Edisi 11-09-2019
KPK Cegah Melchias Mekeng


JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencegah Ketua Fraksi Partai Golkar DPR yang juga Ketua Komisi XI DPR Melchias Markus Mekeng untuk bepergian ke luar negeri.

Pencegahan ini terkait pengembangan penyidikan kasus dugaan suap penye lesaian (terminasi) pemutusan kontrak karya tambang batu bara di Kalimantan Tengah antara PT Asmin Kolaindo Tuhup (AKT) dan Kementerian ESDM.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan pemilik PT Borneo Lumbung Energi & Metal Samin Tan sebagai tersangka pemberi suap sebesar Rp 5 miliar. PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk adalah induk perusahaan PT AKT.

Juri Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, KPK telah mengirimkan surat permohonan pelarangan bepergian ke luar negeri kepada Direk torat Jenderal Imigrasi Ke men terian Hukum dan HAM atas nama Melchias Markus Mekeng. “Pelarangan ke luar negeri berlaku selama enam bulan ke depan terhitung Selasa, 10 September 2019,” ujar Febri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, kemarin.

Menurut Febri, KPK telah mengirimkan surat panggilan pemeriksaan terhadap Mekeng sebagai saksi untuk tersangka Samin Tan. Pemeriksaan dijad - wal kan hari ini. Samin Tan disangkakan telah memberikan suap Rp5 miliar kepada terpidana Eni Maulani Saragih selaku wakil ketua Komisi VII DPR dari Fraksi Partai Golkar.

Dalam putusan atas nama Eni, uang senilai Rp5 miliar tersebut terbukti merupakan penerimaan gratifikasi Eni yang harus dianggap sebagai suap. Dalam fakta-fakta persidang an dan pertimbangan putusan atas nama terpidana Eni Maulani Saragih, lanjut Febri, telah tertuang jelas keterlibatan Melchias Markus Mekeng dalam terminasi permasalahan pemutusan kontrak Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) Generasi 3 antara PT AKT dan Kementerian ESDM.

Menurut Febri, dalam proses ini, ada pertemuan yang dilakukan tersangka Samin Tan dengan Mekeng maupun pertemuan Samin Tan dan Eni dengan Mekeng. Saat bersaksi dalam per - sidangan Eni Maulani Saragih, Samin Tan mengaku kenal de - ngan Eni karena diper ke nal - kan oleh teman Samin Tan yak - ni Melchias Marcus Mekeng.

Mekeng pernah diperiksa penyidik KPK pada Rabu (8/5) lalu sebagai saksi untuk tersangka Samin Tan dan ter sangka saat itu Direk tur Utama PT PLN (persero) nonaktif Sofyan Basir.

Saat itu Mekeng kepada wartawan mengaku tidak mengetahui proses terjadinya suap Rp5 miliar dari Samin Tan ke Eni. “Itu kan suap antara dia berdua, kan tahunya setelah terjadi. Mana ada suap -menyuap terus ngomong,” kilahnya.

sabir laluhu