Edisi 20-08-2019
Total Anggaran Formula E Capai Rp1,6 Triliun


JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta mengalokasikan total anggaran penyelenggaraan Formula E 2020 sebesar Rp1,6 triliun. Dana tersebut telah dimasukkan dalam APBD Perubahan 2019 dan rancangan APBD 2020.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menginstruksikan PT Jakarta Propertindo (Jak - pro) mempersiapkan segala sarana dan prasarana. Pembangun an aspal di lintasan wajib dilakukan agar mobil balap listrik yang menempuh kecepatan 300 km/jam tidak ter ganggu. Untuk anggaran per siapan menjadi tuan rumah ajang bergengsi tersebut, Pem prov DKI harus menyetor 20 juta poundsterling atau Rp345,9 miliar kepada Fede ra tion International Aut omobile (FIA) Formula E atau disebut commitment fee . Anggaran tanda jadi tuan rumah Formula E disetujui DPRD DKI kemudian dialokasikan me lalui Kebijakan Umum Perubahan Anggaran Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUPA-PPAS) pada APBD Peru bahan 2019 sebesar Rp360 miliar atau 20,79 juta poundsterling.

Selain harus menyetor ke federasi, DKI meminta ang gar an tambahan sebesar Rp934 mi liar untuk penyelenggaraan dan asu ransi. Nominal anggar an itu diajukan dalam rapat Kebijakan Umum Anggaran Pla fon Prio - ritas Anggaran Se men tara (KUA-PPAS) 2020 di ruang Ko - misi E DPRD DKI Ja karta pekan lalu. Dalam draf yang diajukan DKI meminta pagu anggaran indikatif sebesar Rp934 miliar. Rinciannya 22 juta poun ds ter - ling atau Rp378,46 miliar untuk biaya penyelenggaraan dan 35 juta euro atau Rp556,22 miliar un tuk asuransi. Untuk pembangunan sa ra na dan prasarana Formula E, Jak - pro akan menyiapkan Rp306 miliar.

Anggaran itu su dah diajukan dalam KUA-PPAS pada rancangan APBD 2020. Dalam draf - nya BUMD ter sebut meminta penyertaan modal daerah (PMD) Rp305,2 miliar yang nan ti untuk ber ba gai hal. Pertama, Rp5 miliar untuk prefeasibility study (FS) dan re search and deve lop ment (R&D); Rp112 miliar un tuk civil works dan perbaikan jalan raya; Rp48 miliar untuk dinding dan pagar; Rp67,2 miliar untuk pem - buat an trek dan jalur balap. Selanjutnya Rp10 miliar un - tuk layanan umum, seperti ke - amanan, kebersihan, penge lolaan sampah, toilet, mana je - men lalu lintas, serta layanan parkir; dan Rp6 miliar untuk honor tim pelaksana lokal. Honor itu ditujukan untuk 50 orang selama 12 bulan.

Honor tiap orang Rp10 juta per bulan. Ada juga anggaran Rp25 miliar un - tuk biaya tak terduga dan Rp32 miliar untuk safety dan race materials . Terhadap anggaran itu, Cor - po rate Secretary PT Jakpro Hani Sumarno mengaku te ngah me - nunggu Gubernur Anies mener - bit kan peraturan gu bernur (pergub) penugasan terhadap Jak - pro. ”Ditugaskan untuk Formula E, tapi tunggu pergubnya,” katanya, kemarin. Wakil Ketua DPRD DKI Ja - karta Mohamad Taufik me min - ta masyarakat tak melihat ajang balap dari sisi anggaran besar. Terlepas dari itu, masyarakat harus melihat sisi positif karena Jakarta menjadi tuan rumah. Ini menandakan kepercayaan dari dunia internasional.

”Saya mengapresiasi saat DKI menjadi tuan rumah dan bisa. Pertama, saya bilang positifnya pasti dalam penye leng garaan ada putaran ekonomi yang bagus. Kedua, paling berharga kepercayaan dunia internasional. Ketika diseleng garakan di Jakarta berarti Jakarta kota aman,” ujarnya. Menurut dia, semestinya perhelatan in ternasional bisa di gelar setiap bulannya di Ja karta. Karenanya, dia menya ran kan anggaran segera diaju kan.

Yan yusuf