Edisi 24-08-2019
Apa Pendapat Kalian tentang Aksi Melukai Diri Sendiri?


Moch Nurhidayat

Universitas Terbuka Mataram

"Perilaku self harm tidak wajar. Dalam Islam, menyakiti diri sendiri itu perbuatan yang dilarang karena merugikan diri sendiri. Sebaiknya dalam menghadapi masalah yang berat, kita harus banyak-banyak bersabar. Dengan sabar, kita bisa mengatur emosi dengan baik. Kalau sudah bisa mengatur emosi, kita bisa menahan amarah. Bergaullah dengan orang-orang yang menguatkan kita dalam menghadapi masalah."

Dewi Roisatul Ummah

Universitas Negeri Surabaya

"Kebanyakan orang yang melakukan self harm karena mereka bener-bener sudah merasa masalah mereka tidak bisa diselesaikan dan dengan melakukan self harm mereka bisa sedikit melampiaskan emosi dari masalah mereka. Belum lagi mereka merasa tidak memiliki orang yang tepat digunakan sebagai tempat bercerita tentang masalah mereka. Adalagi kemungkinan orang melakukan self harm hanya buat gaya-gayaan. Mencoba mencari orang yang bisa dipercaya, melakukan hal positif, dan berlibur dapat menjadi alternatif yang digunakan untuk menghindari self harm. Tuhan tidak akan menguji hambanya di luar batas kemampuan.

Dhivanadya Nirari

IPB University

"Kalau menurut aku sih self harm itu enggak wajar, tapi masih bisa ditoleransi kalau tindakannya itu enggak terlalu ekstrem. Misalnya kalau cuma tepuk pipi atau tarik rambut saat lagi stres. Enggak wajarnya karena self harm bukan sifat alamiah dan bagaimana pun self harm berdampak negatif untuk pelakunya. Alasan orang melakukan self harm tergantung latar belakangnya. Bisa karena sangat sulit mengekspresikan dengan kata-kata, karena doktrin orang tua pada masa kecil, atau karena ingin diperhatikan juga bisa. Membaca bukubuku self improvement bisa dilakukan untuk menyadarkan pelaku self harm.

Hisyam Dzaki

Universitas Darussalam Gontor

Kalau menurutku, self harm adalah bentuk seseorang jauh dari Rabb-nya. Penyelesaian masalah yang benar adalah bukan dengan menimbulkan masalah lain. Self harm juga bukan hanya berdampak pada diri sendiri tapi juga pasti orang lain, apalagi keluarga. Cara berpikir yang baik adalah solusinya. Menyadari bahwa setiap yang terjadi adalah kehendak terbaik yang diberikan Tuhan untuk kita.

ANNISA DINULISLAM

GEN SINDO

IPB University