Edisi 20-08-2019
Indonesia Siap Jadi Pusat Studi Desa


JAKARTA –Keberhasilan model pembangunan desa dalam lima tahun terakhir menjadi per hatian banyak kalangan. Indonesia pun siap menjadi pusat studi pembangunan desa bagi dunia.

Apresiasi terhadap model pembangunan desa yang di - kem bangkan Indonesia tam - pak dalam forum kerja sama negara-negara Selatan untuk pengentasan kemiskinan dan pengembangan ilmu penge ta - hu an teknologi yang digelar di Seoul, Korea Selatan, kemarin. “Proposal diseminasi inovasi desa Indonesia ke seluruh du - nia sangat menarik. Ini akan di - implementasikan dalam ke - giat an kerja sama negara-nega - ra Selatan yang dibantu Re pu - blik Korea,” ujar Jorge Chediek, UNOSSC Director and Envoy of the Secretary General on South-South Cooperation, ke - marin. Sekretaris Jenderal Kementeri an Desa, PDT, dan Trans mi - grasi Anwar Sanusi dalam ke - sempatan tersebut mene gaskan bahwa Indonesia siap men - jadi pusat studi tentang pem - ba ngunan desa.

Menurutnya, Indonesia siap menunjukkan berbagai inovasi desa dan lo ka - si-lokasi desa inovatif yang bisa menjadi bahan pembelajaran bagi negara lain. “Kami me nyi - ap kan pusat pembelajaran ino - vasi desa dan sistem mana je - men pengelolaan desa sebagai platform studi desa di Indo ne - sia bagi negara lain,” ujarnya. Pusat Pembelajaran Inovasi Desa, lanjut Anwar, merupa - kan desa-desa di Indonesia yang dinilai berhasil melaku - kan berbagai inovasi dalam mempercepat proses pem - bangunan kawasan pedesaan. Desa-desa tersebut dinilai ber - hasil dalam proses inisiasi pem bangunan, tertib secara ad ministratif, hingga me mun - cul kan berbagai terobosan da - lam meningkatkan kesejah te - ra an warga desa.

“Village Inno - va tion Learning Center ialah desa-desa yang cocok dijadikan lokasi untuk belajar secara lang sung di lapangan. Inilah desa-desa yang akan dikun - jungi negara-negara lain saat studi banding atau belajar lang - sung di desa,” katanya. Sementara sistem mana je - men pengelolaan desa, lanjut An war, merupakan dokumen - tasi berbagai capaian kemajuan desa di Indonesia. Di sini akan di siapkan bahan-bahan pem - be lajaran, mekanisme pem be - la jaran, hingga publikasi inter - na sional terkait capaian kema - ju an desa di Indonesia. “De - ngan demikian, kemajuan desa-desa Indonesia bisa dikaji dan dinikmati negara-negara lain juga,” katanya.

Anwar mengungkapkan lom patan kemajuan pembangunan desa bisa dirasakan sejak 2015. Hal ini tercapai teruta ma karena komitmen peme rintah pusat sehingga efek - nya bersifat nasional. Komitmen itu ditunjukkan oleh dana desa yang ditransfer ke seluruh desa secara kontinyu, pendampingan yang meliputi seluruh de sa, terbentuknya Kemen - teri an Desa, PDT, dan Trans mi - grasi yang mengurus tata ke lola pembangunan desa dari pusat sampai daerah. “Saat ini 6.518 desa ter ting gal menjadi desa berkembang, dan tercapai 2.456 desa mandiri,” kata nya.

Neneng zubaidah