melihat banyak ornamen khas Indonesia seperti kayu-kayu itu,” katanya, menunjuk hiasan dinding be rupa jendela-jendela dari kayu. Retno cukup menikmati layanan di lounge Eyan. Warga Depok, Jawa Barat itu bahkan meng hias tangannya dengan hiena yang dilakukan oleh seniman dari Yaman. Hiasan hiena gra tis ini juga bagian dari layanan Eyab. “Buat kenang-kenangan dari Tanah Suci,” kata Retno yang mengaku tidak pernah menghiasi tangannya dengan lukisan hiena . Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara Jeddah-Madinah, Pa - nitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2019, Arsyad Hidayat mengatakan, pelaksanaan pro gram Eyab hingga hari ketiga sa ngat lancar. Waktu pemulangan jamaah sangat cepat.

“Proses Imi grasi relatif cepat karena cu kup de - ngan basmah atau sidik jari. Se - telah itu bisa langsung ke ruang tunggu untuk diantar langsung ke pesawat,” ungkap nya. Arsyad optimistis ke depan jumlah jamaah haji Indonesia yang menikmati fasilitas Eyab akan bertambah. Tahun ini jum lahnya sekitar 6.000-7.000 jamaah haji dari 16 kloter. Meski persentasenya kecil, jumlah itu lebih banyak dibanding Ma - laysia dan India. “Artinya memang Saudi cukup meng apre - siasi melihat bahwa sistem pengelolaan haji kita cukup bagus sehingga kita dijadikan pilot pro - ject Eyab,” katanya.

Jamaah Haji Kembali Diingatkan Taati Aturan Barang Bawaan

Pada bagian lain, Arsyad Hidayat menegaskan kembali bah wa jamaah haji hanya diper - kenankan membawa barang seberat 32 kilogram di tas koper dan 7 kilogram di tas kabin. Ja - maah tidak boleh coba-coba menyimpan air zamzam di dalam koper bagasi karena pasti akan ketahuan. “Kalau ketahuan, pas ti akan dibuka. Ketika dibu - ka, justru kita khawatir barangba rang yang lain milik jamaah ikut terbuang sehingga ada barang yang hilang,” katanya. Arsyad mengakui pihaknya tidak menyiapkan pelayanan penanganan barang kelebihan yang terpaksa ditinggal di ban - dara sebab PPIH telah meng - ingatkan kepada jamaah haji sejak di pondokan atau hotelnya masing-masing untuk tidak membawa barang berlebih.

Bagi ja maah yang membawa pulang ba nyak barang, Arsyad menya - ran kan untuk mengirimkan le - wat perusahaan kargo jauhjauh hari sebelum kepulangan sehingga barang bawaan telah tiba di rumah ketika jamaah sam pai di Tanah Air atau bisa juga berbarengan. “Bahkan su - dah kita sampaikan bahwa di setiap hotel sudah banyak yang menawarkan jasa. Artinya, ka - lau ada barang lebih, segera kirim kan via kargo,” katanya.

Abdul malik mubarok