Edisi 24-08-2019
Djokovic Tak Suka Koleksi Mobil Mewah


BELGRADE - Siapa yang tidak kenal dengan Novak Djokovic? Namanya begitu harum di dunia tenis.

Lelaki asal Serbia ini merupakan petenis nomor satu dunia dan meraih empat Grand Slam dalam empat tahun terakhir. Di balik prestasi gemilangnya dan kekayaannya yang fan tastis, dia memiliki gaya hidup yang terbilang unik. Dengan karier yang mulus, dia telah mengumpulkan pundi-pundi kekayaan sekitar USD134 juta (Rp1,9 triliun) dalam sepanjang kariernya.

Tak hanya itu, di luar lapangan, Djokovic juga mendapatkan penghasilan tambahan dari sumber lain. Setidaknya dia telah meneken kerja sama sebagai endorser dengan per-usahaan busana, jam tangan, dan perangkat lunak. Dia memiliki tiga rumah mewah di Monte Carlo, New York, dan Miami.

Pada tahun ini pendapatan Djokovic ditaksir mencapai USD10 juta (Rp142 miliar) di lapangan tenis, terbesar di antara pemain tenis lain. Seperti dilansir Forbes , total pendapatan Djokovic mencapai USD50 juta (Rp710 miliar). Artinya pendapatan USD40 juta kemungkinan besar berasal dari berbagai kesepakatan endorsement. Sejumlah sponsor Djokovic diantaranya meliputi Seiko, Lacoste, Asics, dan Ultimate Software Group.

Dia juga dikenal sebagai penulis di Serbia. Pada 2013 dia pernah meluncurkan buku panduan gaya hidup sehat dan diet ampuh berjudul Serving to Win: The 14-Day Gluten-Free Plan for Physical and Mental Excellence . Djokovic merupakan salah satu atlet yang pandai menjaga pola makan.

Dia bahkan memiliki menu diet bernama Djokolife. Djokovic membagikan resep kesehatannya dengan membuka kedai makan Novak Cafe & Res taurant di Belgrade, New Belgrade, dan Kopaonik di Serbia serta restoran di Monte- Carlo, tapi sudah tutup.

Di sela-sela turnamen, Djokovic juga menghabiskan waktunya untuk ikut dalam industri hiburan. Dia menjadi produser ek sekutif film dokumenter tentang kehidupan atlet, Game Changers . Dia juga terlibat da lam pembuatan film serial Transcendence yang bercerita tentang kesehatan fisik, mental, dan emosional.

Djokovic dinobatkan sebagian media sebagai petenis dengan bayaran tertinggi. Meski tidak me miliki gaya hidup seglamor se lebritis, Djokovic tetap menja di orang terpan dang di Serbia karena kekayaannya. Dia lebih senang menghamburkan uangnya untuk membeli rumah seperti apartemen supermahal di Monte Carlo.

Selain kurang puas, Djokovic juga sering pergi ke luar negeri. Atas alasan itu, dia kembali membeli rumah baru dengan banderol selangit di New York pada 2017. Harganya disebut mencapai Rp142 miliar. Dua tahun kemudian dia membeli kondominium di Miami.

Harga rata-rata kondo minium di sana sekitar USD13 juta (Rp184 miliar). Djokovic juga pernah membeli kapal pesiar Manhattan 60 seharga USD2,5 juta (Rp35 miliar) pada 2009. Namun berdasarkan laporan beberapa media, kapal pesiar itu jarang terlihat dan kemungkinan dijual kembali.

Dia lebih sering bepergian ke luar kota atau luar negeri dengan menggunakan helikop teratau jet pribadi. Seperti dilansir Business Insider , Djo kovic menjadi sponsor Peu geot dan pernah terlihat mengendarai Tesla Model X. Dia juga dilaporkan menyukai Audi dan Mercedes-Benz.

Namun tak seperti kebanyakan miliader dunia, dia kurang tertarik untuk mengo leksi mobil di garasinya. Djokovic lebih senang mengayuh pedal sepeda untuk per ja lanan jarak dekat.

“Saya merasa nyaman seperti ini,” ujarnya soal gaya hidup dia yang sederhana. Bersama sang istri Jelena, dia juga aktif di dunia filantropi. Mereka mendirikan Novak Djokovic Foundation untuk meningkatkan pendidikan usia dini.

muh shamil