Edisi 20-08-2019
Demo Berlanjut, Ekonomi Hong Kong Terganggu


HONG KONG – Aksi demonstrasi sekitar 1,7 juta massa antipemerintah telah mengganggu perekonomian Hong Kong selama hampir 11 pekan. Sebagian warga Hong Kong lain beserta warga China di luar negeri mendesak para pendemo tersebut segera mengakhiri aksi.

Desakan itu disampaikan sekitar 470.000 massa pro pemerintah yang berkumpul di Taman Tamar. Mereka meminta pengunjuk rasa mengakhiri demonstrasi, kekerasan, dan radikalisme karena me nye babkan kondisi Hong Kong kian suram. Di bawah kibaran bendera China, mereka juga memin ta agar para pengunjuk rasa tidak merusak fasilitas umum. Massa propemerintah me - ngatakan bahwa unjuk rasa berkepanjangan tidak meng untungkan Hong Kong. Selain banyak menimbulkan korban di antara sesama saudara, ekonomi kota juga terganggu. Faktanya, Bursa Saham Hang Seng anjlok lebih dari 10% dalam sebulan terakhir karena in vestor menjadi cemas.

Lebih dari 340.000 bisnis menengah dan kecil di Hong Kong mengaku “terpukul” oleh aksi unjuk rasa. Presiden Ka mar Dagang Hong Kong untuk Bisnis Menengah dan Kecil, Joe Chau, mengatakan se jum lah perusahaan lokal berada di ambang kebangkrutan karena bisnis mereka menelan keru - gian lebih dari 30%. Anggota Dewan Asosiasi Ma najemen Ritel Hong Kong Banke Kwan Pak Hoo menga takan industri ritel juga meng alami penurunan satu digit pada Juli dan kemungkinan ber lan jut hingga dua digit bulan ini. Perusahaan asal Jepang, Yos hi noya, juga mengalami penu run an penjualan lebih dari 10% pa da Juli dibandingkan tahun lalu. Pengamat Mei Xinyu dari Akademi Kerja Sama Ekono mi dan Perdagangan Inter na sional China menilai unjuk rasa mem pertaruhkan ke per ca ya - an bis nis dan prospek ekonomi Hong Kong.

Sekretaris Keuangan SAR Hong Kong Paul Chan Mo Po me ngatakan bahwa pe me rin - tah telah menurunkan prediksi pertumbuhan PDB Hong Kong dari 2-3% menjadi 0-1% tahun ini. Hal itu disebabkan oleh dampak negatif unjuk rasa yang berkepanjangan dan ke ru suh - an, juga akibat konflik AS dan China sejak Agustus.

Kian Membeludak

Sejauh ini, data pendemo itu tidak dapat diverifikasi se ca ra independen. Namun, ber da sar - kan pantauan CNN, jum lah pengunjuk rasa an ti pe me rin tah kian membeludak dari ratusan ribu menjadi jutaan orang, baik pemuda maupun lan jut usia. Unjuk rasa itu di or g anisasi ke - lompok pro de mo kra si, Civil Human Rights Front. Pengunjuk rasa yang me nge - nakan pakaian hitam me ne riakkan slogan perjuangan me raih kebebasan. Mereka men de sak pemerintah untuk me ne gakkan sistem demokrasi yang adil, jujur, dan terbuka.

“Saya tidak tahu apa yang akan terjadi, tapi kami harus terus berjuang sampai akhir,” kata seorang pendemo, Louis. Pemerintah Hong Kong berharap dapat me no r ma lisasi keadaan dalam waktu dekat. Bagaimanapun, mereka meng indikasikan tidak akan memulai dialog selama situasi masih bergejolak. Citra Hong Kong sedikit tercoreng akibat un juk rasa. Pemerintah Hong Kong juga mengakui dam pak nya besar terhadap ekonomi. Di tengah unjuk rasa, se ba gian aktivis prodemokrasi Hong Kong yang terkenal vokal telah me ning - galkan Hong Kong me nuju AS. Langkah mereka me nuai kri tikan pedas. Nathan Law Kwung Chung, salah satu pendiri partai lokal Demosisto, mi sal nya.

Dia disebut ke AS untuk me lakukan studi di Uni versitas Yale. Kwung Chung atau juga di kenal Tsui merupakan salah satu da langdi balik berbagai un juk rasa an ti - pemerintah. “Dia pergi ke AS, se - dangkan ka mi pergi ke pen jara. Kami telah berunjuk rasa atas pe - rin tah nya,” kata pe ngun juk rasa. Wakil Presiden think tank Aso siasi Studi Makau dan Hong Kong China, Lau Siu Kai, me nga takan hal itu sekaligus membuktikan pihak asing mendukung para aktivis anti pe - merintah de ngan menye dia kan suaka po litik.

Muh shamil