Edisi 11-09-2019
Jelang Munas Golkar, Airlangga Temui Hary Tanoesoedibjo


JAKARTA– Menjelang Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto bertemu Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo.

Pertemuan kedua ketua umum partai tersebut membahas berbagai hal, antara lain Mu nas Partai Golkar rencananya digelar pada Desember nanti. Selain itu, juga dibahas ter kait majunya Airlangga sebagai calon ketua umum Golkar pe riode 2019-2024.

“Sebagai teman yang sudah lama kenal beliau tentunya, dan juga sama-sama di partai po litik juga, saya tentunya men dukung su paya beliau bisa maju lagi, ter pilih lagi, karena apa yang di ha sil kan Partai Golkar dalam pemilihan lalu cukup memuas kan,” kata Hary di iNews Tower, Jakarta Pusat, kemarin.

Hary menyoroti perolehan suara Partai Golkar yang berada di nomor dua dengan peroleh an kursi yang banyak. Dia men dukung niat Airlangga untuk maju kembali menjadi calon ke tua umum Golkar dalam Munas 2019.

Sementara itu, Airlangga mengatakan pertemuan dengan Ketum Partai Perindo itu membahas sejumlah isu situasi politik saat ini dan berbagai per soalan kebangsaan. “Terkait dengan Partai Golkar, beliau sebagai ketua umum partai, kita berdiskusi ba nyak me ngenai politik ke depan, poli tik kebangsaan, dan juga saling tukar informasi mengenai informasi situasi terkini,” kata Air langga.

Airlangga tiba di iNews Tower, Jakarta Pusat, sekitar pukul 16.40 WIB. Tampak hadir pa da kesempatan itu antara lain Sekjen Partai Golkar Lodewijk Freidrich Paulus, Wakil Ketua Komisi Hukum DPR Golkar Meu tya Hafid, Rizal Malarangeng, dan caleg terpilih Muhammad Yahya Zaini.

Pada kunjungan kemarin, Airlangga yang juga menjabat menteri perindustrian sempat meninjau MNC Innovation Cen ter di iNews Center. Menurut Airlangga, innovation center milik MNC cocok dengan kebijakan Kementerian Perindustrian, di mana pihaknya mendorong realisasi superdeduction tax untuk inovasi.

Superdeduction tax adalah insentif pajak dengan memperbesar faktor pengurang pajak penghasilan (PPh) (tax allow ance) secara jumbo agar PPh yang dibayarkan badan usa ha makin kecil. Insentif fiskal ini rencananya diberikan kepada industri yang terlibat dalam program pendidikan vokasi, serta melakukan kegiatan penelitian dan pengembangan (litbang) untuk menghasilkan inovasi.

Kebijakan tersebut dihadapkan dapat mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Tanah Air untuk menjadi salah satu faktor yang mengubah Indonesia menjadi negara yang lebih produktif. “Jadi, memang ekonomi ke depan basisnya adalah inovasi,” ungkap Airlangga.

Selain ke MNC Innovation Center, Airlangga juga diajak mengunjungi studio-studio dengan fasilitas canggih MNC yang berkelas dunia. Selain itu, Air langga juga mengunjungi ruang redaksi, Jakarta Concert Hall, dan beberapa fasilitas lainnya.

yanto kusdiantono