Edisi 06-09-2019
Urban Jakarta Serap Dana IPO Rp215 Miliar


JAKARTA – Perusahaan pengembang properti berkonsep Transit Oriented Development (TOD) PT Urban Jakarta (URBN) merencanakan penggunaan dana initial public offering(IPO) sebesar Rp215,77 miliar atau 50,99% dari total sana IPO yang didapat tahun lalu senilai Rp432 miliar.

Penggunaan dana IPO telah terealisasi dimanfaatkan untuk akuisisi lahan sebesar Rp38,15 miliar per Juni 2019. Selain akuisisi lahan, perseroan juga telah merealisasikan pengembangan lahan sebesar Rp23,06 miliar dan modal kerja senilai Rp41,63 miliar.

Sekretaris Perusahaan Urban Jakarta, Tri Rachman Batara mengatakan, dari total dana IPO, 50,99% di antaranya akan digunakan untuk akuisisi lahan. “Dengan begitu, URBN masih memiliki sisa dana penawaran umum untuk akuisisi lahan Rp177,62 miliar, pengembangan lahan Rp116,39 miliar, serta modal kerja Rp36,13 miliar.

Totalnya senilai Rp330,33 miliar,” kata dia pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) perseroan di Jakarta kemarin. Batara menjelaskan, RUPSLB meminta persetujuan rencana perubahan penggunaan dana dari yang sebelumnya akuisisi lahan menjadi akuisisi lahan, proyek, dan perusahaan properti yang senilai Rp215,77 miliar tersebut.

“Alasan perubahan tersebut karena perseroan ingin tetap fokus pada pengembangan kawasan menggunakan konsep dan prinsip TOD sehingga perseroan terus berupaya mendapatkan dan mengembangkan lahan-lahan yang berlokasi di titik-titik transportasi massal,” ungkapnya.

Dia menambahkan, pada kenyataannya, banyak lahan strategis di sekitar transportasi massal tersebut dikuasai oleh perusahaan properti lain. Karena itu, dengan melakukan akuisisi, maka URBN akan mengurangi munculnya kemungkinan spekulasi yang tidak wajar atas harga tanah serta lebih terjamin lahan yang clear and clean.

“Mengingat perseroan dapat memenuhi kebutuhan modal kerja dan pengembangan lahan dari dana lainnya, maka perseroan meningkatkan proporsi penggunaan dana untuk akuisisi lahan, proyek dan perusahaan properti,” paparnya.

URBN juga melaporkan kinerja cemerlang sepanjang semester I/2019. Batara menyatakan, perseroan berhasil membukukan lonjakan pendapatan lebih dari tiga kali lipat pada Juni 2019.

URBN membukukan pendapatan Rp224,27 miliar pada Juni 2019 naik 331% dibandingkan Rp52,03 miliar periode yang sama 2018. Lonjakan tersebut disumbang penjualan apartemen.

ichsan amin