Edisi 20-08-2019
INKA Perkuat Ekspor Kereta ke ASEAN-Australia


JAKARTA –PT Industri Kereta API/INKA (persero) berkomitmen terus memperkuat ekspor kereta ke sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara dan Australia. Langkah tersebut di lakukan sebagai upaya membawa produk lokal untuk menembus pasar global.

Teranyar, ekspor kereta yang akan dilakukan INKA dalam waktu dekat adalah pengiriman 22 unit kereta ke Bangladesh pada September mendatang. Sebelumnya, pada Januari lalu INKA juga sudah mengekspor 50 unit kereta tipe MG (Meter Gauge) ke Bangladesh. Kereta tersebut diimpor oleh Bangladesh Railway melalui Chitta gong Port. Selain itu, ada juga pengiriman 200 kereta tipe BG (Broad Gauge) yang bertahap dilakukan sejak Juli 2019. “Pengiriman kali ini merupakan pengiriman kereta untuk tipe MG dengan jumlah total 200 kereta. Sebanyak 26 kereta batch awal telah di kirimkan pada 24 Juli 2019 menuju Chittagong Port, Bangladesh,” kata Direktur Utama INKA Budi Noviantoro di Ja karta kemarin.

Secara keseluruhan, kata dia, INKA memproduksi 250 kereta untuk Bangladesh Raiway dengan rincian yakni 50 kereta tipe BG dan 200 kereta tipe MG. Pengadaan 250 kereta penum pang tersebut me ru pa kan hasil tender yang di me na ngi INKA pada 2017 dengan nilai kontrak sebesar USD100,89 juta (setara Rp1,43 triliun). Selain untuk Bangladesh Rail ways, pada 2018 lalu INKA juga telah menandatangani kontrak pengadaan kereta buat Philippines National Railways untuk 6 DMU (Diesel Multiple Unit), 3 lokomotif, dan 15 unit kereta penumpang dengan ni lai kontrak sebesar USD57,1 juta.

Selain untuk Bangladesh Railways, tahun lalu INKA juga menandatangani kontrak pengadaan kereta untuk Phi lip pine National Railways untuk 6 diesel multiple unit (DMU), 3 lokomotif, dan 15 unit kereta pen umpang dengan nilai kon trak USD57,1 juta. “Untuk 3 lokomotif dan 15 kereta penumpang te - lah di la ku kan basic training pada 11-15 Februari 2019, dan rencana pe ngiriman pertama pada De sem ber 2019,” terang Budi. Selain membidik pasar eks por, INKA juga tetap menyasar pasar dalam negeri. Saat ini perusahaan berbasis di Madiun, Jawa Timur itu sedang da lam proses penyelesaian 438 kereta pesanan PT KAI serta LRT Ja bodebek guna men du kung pe nguat an perke re ta api an dalam negeri.

“Untuk meningkatkan ka - pa sitas guna mendukung per - mintaan dalam negeri maupun ekspor, INKA sedang dalam ta - hap pembangunan pabrik ke - dua di Banyuwangi,” ujarnya. Dia menambahkan, pabrik di Banyuwangi yang saat ini progresnya mencapai 26%, d it - argetkan rampung pada 2020. Nantinya pabrik baru tersebut bisa memproduksi 3-4 kereta dalam sehari. Dalam upaya me ning kat kan ekspor, INKA kini ber ga bung dalam konsorsium In do nesia Rail way Development Con so rtium (IRDC) bersama PT KAI, Len Industri, dan Was kita Kar - ya. Ini merupakan ben tuk si nergi BUMN pada bidang per ke re ta apian di Indonesia untuk me - ngem bangkan per in dus trian ke - re ta api dan pa sar nya.

Asisten De puti Bidang Usa ha Per tamb a ngan, Industri Strategis dan Media II Ke men terian BUMN Heri Purnomo me nyampai kan, sinergi antar-BUMN tersebut untuk me ng incar pasar di luar negeri mau pun dalam ne geri. Dalam hal pengembangan pasar, sinergi ini juga bekerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia. “Untuk mar keting ke luar ne - geri, kami sekarang me ng op timalkan bantuan dari ka wankawan kami di kedutaan, di mana sebelumnya kurang koordi nasi. Tetapi semenjak li ma tahun yang lalu, apabila ada kerja sama baik itu oleh BUMN, swasta, ataupun pemerintah dengan negara lain, mereka wajib mem - fasilitasinya,” ujar Heri.

Terkait kinerja perusahaan, hingga semester I/2019, INKA yang merupakan satu-satunya pro dusen kereta api di Asia Tengga ra berhasil mem per oleh laba setelah pajak sebesar Rp16,8 miliar. Laba tersebut ditopang oleh realisasi penjualan senilai Rp1,12 triliun. Angka tersebut masih di bawah target rencana ker ja dan anggaran per usa ha an (RKAP) selama enam bulan pertama pada 2019 se jumlah Rp1,2 triliun. Kendati demikian, Budi me - yakini hingga akhir tahun nan ti target penjualan per se ro an ba - kal tercapai sebesar Rp3,7 tri li - un. Sebagai perbandingan, ta - hun lalu penjualan INKA mencapai Rp3,09 triliun.

Budi menuturkan, INKA su - dah mengirimkan pe me san an PT KAI untuk 438 kereta pe - numpang pada Februari-Mei 2019. INKA pun mendapatkan pesanan pengerjaan 31 trainset Light Rail Transit (LRT) Ja bo - debek sekitar Rp4 triliun. Terkait LRT Jabodebek, ujar Budi, pihaknya siap mengi - rimkan 1 trainset untuk diuji co - ba di lintasan Cibubur-Ca wang pada awal September 2019. “Kemarin teman-teman PT KAI dan Adhi Karya sudah siap diuji coba awal September, karena kita juga kirim butuh wak - tu satu minggu. Ini segera dan informasinya selesai (proyek LRT) 2021,” tutur Budi.

Budi mengakui, uji coba itu mundur dari rencana semula lan - taran ada masalah pem be bas an lahan yang belum ram pung di wilayah Bekasi. Pa da hal, daerah tersebut sedianya dialokasikan sebagai salah satu tempat untuk area perawatan kereta. “Untuk sementara me nem patkan Ci bu - bur sebagai depo,” pungkas Budi. Terpisah, Pelaksana Tugas General Manager Sekretaris Per usahaan Inka Hartono me - negaskan, ekspor ke Bang la - desh memasuki periode kedua pada September 2019. Adapun jumlah unit yang dikirim seb anyak 22 kereta.

Selain ke Bangladesh dan Filipina, PT Inka juga pernah memenuhi pesanan kereta ke luar negeri lainnya meliputi Power Generating Car dan gerbong barang ke Malaysia; Well Wagon ke Singapura; Ballast Hopper Wagon ke Thailand; lokomotif ke Filipina; dan Blizzard Center Sills ke Australia.

Ichsan amin/ michelle natalia/ant